KKM BC Sukses Gelar Festival Burung Berkicau Di Perbaungan

177

[doptg id=”4928″]

Berikutnya, KKM BC Akan Dirikan Koperasi, Work Shop Dan Penangkaran Burung

PERBAUNGAN, RONGGOLAWE.COM: Berhasil mengorbitkan burung menjadi juara menjadi kebanggan bagi bird club (BC) dan anggota-anggotanya. Namun belakangan ini, para anggota BC merasa prestasi mereka lengkap, jika mereka juga ikut membangun lomba burung berkicau yang sehat, menjunjung fair play, serta mengedepankan sportifitas. Kampus Kicau Mania (KKM) BC Perbaungan juga punya prinsip seperti itu.

Diawali dari penyelenggaraan latberan kecil-kecilan, tepatnya tanggal 22 Februari 2015 di Jalan Cendrawasih, Kampung Citaman, Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumut. Gantangan lomba berada diantara rumah-rumah penduduk. Jumlahnya 35 gantangan. Penyelenggaraan Latber pertama, tanda positip mulai tampak. Para kicau mania dari daerah Lubuk Pakam, Galang, Pasar Bengkel, Sei Buluh, Tanjung Morawa dan Pantai Cermin tak pernah absen. Mereka menjadi peserta tetap dalam setiap kegiatan Latberan sekali dalam dua minggu. Rata-rata tiket yang terjual 170 lembar.

Melihat animo para kicau mania, khususnya Deliserdang dan Serdang Bedagai, para pengurus (KKM) BC Perbaungan yang terdiri dari: Pian, sebagai Ketua KKM, Lambok Sinaga M.Kes sebagai Skretaris, dan Doni Gemilang, Bendahara KKM, merasa perlu mendirikan sebuah lapangan kicau permanen. Tak menunggu lama, Lapangan Kicau permanen milik KKM BC Perbaungan akhirnya berdiri. Letaknya tetap di Jalan Cendrawasih, Kampung Citaman, Perbaungan. Hanya sedikit bergeser dari lokasi lapangan lama.

Karena berada diantara rumah-rumah penduduk, dan tidak ingin terjadi complain dari warga sekitar, KKM BC terlebih dahulu meminta ijin dari Kepala Desa dan melakukan pendekatan kepada warga sekitar. Ijin keramaian dari kepolisian juga tak dilupakan. Setelah segalanya komplit, Minggu 1 Mei 2016 dilakukan peresmian penggunaan lapangan KKM BC Perbaungan dengan menggelar festival burung berkicau dengan tema KKM BC Cup I.

Kadis Pariwisata dan Olah Raga Pemkab Serdang Bedagai, Hendrik Suhendi, yang juga sebagai Pembina KKM-BC, dudaulat menggantang burung sebagai peresmian Lapangan KKM BC dan sebagai pertanda lomba dimulai. Tidak ada kata sambutan khusus dari Kadis Pora, namun dalam bincang-bincang dengan Mediaronggolawe.com, Kadis Pora sangat mendukung segala kegiatan KKM BC dalam membangun dunia kicau. Sang Kadis juga akan berusaha mengajukan anggaran di Pemkab Serdang Bedagai. Sehingga kegiatan KKM BC dalam penyelenggaran festival burung berkicau menjadi kalender tetap. ***

Festival burung berkicau yang selama ini sering diwarnai dengan aksi protes dan teriakan berlebihan perlahan mulai hilang. Launching Saung Ebod Jaya Sumut dan KKM BC Cup I berlangsung tentram dan nyaman. Teriakan memang masih terdengar, tapi hanya pada kelas kacer dan murai batu. Para kicau mania pemain besar yang dulunya sering melakukan protes jika burung andalanya tidak masuk nominasi, mulai memberikan contoh yang baik kepada para kicau mania pemula di KKM BC CUP I. Sehingga Festival KKM BC Cup I benar-benar berjalan tertib.

Harus diakui pula, penilaian tim juri Ronggolawe Nusantara yang dipimpin Amin Kacer dan Adek Gondrong berjalan fair play. Mereke menjuarakan burung yang memang benar-benar layak menjadi juara. Tidak ada istilah pandang pemilik. Burung yang bekerja maksimal, dalam artian durasi, varisasi lagu dan isian, serta gaya dan phisik menjadi pertimbangan utama.

Penilaian pada burung dalam 22 kelas yang dijadwalkan berjalan sempurna. Para kicau mania yang menjadi kontestan di KKM BC CUP I tidak ada satu orang pun yang mempertanyakan penilaian juri apalagi sampai memprotesnya. Aidil Wallat, seorang tokoh perburungan dari LKMI menilai para juri Ronggolawe yang bekerja hari itu telah mampu melakukan tugasnya dengan baik.

Kepada para pengurus dan anggota KKM BC yang merangkap sebagai panitia, meminta agar KKM BC tetap kompak. Penyelenggaraan KKM BC CUP I telah berjalan sukses dan tetap dipertahakan pada kegiatan-kegiatan selanjutnya. “Jika lomba tetap berjalan seperti ini, yakinlah para kicau mania dari daerah lain tidak akan segan-segan datang dan menjadi kontestan dalam event berikutnya,” katanya dalam bincang-bincang dengan para anggota KKM BC menjelang acara penutuapan.

Lambok Sinaga menjelaskan, dalam penyelenggaraan KKM BC CUP I, tidak ada satu orang pun anggota KKM BC yang menurunkan burung. Dari awal, mereka sudah komit untuk tidak ikut menjadi kontestan dalam ajang yang mereka selenggarakan sendiri.

KKM BC Perbauangan tidak akan berhenti di penyelenggaraan festival burung berkicau. BC yang telah terdaftar di Notaris Mariani Simbolon dengan Nomor 05-2014, tanggal 5 Mei 20i4, ini akan menjadi badan usaha yang bergerak dibidang koperasi simpan pinjam, workshop dan penangkaran burung. Program ini dirancang untuk meningkatkan perekonomian anggota KKM BC yang kini berjumlah 20 orang. Para penasehat yang terdiri dari: Yudi, H Sapta, Bang Acong, Dody, serta Pembina Kadis Pora Pemkab Serdang Bedagai sudah setuju dengan program kerja mereka. sihotang