Kisah Nyata !! Pelajar Yang Mencari Keberuntungan Gantang Murai Batu

Rela Gak Jajan Untuk Beli Tiket Lomba

Sejatinya seorang pelajar dituntut menuntut ilmu di sebuah sekolahan dan biasanya seorang pelajar yang memiliki usia labil atau dalam masa pencarian jati diri pastinya melakukan apapun yang mereka suka. Di usia – usia SMA biasanya anak mulai menentukan sendiri tentang apa yang mereka sukai. Entah hobi, pergaulan dan pilihan hidup.

Mereka merasa dirinya adalah orang yang hebat dengan semangat muda yang membara. Disini peran orang tua dan keluarga sangat diperlukan. Jika tidak, bisa jadi terjerumus ke hal – hal yang tentunya tidak diinginkan. Banyak cara mendekatkan diri kepada anak remaja agar mau mencintai suatu hal yang positif.

Hobi burung misal nya, hobi burung adalah salah satu kegiatan yang positif dan menghasilkan. Banyak sekali dari berbagai kalangan mencoba peruntungan melalui hobi burung. Entah itu sebatas hiburan atau sumber penghasilan. Lagi – lagi media Ronggolawe akan mengulas keistimewaan remaja yang berani menyibukan dirinya dalam dunia burung.

Randika Bocah Kelas 1 SMK Yang Fighter

Randika Kurniawan adalah seorang pelajar kelas 1 di sebuah SMK Negeri di Salatiga. Randika diketahui bermain burung sejak kelas 2 SMP, khususnya murai batu. Awal mula dia bisa menjadi kicau mania muda karena meniru hobi sang kakak. Sering kali Randika di suruh kakak menjaga murai batu nya. Dari merawat bahkan sampai gantang.

Dari situ dirinya mengaku mulai kecanduan dengan gantangan. Karena menurutnya hadiah yang didapat dari lomba murai batu cukup lumayan, apalagi bagi anak se usianya. Sampai pada akhirnya dia mulai berani tampil di gantangan tanpa sang kakak.

Dia secara diam – diam menyisihkan uang saku nya kadang dibela – belain tidak jajan demi untuk beli tiket murai batu. Tanpa ijin sang kakak, Randika membawa begitu saja murai batu untuk di lombakan. Dia mengaku kadang tidak diberi ijin setiap meminjam murai batu kakak nya. Sampai – sampai selalu kena marah, karena dia terlalu sering atau rajin sekali ke gantangan. Ya maklum saja, namanya juga ketagihan.

Ayo son adalah nama jagoannya. Nama nya terdengar aneh bukan ?

Menurut Randika nama itu muncul secara spontanitas agar mudah dipanggil saja. Ayo son adalah murai batu nias yang memiliki gaya sujud – sujud, nekem dan hormat. Wah, untuk anak seumuran dia bisa dikatakan hebat memiliki murai kualitas dari rawatan nya sendiri.

Untuk perawatan nya biasanya Randika menjemur pagi sebelum dia mulai berangkat sekolah kemudian nanti ayahnya yang bertugas memasukan lagi ke rumah. Tidak lupa di umbar seminggu 4 kali pada hari senin, rabu, kamis dan saat akan turun ke lapangan. Dan kalau mandi cuma h – 1 sebelum hari H lomba.

Untuk pakan Randika mengaku pakai Voer Nanjung 105. Nanjung 105 sendiri adalah rekomendasi dari sang kakak. Karena Ayo son sempat kehilangan nafsu makan dan dampak nya kerja jadi tidak setabil. Akhirnya diberilah Voer Nanjung 105 produk Ebod jaya, alhasil performa Ayo son menjadi lebih bagus lagi dari biasanya. Untuk oakan cuma pakai Voer Nanjung 105 dan sedikit tambahan jangkrik dan kroto.