Kiki Monanda… Ngopi Bareng Boleh, Lompat Pager Juga Gue Jabanin

169

Kiki Monanda namanya. Pria kelahiran tahun 80an ini selalu wara wiri di arena kompetisi burung berkicau. Dari mulai kompetisi lokalan sampai dengan kompetisi tingkat nasional. Sosoknya senang bergaul dan sangat humoris. Ramah ya sudah pasti.

Masalah prestasi? Jangan diragukan lagi. Sudah tidak terhitung berapa banyak gelar juara yang sudah diraihnya. Di kelas murai batu dia pasti menurunkan jagoannya. Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan Pangeran Kumbang. Inilah salah satu murai batu andalannya ketika turun kompetisi.

Ketika Ronggolawe Nusantara mengadakan kompetisi, Kiki Monanda sudah pasti hadir. Walaupun begitu, dia juga turun dalam kompetisi yang digelar oleh EO (Even Organizer) lain. Seperti kompetisi PBI, BnR, RZR atau Radjawali Indonesia dan bahkan di Rodja Garuda Nusantara.

“Hoby itu hanya untuk menyalurkan keinginan hati untuk berkompetisi. Ya hanya untuk hiburan. Keluarga dan pekerjaan tetap nomer satu. Asik main burung ataupun lombanya. Di lapangan kita bisa berkumpul sambil ngopi dengan rekan-rekan lainnya. Sambil ngebahas ramainya dunia lomba”, ucap Kiki Monanda atau biasa dipanggil Kiki ketika dihubungi via seluler.

“Kebetulan di bulan puasa ini Pangeran Kumbang masih dalam proses istirahat karena baru selesai mabung. Nanti setelah lebaran sepertinya Pangeran Kumbang sudah siap untuk bersaing lagi. Tunggu aja tanggal mainnya”, ucapnya lagi.

Selain ramah Kiki juga orangnya sangat sportif. Apabila jagoannya tampil lagi tidak maksimal, dengan lapang dada dia memberikan aplous untuk burung yang juara. Tetapi ketika burungnya sedang kerja maksimal tetapi tidak mendapat pantauna yang maksimal dari juri yang bertugas, dia bisa protes keras. Pagar gantangan bisa saja dia lompati dengan mudah.

“Kadang ada saja kita merasa dicurangi atau apalah namanya. Burung kita sudah mati-matian di lapangan, tetapi penilaiannya tidak maksimal. Siapa yang tidak emosi coba. Sekarang pemain atau penonton sudah pintar menilai burung. Jadi untuk juri yang bertugas, jagalah amanah dengan menjaga fair play. Saya kadang suka protes. Walaupun itu tidak dapat merubah hasil kompetisi. Minimal kita sudah mengingatkan kepada juri yang bertugas untuk lebih konsentrasi dan lebih hati-hati memutuskan burung yang juara”, pungkas Kiki Monanda menutup pembicaraan. (red#1)