Mediaronggolaawe.id, Pekanbaru – Suasana yang terjadi di lomba berkicau ESTER CUP II di Muara Alam Pekanbaru, menjadi ajang silahturahim dan kekompakan sesama satu hobi kicauan. Lomba yang diadakan pada hari minggu 4 agustus 2019 ini bertempat di Muara Alam Pekanbaru dipenuhi kicaumania Riau yang berasal dari Kampar, Dumai, Pekanbaru, Indragiri Hulu, Duri, Siak, Perawang, Rokan Hulu dan ada juga yang berasal dari provinsi tetangga yakni dari Sumatera Barat. Suasana menjadi cair dengan keakraban panitia dan peserta lomba yang terus saling menjaga silahturahim dimana ini ajang hobi yang tidak lain adalah ajang saling menyambung silahturahim.

Penggagas lomba ini adalah pasangan muda yang telah dikenal oleh kicaumania Riau yakni Ester & Mr.Made. Pasangan ini adalah kicaumania sejati, karena dimana ada lomba burung mereka akan terus hadir untuk berpartisipasi atau ikut mensukseskan lomba. Dengan dasar itulah mereka membuat lomba burung berkicau dengan tujuan untuk menyatukan kicaumania Riau dan ingin memberikan akses kepada kicaumania untuk bisa berprestasi kedepannya. Lomba dikemas semenarik mungkin dan memanjakan kicaumania dan hampir semua kelas dibuat loss gantangan. Dengan tajuk ESTER CUP, lomba yang juga merayakan hari lahirnya Ester ini, akan terus dipertahankan oleh pasangan ini. Disela-sela pertengahan lomba, ada acara potong tumpeng yang dipotong lansung oleh Ester yang didampingi oleh Mr.Made. Disaksikan oleh kicaumania yang hadir, mudah-mudahan pasangan ini selalu kompak dan akan terus bisa memajukan dunia kicau di Riau.

Lomba yang dimulai pukul 12 siang ini, dimulai dengan kelas pleci. Sebelum lomba dimulai tentunya juri dan panitia breefing untuk memantapkan persiapan lomba dan persamaan tujuan untuk mencapai lomba yang sukses dan tentunya ingin memanjakan kicaumania yang hadir terpuaskan dan tidak ada protes berlebihan dalam lomba yang sedang berjalan. Selama lomba berlansung, bisa dikatakan bahwa kicaumania yang datang dengan persiapan yang matang dan penuh ambisi. Burung-burung yang tampil pun bukan burung-burung sembarangan, melainkan burung yang sudah menjadi langganan juara di berbagai lomba di daerahnya masing-masing. Setiap kelas yang dibuka oleh panitia hampir dikatakan dipenuhi kicaumania yang ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Ada hal menarik dari kelas yang dikatakan kelas yang tidak pernah ramai pesertanya, yakni kelas serindit loss gantangan. Kelas yang melombakan serindit yang tidak lain adalah burung khas dari Riau ini , diikuti hampir 30 peserta dan merupakan peserta terbanyak yang pernah diadakan di Provinsi Riau. Peserta dari kelas ini, mengutarakan bahwa “mudah-mudahan kedepannya kelas ini akan semakin ramai pesertanya dan paling tidak kelas ini jangan sampai hilang di Riau ini,” ucapnya mengakhiri.

Lomba ESTER CUP ini berakhir di kelas kacer dengan 50 gantangan pada pukul 7 malam. Setelah sesi kelas berakhir, acara dilanjutkan kembali dengan pemberian hadiah dan tropi beserta uang tunai bagi pemenang BC (bird club) terbaik dan SF (single terbaik) terbaik. Acara tidak sampai disitu, panitia lomba pun memberikan dooprise yang telah ditunggu-tunggu oleh kicaumania. Doorprise merupakan sumbangsih dari sponsor dan teman-teman kicaumania yang berbentuk sangkar dan pernak-pernik perburungan.(efn)

lahir di Pekanbaru, dan sekarang menetap di Pekanbaru. Hoby kicau dan suka motret dan menulis.