Kenari Sakit Ini Obatnya

1456

[doptg id=”5628″]

 

Bogor, mediaronggolawe.id – Memelihara burung kenari banyak dianggap sebagai hobi yang simpel dengan perawatan yang sederhana bisa memiliki kenari berkualitas juara kompetisi burung berkicau. Tetapi kalau salah pola perawatan, kebersihan sangkar dan sembarangan memberikan makanan bisa muncul berbagai penyakit hingga menyebabkan kematian.

Di alam bebas burung berkicau harus menyembunyikan rasa sakit yang dideritanya agar tidak mudah dideteksi pemangsa dan kemudian dijadikan target buruan utama. Meskipun burung kenari telah menjadi hewan peliharaan, kemampuan alami dalam menyembunyikan penyakit masih pandai dilakukannya makanya banyak kenari peliharaan mati mendadak. Padahal jika pemilik atau perawatnya memberikan perhatian penting terhadap gejala-gejala penyakit ringan yang mematikan maka bisa cepat di obati.

Karena itu, pemilik dan perawat burung kenari perlu kemampuan untuk bisa mendeteksi keanehan yang terjadi pada burung kenari sehingga sakitnya bisa cepat diobati. Biasanya burung kenari yang sedang sakit bulunya akan terlihat kusam, kotor, tidak mengkilap, sorot mata sayu, kadang-kadang suka memejamkan mata seperti tidur, bulu-bulu sekitar kepala dan leher terlihat merinding. Maka dari itu, pemilik atau perawat harus mengetahui penyakit, penyebab, cara penularan, pencegahan dan pengobatannya agar tidak menyebabkan kematian pada burung berkicau dan penyakit pada semua jenis burung berkicau seluruhnya hampir sama. Jadi bagi kicaumania yang ingin memiliki dan merawat burung berkicau harus mengetahui, waspada penyakit Snot atau Coryza yang paling berbahaya untuk burung berkicau.

  1. Penyakit Snot atau Coryza adalah penyakit yang menyerang bagian muka dan mata burung berkicau berikut tanda-tanda, penyebab, cara penularan, cara pencegahan dan cara pengobatannya yang perlu diketahui oleh kicaumania;
  2. Tanda-tandanya secara kasat mata serangan penyakit senot atau coryza yang dapat dilihat adalah muka bengkak, muncul benjolan berwarna merah disekitar hidung, mata dan telinga. Hidung berlendir, sering bersin, sesak nafas dan nafsu makan turun itu juga gejala penyakit snot. Jika tidak ditangani secara serius bisa menyebabkan kematian.
  3. Penyebabnya adalah virus hemophillus gallinarum yang menyerang sakit pada bagian muka burung sehingga menyebabkan kebengkakan, kebutaan hingga kematian.
  4. Cara penularan penyakit snot atau coryza pada burung berkicau bisa melalui perantara burung lain, udara, debu, makanan dan minuman bahkan penularan bisa terjadi karena keturunan.
  5. Cara pencegahan penyakit snot atau coryza pada burung berkicau adalah dengan memisahkan burung berkicau yang sudah terserang penyakit agar kelompok burung yang lain tidak terkena penyakit. Burung berkicau seperti kenari yang terserang penyakit snot atau coryza harus segera diberikan obat yang sesuai dan tahap pertamanya adalah membersihkan sangkar, tempat makan dan tempat minum.
  6. Pengobatan penyakit snot atau coryza pada burung berkicau bisa menggunakan Bio-Snot yang merupakan obat mata burung yang berbahan baku 100% herbal. Obat ini terbukti mampu menaklukan penyakit dari mulai Iritasi, Snot, hingga Katarak ringan yang selama ini menjadi momok yang menakutkan bagi kicau mania. Penyakit Snot merupakan hal yang sangat menganggu terutama pada burung pemakan biji-bijian seperti, Kenari, Lovebird, Blackstroot, Mozambik, Sanger, Gelatik serta burung penghisap nektar seperti Kolibri. Bio-Snot produk dari Ebod Jaya yang berbahan baku 100% herbal sebagai pemecah masalah. Obat yang semula dianggap sebelah mata oleh para Ahli yang telah lama berkecimpung didunia burung, ternyata berhasil membukakan mata, bahwa ada obat alami yang mujarab karya Anak Bangsa. Bio-Snot berbahan baku tanaman asli Indonesia yaitu Bunga Bintang (Star Flower) yang bernama ilmiah Isoma Longiflora, atau orang lebih mengenalnya dengan Ki Tolod atau Korejat (Sunda).

Bio-Snot sebelum diluncurkan, telah diuji secara klinis dan cukup lama diaplikasikan secara langsung pada burung-burung yang terkena gangguan penyakit mata milik rekan-rekan kicau mania. Hasilnya, cukup mencengangkan bagi para pengguna, 98 % masalah mata dapat teratasi. Selain itu, ternyata menurut Kicau mania pengguna, Bio-Snot mampu juga mengatasi Luka berdarah yang diakibatkan burung menabrak kandang dan luka terjepit. Perdarahan akan berhenti cepat dan cepat pula mengering dan menutup. Penggunaan Bio-Snot yang sesuai petunjuk pemakaian, insyaallah akan mampu mengatasi berbagai masalah pada mata burung para kicau mania. Kecepatan penyembuhan tergantung seberapa parah gangguan penyakit dan seberapa cepat pengobatan dilakukan.

Oleh karena itulah pengobatan sedini mungkin harus dilakukan sebelum penyakitnya bertambah parah. Sebagai catatan, Bio-Snot tidak bisa untuk mengobati penyakit Katarak yang sudah menahun atau Katarak akut yang ditandai dengan tertutupnya retina mata oleh selaput berwarna putih secara penuh, karena hanya dapat disembuhkan dengan cara operasi. Untuk mempercepat penyembuhan penyakit snot pada burung berkicau pemilik atau perawat bisa memberikan tiga hingga lima tetes Ebod Solution vitamin dengan formula 4in1 yang terbuat dari bahan alami dan bisa mencegah dan mengobati berbagai penyakit burung berkicau. Penyakit berikutnya yang sering menyerang burung kenari adalah penyakit Bubul atau Jamura (bumble foot), Penyakit Mencret atau diare dan kutu burung yang semua bisa dicegah dari kematian dengan produk Ebod Jaya. (Ahmadi/13/ Juni 2016)