Kenari Pokemon Andalan Alim Hwan 3 Tahun, Sabet 136 Piagama Juara Siap Gantang Di Piala APBN Sumut

39

MEDAN – Belum lama ini, Kenari Pokemon, milik Alim Hwan, menyabet dua gelar juara di Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Minggu, 17 Maret 2019. Juara 1 di kelas utama, dan juara 2 di kelas berikutnya. Itu bukan prestasi pertama. Di beberapa lomba tingkat regional bahkan nasional, burung andalan kicau mania asal Medan ini, sudah ratusan kali meraih juara.

Alim Hwan sudah pernah menjajal Pokemon di lomba tingkat regional di Solok, Padang; Duri, Riau dan sejumlah lomba besar di Medan, Sumut, termasuk Piala Kapoldasu. Catatan Alim Hwan, tiga tahun dalam rawatannya, Pokemon sudah mengumpulkan 136 lembar sertifikat jura.

Piagam juara 1, 80 persen, juara 2, 15 persen, juara 3, 5 persen. Piagam nominasi, yakni juara 4 ke atas, Alim tidak pernah menghitungnya. Pastinya, perolehan piagam itu akan berlanjut. Mengingat, Pokemon masih stabil dan belum menunjukkan penuruan kinerja di bawah gantangan.

Minggu 31 Maret 2109 nanti, di Launching Lapangan APBN Korwil Sumut, misalnya, Alim Hwan sudah menyatakan akan menjadi salah satu kontestan di kelas Kenari dan Gelatik Batu. Jika peta kekuatan kelas kenari mirip-mirip seperti di Piala Bupati Deliserdang, Pokemon diprediksi mampu meraih hasil terbaik.

Prestasi Pokemon yang tergolong mentereng itu ternyata membuat kicau mania lain tergiur untuk memilikinya. Pernah ditawar Rp30 juta. Tapi, Alim Hwan tak goyah dan tak mau lepas. Lalu harus berapa? Alim Hwan hanya tersenyum.

Murai Batu Ekor Putih dengan nama Mata Dewa adalah pasangan setia bagi Pokemon di lomba ivent regional dan nasional. Tambahannya Gelatik Panadol, juga sering dibawa. Tapi sayang, Mata Dewa dipastikan tidak bisa turun di Piala APBN Sumut. Murai batu asal Aceh ini, sedang mabung.

Mata Dewa pernah juara di Solok dan Labuhan Batu. Di Rantauprapat bahkan turun dalam 5 kelas dan meraih juara 1, 1, 1, 5 dan 6. Sejak bersama Alim Hwan, Mata Dewa sudah membawa 36 lembar piagam juara 1. Kata Alim Hwan, saat ditangan pemilik lama, Mata Dewa juga sudah punya puluhan piagam juara 1.

Balik ke Kenari Pokemon. Burung ini, termasuk salah satu kenari istimewa. Tak perlu banyak latihan di arena Latberan. “Pokemon cuman 1 x turun di latber pak. Sisanya semua piala event regional dan nasional,” ujar Alim.

Dalam rawatan harian dan menjelang lomba tak jauh beda dengan kenari lainnya. Jika Alim Hwan sedang ada waktu, pagi Pokemon diembunkan. Jam 07 hingga jam 9, dijemur. cepuk mandi disediakan. Habis tu, dianginkan-anginkan sekitar 1 jam, dan jam 10 sudah harus istirahat dalam kandang full kerodong.

“Sore hari jam 16.00, kerodong dibuka dan diangin-anginkan di teras sampe jam 18.00. Habis tu disimpan kembali untuk istirahat,” kata kicau mania yang sudah empat tahun menekuni hobby burung berkicau itu. (sihotang/medan)