Kenari Momogi, Nempel Terus Dipodium Sejak Dipoles Bayu Pradana Magetan

141

Mediaronggolawe- Kebanggan kicau mania adalah saat gacoan andalannya selalu moncer. Bukan hanya pengakuan dari kicau mania lainnya, tapi kepuasan hati juga mendasari seorang kicau mania rela melakukan apapun demi sang gacoan. Bayu Pradana misalnya, kicau mania muda yang tengah sibuk- sibuknya kerja, masih bisa meluangkan waktunya demi sang gaco kesayangannya Momogi milik Sri Minggat Magetan.

Dulunya, Momogi merupakan burung yang minim jam terbang, sehingga penampilannya pun kadang mengecewakan. Tak patah arang, Bayu Pradana justru kian tertantang. “ Apa sih maunya Momogi “ cetus Bayu Pradana dengan nada kesal saat itu.

Perubahan pola rawatan pun diulik tanpa ragu- ragu. Baginya, ngulik- ngulik settingan sangat beresiko. Bisa jadi burung jadi berubah karakter, burung jadi nakal, ngruji, bahkan gak mau jalan sama sekali. Tapi semangatnya mampu mengalahkan rasa was- wasnya dan berani ambil resiko.

Perawatan Momogi dimulai selepas subuh untuk diembunkan. Menurut Bayu Pradana , proses pengembunan ini dilakukan untuk menjaga birahi Momogi. Dengan stabilnya birahi, gacoan jadi lebih mudah untuk settingan lombanya.

Selepas diembunkan, Momogi kemudian dimasukkan kedalam kandang umbaran sepanjang dua meter, serta diberikan bak mandi. Biasanya Momogi mandinya saat berada dalam kandang umbaran. Mandi yang puas, merupakan salah satu kunci kestabilan burung. Selain itu juga bisa menjaga kondisi fisik burung agar tetap terjaga.

Soal rawatan pakan, Momogi tidaklah neko- neko. Pakan cukup menggunakan Ebod Canary, serta air minumnya selalu tak lupa diberikan 5 tetes Ebod Vit. Kondisi fisik yang prima dalam menjelang digantangkan juga sangat penting. Percuma saja birahinya bagus, tapi tenaganya payah. Bayu Pradana bisa memberikan sedikit tips sederhana ini karena telah kenyang pengalaman. Berbagai situasi dan kondisi burung dilapangan diamati dengan teliti. “ Dari cara mainnya, kita bisa melihat kekurangan burung kita dimana “, beber Bayu Pradana.

Dengan perawatan yang cukup simple, prestasi Momogi cukup mentereng kususnya di blok timur. Beragam perhelatan pun sukses ditaklukkan. Beberapa diantaranya adalah dalam event Anniversary GMS feat BnR Madiun. Menempati posisi pertama dan kedua, merupakan bukti Momogi bukan hanya burung berkualitas. Nampil hingga dua sesi dan kesemuanya naik podium, membuktikan Momogi merupakan jawara yang stabil. Mainnya enak, durasinya ngedur, lagunya nyengkok, volumenya paling menonjol, serta didukung oleh gayanya yang ngawet sambil goyang.

Prestasi Momogi terus berlanjut dalam event Launching Distrik Maospati. Tak tanggung- tanggung, Momogi kembali menjadi yang terbaik. Jarak mainnya tidaklah lama dari event sebelumnya. Lagi- lagi- lagi Momogi membuktikan bahwa dia gacoan yang siap geber setiap saat.

Namannya kian berkibar dalam sebuah kemenangannya dalam event Sjayz Cup I feat Omah Kicau SF, yang diadili oleh team juri Ronggolawe Nusantara. Kali ini Momogi kembali naik tahta dengan menyabet juara dua dan tiga. Sesi pertama hanya kalah satu bendera B1. Ini menandakan kualitasnya gak jauh beda dengan sang juara satu. Tapi tak apalah, kami satu team cukup puas dengan hasil ini, karena yang kami hadapi juga burung- burung berkualitas semua.

Rencananya, Momogi akan digelandang menuju event Madiun kota pendekar feat PBI pekan depan. Bila nanti di Madiun tampil bagus, mungkin kami akan membawa Momogi menuju event kolosal Piala Raja di Djogja Sepetember mendatang. Mohon supportnya saja, semoga Momogi bisa terus dalam kondisi terbaiknya, pungkas bayo Pradana.

( mediaronggolawe/ ebod jaya )