Kenari Didis, Garuk- Garuk ?? Begini Cara Penangananya Menurut “ Suhu “

996

Meski tidak semeledak awal tahun 2016 yang lalu, namun penggemar kenari hingga kini masih cukup banyak dan stabil, khususnya di daerah Klaten, Jogja, Magelang, Malang hingga Bandung, Jakarta dan sekitarnya. Festival dan kompetisi burung berkicau di wilayah tersebut selalu dipadati Kenari Mania.

Namun, kenari juga menyimpan banyak kendala, yang tidak tiap orang, khususnya pemula paham cara mengatasinya. Mulai dari yang digantang diam saja, baru digatang langsung nabrak/ ngruji, atau yang sudah kerja bagus tiba – tiba ditengah atau akhir penilaian mendadak diam dan didis.

Berikut penuturan Kelik KCG 666 dari Jogja. Kelik atau akrab disapa Mbah KCG bisa dikatakan sebagai “ Suhu ” Kenari, sudah banyak burung yang diorbitkannya, bahkan sambil mengelola breeding, Dia mengoleksi sampai puluhan kenari dikediamannya.

Salah satunya tentu Anda tahu, yaitu Emperor. Emperor beberapa waktu yang lalu sempat berjaya dan menjadi bahan perbincangan Kenari Mania Tanah Air. Burung ini merupakan hasil orbitan tangan dingin Kelik, nama Emperor dikenang sebagai salah satu koleksinya yang paling melegenda lantaran tahun 2017 lalu di Take Over Sien Ronny dengan nominal fastastis.

Kini, orbitan baru juga terus bermunculan, sebagian besar bahkan sudah tersebar ke berbagai Daerah. “ burung – burung yang sudah dibeli temen rata – rata tampil memuaskan di pemilik baru, bahkan beberapa orbitan, namun belum sampai menikmati juga sudah banyak di take over “ tambah Pria gondrong ini.

Mengatasi Kenari Didis

Dilapangan sering kita jumpai burung didis, nyisir atau bahkan garuk – garuk bulu, padahal sempet nampil bagus, sehingga mengurangi penilaian. Mungkin mau koncer, akhirnya tidak jadi, paling – paling cuma masuk nominasi.

Mengatasi Kenari didis, Kelik pun berbagi resep “ burung suka didis kemungkinan ada 2 penyebab, pertama mungkin bulu burung masih basah lalu buru – buru dikrodong terutama saat mau dikonteskan, yang ke dua, didis akibat serangan kutu, perilaku ini biasanya ditandai dengan burung suka garuk – garuk, saat berdiri diatas pangkringan burung terlihat tidak nyaman “ ucap Kelik.

Penanganan kenari didis akibat bulu masih basah cukup simple, yakni setelah burung mandi, cukup pastikan semua bulu – bulunya kering, bisa diangin-anginkan atau dijemur dengan durasi yang bisa disesuaikan kebiasaan, setelah itu baru dikrodong.

Perlakuan sedikit berbeda apabila kenari didis akibat serangan kutu, “ burung yang terkena kutu biasanya kenari yang baru beres mabung, kandang/ sangkar dan segala macem perlengkapan lupa dibersihkan atau diganti dengan yang baru “ cetus Kelik.

Salah satu penangan kenari yang kutuan pasca mabung ialah dengan cara memandikan secara rutin menggunkan Shampo Jatijajar, bisa semprot ataupun menggunakan cepuk mandi. Kemudian lakukan penjemuran yang cukup, sangkar, krodong, pangkringan dan segala macem alat pendukungnya juga harus dibersihkan.

Masih bingung dengan penjelasan diatas ?? bisa konsultasi secara langsung dengan “ Suhu “ Kelik, di nomor Telpon/ WA 085643837579.