Kacer Mania Pletuk Ponorogo, Ngumpul Karena Fanatik Hitam Putih

58

Selalu ada yang saja hal menarik bila kita bercerita soal kicau mania. Ntah itu cerita positif maupun negatif. Lhoh, bagaimana bisa ada hal negatif dan positif padahal ini hanya sebuah hobi.

Hal positif yang bisa diambil diantaranya dengan hobi burung, kita bisa menyalurkan hobi disini. Selain mengurangi rasa jenuh dalam rutinitas pekerjaan, kita juga bisa berekspresi dengan settingan- settingan burung kita agar bisa nampil maksimal dalam sebuah kontes. Selain itu, lewat hobi ini, kicau mania jadi banyak teman- teman baru, saudara baru, hingga pengalaman- pengalaman baru. Bahkan bisa sharing berbagai hal diluar perburungan.

Lantas apa sih segi negatifnya? Ya namanya hobi itu soal kesenangan. Kalau kita tidak bisa mengendalikan diri bisa kebablasan lhoh. Misal, terlalu asyik berhobi, lalu pekerjaan utama jadi dikesampingkan.  Semua tentu ada plus minusnya, jadi kita dituntut harus bisa membawa diri.

Salah satu bukti hal positif dari hobi burung adalah terbentuknya sebuah komunitas Kacer Mania Pletuk Ponorogo. Disini anggotanya dari berbagai macam karakter dan segala macam latar belakang. Komunitas yang dipandegani oleh Om Koco PBC ini tak terasa sudah terbentuk dua tahun. Ya, komunitas kami ini sudah lama terbentuk, dan basicnya adalah sesama Kacer mania yang sangat fanatik pada jenis burung dengan warna bulu hitam putih ini, terang om Koco.

Amunisinya juga banyak sekali yang berkualitas diantaranya Pandawa milik Om Koco Sendiri. Dalam Serangkaian event, Pandawa sudah bukan nama baru lagi bagi penggemar Kacer. Pandawa yang dalam perawatan hariannya diberikan voor Ronggolawe ini kian mantab dalam setiap aksinya.

Selain Pandawa, Dalam Komunitas ini masih ada jago lain yaitu Dewa Perang milik Om Chondor. Prestasinya sih belumlah sehebat Pandawa, karena Dewa Perang belum lama masuk markas Om Chondor.

Ada kemiripan antara Pandawa dan Dewa Perang. Keduanya sama-sama memiliki type ngerol dengan ciri khas suaranya yang ngristal. Anehnya, Dewa Perang juga diberikan voor Ronggolawe. Cuma sedikit berbeda yaitu pada H-1, Dewa Perang selalu diberikan Bio Kroto untuk menggantikan kroto segar yang gampang- gampang susah didapatkan.

Pokoknya disini kita ngumpul bareng, tidak ada guru tidak ada murid. Semua sama- sama belajar dalam sebuah wadah hobi. Banyak anggota kami yang baru terjun menekuni perburungan. Kendati belum bisa berprestasi, namun kami semua tetap memberikan semangat.

Semoga komunitas kecil kami ini, bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya, bahwa dunia hobi bisa dijadikan sarana silaturahmi dan berhobi. Salam kicau mania.

( Mediaronggolawe/ Ebod Jaya )