JANGKAR BORNEO INDONESIA (JBI) – SEDIKIT YANG PENTING SOLID

108

Cikarang (03/04), panas siang itu tidak menyurutkan semangat untuk menggantang burung. Pasar Bersih Cikarang salah satu gantangan dengan kelas special Borneo siang itu. Kelas yang sempat dipandang sebelah mata. Salah satu komunitas yang hadir adalah Jangkar Borneo Indonasia (JBI). JBI terbentuk pada 16 November 2016, menjelang Borneo Cup 2. Om Sofyan dan Om Jimmy sebagai inisiator JBI.

Om Sofyan – Salah satu inisiator JBI, MB Lintas juara 1 Event KMBC

“Kita main burung cari nyaman, dulu Bosgan anggotanya sudah terlalu banyak, banyak anggota, banyak kepala, banyak ide. Kita berdua lama-lama kurang nyaman, akhirnya memutuskan untuk membentuk JBI. Jadi bukan karena ada masalah atau apa, Cuma mau cari nyaman aja. Dengan anggota yang sedikit tapi solid, lebih mudah dalam pengambilan keputusan jadi lebih nyaman” ujar Om Jimmy menjelaskan awal mulanya terbentuk JBI.

Anggota JBI tidak banyak, sekitar duabelas orang sebagai berikut beserta jagoan-jagoanya Om Sofyan (Lintas) dan Om Jimmy (Rentals) sekarang menjadi penasehat, om Ardi (Modus) segabai ketua dan anggota diantaranya Cak Ipin (Raja Kumala), Bambang (Raden), Andi (Metrik), Rangga Dipta (H gocek), Ikhsan (Qwby), Agus (Arjuna Ireng), Malik (Predator), Daeng Rahman (Pasutri) dan Ridwan (Lintang).

Om Jimmy – Inisator JBI (Dok. Piala Presiden RI – Sentul 31/03)

JBI mempunyai agenda rutin untuk kopdar di luar gantangan, biasanya di daerah Rawa Kalong Bekasi rumah kediaman Om Sofyan atau di warung Pecel Lele milik Cak Ipin  karena banyak anggota yang tinggal di daerah tersebut. Tidak hanya JBI, banyak yang menjadikan dua tempat itu untuk berkumpul menjadi base camp.

“Walau jauh tempatnya enak, orang nya welcome. Mau datang jam brapa saja hayu aja. Tau sendiri kalo sudah kumpul bahas burung, bisa ngga ada habisnya. Kalo di tempat Cak Ipin harus agak malam sedikit, karena warung nunggu dagang selesai baru bisa buat kumpul, tapi kita kumpul biasa diatas jam sepuluh malam sepulang kerja, jadi aman” ujar Om Imam yang sering datang juga ketempat Om Sofyan untuk membahas kegiatan Satu Titik Borneo Lovers.

Saat awal terbentuk sering ada agenda family gathering, untuk mempererat dan mengenalkan keluarga satu sama lainya. Namun seiring perkambangan, dan kesibukan masing-masing anggota sudah lama tidak dilakukan.

“Dulu rutin jalan sama keluarga, intinya biar semua saling kenal. Jadi saat kita lomba atau jalan kemana sama anggota JBI lain keluarga lebih tenang.  Sekarang semua sibuk, susah nyamain jadwal sama keluarga, tapi acara kumpul masih rutin diadakan. Cuma sekedar kumpul atau bahas kegiatan, Liga, Borneo Cup atau acara lomba lainya” ujar Om Sofyan

Cak Ipin JBI – Borneo Lover Sejati

Menurut Om Jimmy dalam komunitas yang terpenting adalah kenyamanan. Terbukti walaupun Om Jimmy tinggal di Tanjung Priok namun bergabung dengan JBI yang mayoritas anggotanya tinggal di Bekasi tetap dijalani. Rela sepulang kerja menempuh perjalanan yang lumayan jauh dan macet untuk berkumpul dengan anggota JBI lainya ke Bekasi saat ada acara pertamuan.

Untuk lomba kali ini Murai Lintas milik om Sofyan JBI berhasil menjadi juara satu dan tiga.

“Cuaca panasnya ekstrim, main dua sesi aja. Coba Strong Murai dari, masuk juara satu dan tiga. Ebod Jaya keren inovasinya terus keluar produk baru khusus buat burung-burung tertentu” ujar om Sofyan