JALAN PANJANG MURAI BORNEO MENUJU KANCAH NASIONAL

135

Murai Borneo, salah satu jenis murai batu dengan ciri khas gembung dan gaya tarungnya yang aktif. Beberapa tahun yang lalu murai ini jarang dilombakan, apabila masuk di kelas umum maka akan dikeluhkan oleh pemain lain. Dari sisi penilaian juga masih sering dianaktirikan. Hal tersebut dipicu oleh beberapa hal, salah satunya karena pada awalnya dulu harga murai borneo yang jauh lebih murah dibandingkan murai jenis lain. Juga karena gaya tarungnya yang sangat aktif sehingga murai lain menjadi tertekan. Sempat menjadi kontroversi saat murai borneo dilarang turun di kelas umum, disisi lain borneo lovers merasa sama-sama murai kenapa harus dibedakan, namun pemilik murai lain berkebaratan turun bersama murai borneo. Waktu berjalan dunia perburungan berkembang, dan pemain yang semakin bertambah dewasa membuat semua masalah tersebut berlalu dan terselesaikan begitu saja. Pemilik murai borneo menyadari untuk tidak terlalu memaksakan turun di kelas umum, begitu pula saat ada borneo turun dikelas umum.

Om Yus Regae (tengah) salah satu pelopor murai bornoe bersama om Cuik & Ridho(dok. Borneo Cup 2-Senbis HI)

Pada awalnya EO perburungan engan untuk membuka kelas khusus murai borneo karena dinilai sepi dan kurang menguntungkan. Namun semua dipatahkan oleh semangat Borneo Lovers. Didorong hal tersebut diatas, maka terbentuklah komunitas murai batu borneo. Komunitas yang bertujuan mengumpulkan dan meramaikan kelas murai batu borneo di setiap lomba. Dalam perjalanan awalnya terbentuk beberapa komunitas, salah satunya Borneo Siap Gantang (Bosgan) yang dimotori oleh Om Yus Reage,  yang saat ini sudah vakum dari dunia perburungan karena kesibukanya di dunia politik sebagai kader dari Partai Gerindra. Di Bosgan ada pula om Ardian Marata, om Dicky yang saat sudah jarang terjun di dunia kicau, om Sofyan JBI dan om Jimmy Praswanto yang nantinya membentuk JBI, Om Eko Basuki yang nantinya membentuk BOMAC.  Selain itu terbentuk pula Tenda Kicau Murai Borneo (TKMB) dengan motor anak-anak muda yang penuh semangat seperti Om Stevie (pendiri dan ketua), Om Adnan, om Simon Mageti dan Om Indra Beken (Alm). Di TKMB ada pula om Bony Aprilia yang saat ini sudah tidak aktif dan om Hery yang saat ini menjadi ketua. Selain itu ada pula Borneo Bonjovi Club (BBC) dengan Om Imam  dan om Ronny sebagai pengeraknya hingga saat ini.

Almarhum Om Indra Beken – salah satu pengerak TKMB, meramaikan kelas borneo dengan Murai Borneonya Blekok (dok. Borneo Cup 1 – Senbis HI)

Gayung bersambut, saat Oesman Organizer dipercaya oleh Kang Ebod untuk mengelar lomba burung berkicau setingkat nasional di Bekasi. Ini menjadi tongak awal kebangkitan murai borneo dan Ronggolawe Nusantara di Bekasi (Launching Korwil Bekasi). Termasuk berani dan nekat, Oesman Organizer (Om Dede Oesman dan Om Udin Ucil) mengambil tema “Borneo CUP I”. Banyak yang meragukan, namun dengan semangat dan komitmen Borneo Lovers untuk bisa unjuk diri lomba yang digelar tanggan 27 Desember 2015 di Senbis Harapan Indah ini berjalan sukses dan lancar. Hasil kordinasi dengan para pengerak borneo (Om Yus BOSGAN, Om Eko Basuki BOMAC, Om Imam Safei BBC dan Om Stevie TKMB) berbuah manis, itu alasan kenapa gelaran tersebut diberi judul Borneo Cup I, karena kedepanya diharapkan akan terus berlanjut. Borneo Cup I masih digelar dengan konsep biasa, hanya sekedar lomba dan ajang silaturahmi para kicau mania. Kelas Borneo dibuka tiga kelas dan hampir full gantangan.

Juri dan Panitia Borneo Cup 1 (dok. Borneo Cup 1 – Senbis HI)

“Kami cuma modal yakin dengan nama Oesman Organizer, Ebod Jaya dan Ronggolawe saat itu. Didukung pula oleh kicau mania dan Borneo Lovers khususnya makanya kami berani waktu di tantang Pa Haji untuk menggelar acara tersebut. Alhamdulillah berjalan lancar, waktu itu support produk untuk nominasi dari Ebod Jaya yang sangat membantu” kenang om Udin Ucil.

TKMB – Salah satu pelopor komunitas murai borno (doc. Borneo Cup 2 – Senbis HI)

Setelah Borneo Cup I, kelas murai borneo semakin ramai. Banyak EO yang mau bekerja sama dengan komunitas untuk membuka kelas borneo. Sampai saat ini telah terbentuk belasan komunitas murai borneo. Ada yang terbentuk dari independen, ada pula pecahan dari tiga komunitas awal, seperti om Sofyan dan Jimmy Praswanto yang membentuk JBI, om Eko Basuki yang membentuk BOMAC. Alasan membentuk kelompok atau kominitas baru tak lain hanya karena untuk mempermudah komunikasi atau saat kumpul gantang bersama. Biasanya komunitas baru terbentuk karena lokasi tempat tingal yang berdekata. Jadi terpecah bukan karena persaingan ego atau hal negative lainya. Walaupun masing-masing sudah berbeda bedera namun kelompok, beda bendera namun saat event besar acar satu titik merekas tetap bersahabat, tetap keluarga.

BOMAC – Om Eko Basuki, Ardian Marata, Dicky dan teman lainnya (doc. Borneo Cup 1 – Senbis HI)

“Sebenarnya hanya untuk mempermudah komunikasi, tidak semua rekan bisa hadir disetiap acara kopdar karena jarak dan waktu. Sebagian dari kita motoris, kemana-mana naik motor. Oleh karenanya akhirnya kami putuskan membetuk Bomac, minimal terjalin silaturahmi kecil dulu yang nantinya akan meramaikan acara di tingkat yang lebih besar lagi. Dari komunitas kecil akan terseleksi burung-burung terbaik yang nantinya akan berani untuk main ke tingkat yang lebih jauh lagi” ujar om Eko Basuki selaku pendiri BOMAC.

Om Sofyab JBI – membentuk JBI untuk mempermudah kordinasi dan kominukasi.

“Kami membentuk JBI karena merasa lebih nyaman dengan kelompok yang lebih kecil saja, mempermudah kordinasi dan komunikasi. Kelompok besar banyak kepala banyak pemikiran susah menyatukanya ujung-ujungnya masah jadi masalah. Makanya saya sama om Jimmy memilih keluar dari Bosgan dan membentuk JBI” ujar om Sofyan saat ditemui.

Satu tahun berjalan Event Boneo Cup berikutnya digelar dengan kemasan lebih menarik. Kali ini Oesman Organizer bekerjama dengan om Imam Safei yang sangat bersemangat memajukan MB Borneo. Atas ide bersama di event ini mulai diadakan Piala Bergilir dan Tim BC terbaik khusus Borneo. Pada gelaran kali ini sudah semakin berwarna kurang lebih enam komunitas yang sudah terbentuk. Enam sesi kelas khusus borneo dan semuanya full gantangan. Borneo Cup 2 juga dihadiri oleh Borneo Lovers dari Kalimantan sebagai asal murai borneo yaitu Abah Iriel dan Wa Arief Bukit yang keduanya juga menjadi pembina saat ini.

BOOMERANG (dok. Borneo Cup 2)

Semakin berkembang dan diterima oleh EO besar, bahkan sudah di buka kelas khusus disetiap event nasional seperti Presiden Cup, Murai Bird Champion (BnR), Ronggolawe Award, Piala Indonesia dan event nasional lain yang diadakan Ronggolawe Nusantara serta yang terbaru Piala Pasundan (21/04) akan di buka 3 kelas borneo. Saat ini seluruh kominutas disatukan oleh wadah Satu Titik Borneo Lovers, komunitas dan ketua yang ada sekarang diantaranya adalah :

  • Bosgan (Borneo Siap Gantang) – Om Hendra
  • TKMB (Tenda Kicau Murai Borneo) – Om Heri Boros
  • BBC (Bonjovi Borneo Club)- Om Imam Safei
  • JBI (Jangkar Borneo Indonesia) – Om M. Ardi /Paw
  • BOMAC – Om Eko Basuki
  • NCC – Om David M.
  • BOOMERANG – Om Lutfi
  • MMG – Om Cemong
  • BORGOL – Om Hendra
  • INBOX – Om Supir

Satu nama yang paling bersemangat dan terus mendorong untuk meramaiakn kelas borneo adalah om Imam Safei. Mulai dari Borneo Cup 2 om Imam Safei terus mensuport dan mendorong setiap gelaran. Dengan gaya yang “arogan” dan ceplas-ceplosnya membuat rekan yang lain menjadi terus bersemangat.

Om Imam – salah satu orang yang membuat borneo bisa seperti sekarang ini, arogan tapi mau berkorban menurut Borneo Lovers yang lain (doc. Borneo Cup. 2)

“Main borneo harus siap mental, apalagi masuk keluarga Satu Titik. Kepleset sedikit dibuly abis, punya burung bagus diomong, punya burung jelek apalagi. Parah pokonya isinya orang-orang gila semua. Tapi semua itu hanya bagian dari hoby, biar rame biar ngga bosen. Kita semua tetap satu keluarga, bulyan yang ada semua sekedar candaan, tidak ada yang serius dari dalam hati. Kalo semua pake hati semua pasti udah pada minggir gara-gara Imam” ujar Om Jimmy JBI menggambarkan kegilaan komunitasnya.

Om Jimmy – salah satu motor borneo, melaui JBI terus bergerak meramaikan kelas borneo dengan “kegilaanya” (Sentul, 31/03)

Satu Titik untuk mewadahi komunitas borneo yang ada, dengan kegiatan liga dan acara tahunan (Borneo Cup). Saat ini setiap event Satu Titik mengutamakan anggota komunitas, tiket lebih dahulu dijual untuk komunitas, setelah semua terpenuhi bari jual untuk independen. Liga sudah masuk putaran ke-7 dan BBC masih diurutan teratas. Borneo Cup sudah masuk Borneo Cup 5. Semua berjalan sesuai kesepakatan bersama oleh karenanya Bornei Lovers bisa kompak dalam Satu Titik Borneo Lovers. Di Satu Titik ada pula pemberian tiket gratis kepada masing-masing komunitas untuk main di event nasional. Tiket gratis diberikan pada murai terbaik sesuai kesepakatan masing-masing komunitas, seperti pada Piala Pasundan (21/04).

Cak Ipin JBI – salah satu Borneo Lovers yang aktif meskipun dengan amunisi yang pas-pasan namun tetap semangat

“Dulu kita susah untuk main di event nasional, terutama yang wajib sangkar, karena belum banyak yang memiliki sangkar bermerk. Namun di event sangkar bebas kami jamin selalu ramai. Sekarang Borneo Lovers sudah berkembang, sudah banyak yang mempunyai burung bagus dan mau beli sangkar bermerk, makanya untuk event dengan wajib sangkar kami jamin bisa meramaikainya yang penting ada kordinasi dengan kita semua” kenang om Imam.