Inilah Burung Gereja Termahal Di Dunia

3738

PALEMBANG – Kicau mania di Palembang pastinya kenal dengan murai batu yang satu ini. Pasalnya, murai batu ini punya segudang prestasi bahkan anakannya jadi incaran pemain.

Nama murainya Aryo Jeger, asli ber-KTP Medan. Pemiliknya Prayogi dan juga owner Hercules Bird Farm (BF) Palembang. MediaRonggolawe.Id berkesempatan melihat langsung murai batu yang saat ini sudah ditangkarkan.

burung gereja cinderella

Prayogi menceritakan, Aryo Jeger dibeli dari pemiliknya bernama Giman atau biasa dipanggil Lek Giman pada tahun 2008. “Lek Giman dapatnya dari tangkapan hutan. Dulu gak mau dijual sama beliau (Giman/red), tapi akhirnya mau dilepas juga. Dulu saya mahar Rp 5,5 juta,” ceritanya pada MediaRonggolawe.Id, beberapa waktu lalu)

Berhasil mendapatkan Aryo Jeger, Prayogi mengaku tidak buru-buru untuk mengikutkannya ke tempat lomba. “Tahun 2010 baru mulai ikut lomba dan mulai juara, malah menyabet double winner,” terang pemilik Perfecto Gym ini.

Prayogi menceritakan, dirinya saat itu belum dikenal sebagai pemain murai batu. Namun ia menjadi terkenal setelah Aryo Jeger juara.

“Waktu pesan tiket itu saya minta gantangan tengah di antara burung-burung juara. Mungkin panitianya kaget dan mengira burung saya ini burung mewah alias burung juara. Karena kalau burung yang baru ikut gantang biasanya main di pinggir. Tapi saya nekat saja, kalah menang saya terima,” ungkapnya.

Kenekatannya itulah yang membuat dirinya dilirik pemain murai batu lainnya. Pasalnya, Aryo Jeger menunjukkan prestasinya saat di tempat lomba.

“Karena itulah Aryo Jeger mulai banyak yang nawar. Abis ikut lomba pertama saja sudah ditawar Rp 150 juta. Yang nawar juga banyak, ada dari Kalimantan, Surabaya dan terakhir orang Jakarta nawar hampir setengah miliar, Rp 435 juta,” ungkapnya.

Untuk masteran Prayogi mengaku punya banyak sekali jenis burung di rumahnya. “Untuk pemasteran burung-burung bahan saya memulai dengan burung kecil, ontohnya pijantung, sirih-sirih, kolibri kelapa dan gereja,” jelas Prayogi.

Ia melanjutkan, setelah menjelang dewasa dilanjutkan degan masteran burung ukuran yang agak besar seperti rio-rio, air mancur, kenari, jenggot dan kapas tembak. “Kemudian lanjut ke masteran besar seperti celilin dan masteran-masteran besar yang lain,” tambah baoak dua anak ini.

Menurut Prayogi, burung masteran ada baiknya burung asli dan dipilih yang terbaik. “Kalau masterannya bagus, nanti murai batu yang masih bahan bisa mudah menyerap kicauan dari burung masteran dan isiannya mendekati aslinya,” jelasnya.

Cinderella, burung gereja yang jadi masteran murai batu milik Prayogi dari Hercules Bird Farm Palembang.

Salah satu burung masteran miliknya yakni jenis burung kecil yakni burung gereja. Burung gereja miliknya ini bernama Cinderella. “Saya beli dari Wijaya S Farm. Dulu harganya Rp 1 juta,” kata Prayogi.

Pertama dibeli, kondisi Cinderella macet bunyi dan sekitar 4 bulan dipeliharanya, burung gereja ini mulai normal kembali dan makin gacor. “Setahu saya burung gereja ini tangkapan dari alam tapi saat ditangkap masih kecil, masih lolohan induknya. Setelah ditangkap baru dilolohin sendiri oleh orang sampai dewasa,” jelas Prayogi.

Burung gereja yang bagus menurut bapak dua anak ini yakni yang diambil langsung dari sarang di antara dahan pohon pinang. “Kata kicau mania di Jawa bagusnya dari sana,” tambahnya.

Saat ini kondisi Cinderella sangat prima dan selalu cerewet alias gacor setiap hariny. Bahkan burung gereja ini menurut Prayogi sudah ditawar Rp 5 juta. Burung yang sangat mahal sekali untuk ukuran burung masteran berukuran kecil dan dari jenis burung gereja yang banyak sekali di sekitar rumah.

Saat MediaRonggolawe.Id Googling tentang burung gereja, harga yang ditawarkan dari penjual dan beberapa berita tentang harga burung gereja termahal tercatat di jejak digital Google hanya kisaran ratusan ribu rupiah, tepatnya Rp 300 ribu. Seperti dalam foto di bawah ini.

Daftar harga burung gereja dari Google.

Jadi boleh dibilang, burung gereja bernama Cinderella milik Prayogi bisa dinobatkan sebagai burung gereja termahal di Indonesia bahkan di dunia dengan harga Rp 5 juta.

Prayogi, pemilik murai batu Aryo Jeger menunjukkan produk Ebod Jaya berupa Ebod Vit dan Voer Ronggolawe yang selalu diigunakan untuk burung kesayangannya. Foto diambil saat berada di kediamannya, Selasa (25/6/2019)