Handoyo Dari Teknisi Hingga Juri Kompetisi Dunia Kicau Mania Karawang

88

Handoyo sang teknisi dan pengadil lapangan tepatnya di area kompetisi berkicau area DPW JABAR IV Karawang Istimewa, selain jadi team juri Ronggolawe Nusantara JABAR IV Karawang Istimewa handoyo pun mahir dalam bidang teknisi dan terkanal sopan juga tegas di area tempat kerja dan juga terbilang siaga kapan pun ketika perusahaan tempat Handoyo bekerja memanggil beliau dikarenakan adanya mesin rusak atau terbilang eror, jam Berapapun itu Handoyo siap untuk bergegas menuju perusahaan atau kantor tempat beliau bekerja di salah satu kawasan industri kota Karawang namun di balik semua rutinitas kerja nya Handoyo pun menyalurkan hobi atau kecintaan beliau terhadap dunia perlombaan burung berkicau, pasalnya sebelum Handoyo menjadi team juri dan terbilang memang juri senior, Handoyo pun sempat menjadi pleman “pleci mania” dan tergabung dalam komunitas pleci area Karawang namun seiring berjalan nya waktu Handoyo merangkap menjadi juri hingga saat ini.

Ternyata memang pantas Handoyo di bilang juri senior karena kinerja Handoyo sangat profesional, mungkin kebiasaan disiplin yang di miliki handoyo saat kerja di perusahaan beliau terapkan juga pada saat menjadi sang pengadil di arena kicau mania dan menjaga ketelitian agar tidak terjadi hal-hal negatif, proses dan perjalanan handoyo yang di anggap layak pada saat menjadi seorang juri dan mahir dalam menghadapi situasi seperti apapun pada saat event latberan hingga latpres, handoyo pun di usung oleh ketua dpw JABAR IV Karawang Istimewa yakni (abhi E-Strong) untuk mengangkat handoyo jadi koordinator lapangan “korlap” dan masih bertugas dengan baik sampai ini.

Ketegasan seorang handoyo dan memang sedikit terlihat cuek pada saat di arena lomba memang kadang membuat peserta segan, namun itu semua hanya profesionalitas kerja saja aslinya Handoyo sangat ramah dan detil ketika menjawab pertanyaan ataupun protesan dari peserta yang menanyakan pada beliau Handoyo pandai mengatur dan menahan emosi meski terkadang peserta yang ambisi bertanya dengan nada keras namun Handoyo tetap santun memberikan penjelasan dengan nada rendah karena Handoyo paham ketika kontestan emosi wajar itu sebagai pelajaran untuk koreksi kembali supaya ketika kapan pun dimana kita harus siap dan bisa memberikan penjelasan dengan baik ujar “Handoyo”.