GMT BF – Special Murai “Ngganteng”

406
Om Rust Wijaya - GMT GF

Asri dan nyaman, kesan pertama yang akan kita dapat saat memasuki GMT BF, penangkaran murai batu milik om Rust Wijaya yang berada di lantai dua rumahnya di daerah Cikarang. Keindahan pohon cabang dan daun bonsai yang berjajar rapi dalam pot kecil yang menawan, berpadu dengan suara merdu dan gaya menawan murai batu serta burung masteran lainya. Ada pula kolam kecil dengan aliran air yang suara gemericiknya sengaja di buat untuk terapi burung-burung yang ada. Sekilas om Rust Wijaya seperti ingin menciptakan hutan kecil di lantai dua rumahnya tersebut.

Salah satu kandang ternak yang di biarkan asri dengan tumbuhan sulurnya.

“Awalnya saya main bonsai, mulai mengenal murai batu dari beberapa teman. Saya liat kok menarik juga, sampai akhirnya punya 9 kandang ternak dan enam pasang indukan serta beberapa jagoan untuk lomba. Bonsai dan murai itu sama, perlu waktu dan perawatan untuk bisa dinikmati. Dirumah menikmati keindahan bonsai dan murai bisa ngilangin stress pokonya” ujar om Rust Wijawa pemilik GMT BF yang tergabung dalam APBN Korwil Bekasi Raya

Salah satu indukan pilihan GMT, katurangan dan posturnya tidak perlu diragukan lagi.

Saat ditanya jumlah burung yang dimilikinya om Rust Wijaya mengakau total kurang lebih ada 100 ekor burung yang dirawatnya. Paling banyak tentunya murai batu selain beberapa burung jenis lomba lainya dan beberapa burung masteran. Semua burung dirawatnya sendiri, karena om Rust ingin menikmati segala proses yang ada untuk menghilangkan segala kepenatan yang ada.

Indukan yang ada di GMT BF rata-rata mempunyai postur dan katuranggan yang istimewa. Karena om Rust Wiaya sangat mengutamakan katuranggan dalam memilih indukan. Indukan ada yang berasal dari burung muda hutan dan burung prestasi yang di belinya di lapangan.

KH jr, salah satu anakan GMT BF – mempunyai postur yang menawan

“Secara prestasi masih kalah sama yang lain. Karena untuk rawatan juga masih kurang, burung-burung jagoan semua tinggal serumah jadi tempur semua dirumah giliran dilombain kurang jadi kurang maksimal. Tapi minimal hampir semua indukanya di GMT BF sudah pernah jadi juara di EO sekitaran Cikarang sini. Untuk indukan saya utamakan yang mempunyai katuranggan bagus harus istimewa. Jadi syarat utamanya burung harus ngganteng kalo mau jadi indukan GMT BF. Karena harapan saya nantinya akan menghasilkan anakan yang katurangganya istimewa, ngganteng-ngganteng juga jadinya” ujar om Rust Wijaya.

BHRK jr, salah satu anakan GMT BF – mempunyai postur yang menawan

Anakanya GMT BF sudah ada beberapa yang prestasi, salah satunya yang pernah di bayar oleh om Adin Panda. Sering masuk juara satu di seputaran Cikarang, sudah beberapakali pindah tangan dan berita terakhir burung tersebut sudah di take over orang Indramayu.

Om Rust Wijaya juga berpedoman untuk menjadi indukan berkualitas, burung harus mapan secara umur. Indukan yang dimilikinya rata-rata berusia diatas 8 tahun sekitar 20 ekor, dan termuda adalah bahan bahorok yang baru rata-rata sudah 3x mabung sebanyak 9 ekor. Hal itu yang membuat produksi trotolnya belum terlalu banyak walau sudah menangkarkan burung sejak 8 tahun yang lalu. Indukan yang ada sering kali di bongkar pasang untuk mendapatkan trotolan yang istimewa. Berbeda dengan penangkar lain yang mengejar produksi trotolan, om Rust Wijaya tidak segan untuk bongkar pasang indukannya supaya menghasilkan trotolan yang lebih berkualitas secara katuranggan lebih bagus.

Om Rust Wijaya GMT BF – Tidak segan melakukan bongkar pasangan walau sudah produksi

“Saya sering bongkar pasang indukan, selama ini ketolong ada Ebod Breeding dari Ebod Jaya. Buat nyamain birahi jantan betinanya enak disamping EF nya juga yang harus saya perhatiin” ujar om Rust Wijaya

Prestasi anakan GMT BF yang sudah beberapa kali berpindah tangan karena prestasinya.

Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai anakan GMT BF  om Rust Wijaya mempersilakkan untuk dating kerumahnya di daerah Cikarang atau tlp/wa +62 858-8349-0322.

“Kalo mau cari anakan murai yang ngganteng-ngganteng, katuranganya bagus, istimewa bisa datang kemari, sambil pantau langsung indukanya biar lebih puas. Tapi inti utamanya  adalah silaturahmi, sambil bertukar pengalaman, itung-itung nambah temen” tutup om Rust Wijaya.