Gerandong Milik Bang Ali dari Pasarbatang Brebes

138

Mediaronggolawe.id – Satu lagi sisi lain dari hobi. Selain untuk menghilangkan kejenuhan, untuk hiburan, ternyata juga dapat dijadikan sebagai tabungan. Seperti profil kali ini, seorang yang sehari-hari sebagai pedagang somay, mempunyai hobi merawat burung, cucak hijau adalah burung yang paling disukai. Awal memperoleh burung, membeli yang belum jadi (bahan-red), artinya burung yang sama sekali belum pernah turun ke lapangan lomba, kemudian dirawat sampai ke tahap mengikuti kontes.

Pria ini akrab dipanggil Bang Ali, umur 25 tahun,  asli dari Pasarbatang Brebes. Hobi, merawat burung sejak SMP, sampai sekarang. Di rumahnya, Pria yang hidup sebatang kara ini memelihara 3 ekor burung semuanya cucak hijau. “Saya paling suka dengan cucak hijau, dari dulu…”, demikian Bang Ali mengawali obrolan menjelang latber di New BBC Brebes.

Laki-laki yang masih lajang ini, kegiatan sehari-harinya, mulai pagi sampai siang hanya merawat burung, kalau kebetulan ada latber, Dia membawa burungnya ke lapangan, itu pun tidak sampai selesai, artinya Bang Ali hanya bisa mengikuti 1 sesi saja, karena pukul 16.00 wib, Dia harus menjajakan dagangannya, yaitu somay.

Bang Ali memang seorang pedagang somay, sudah hampir 2 tahun pekerjaan itu ditekuni. Sebelumnya Dia berdagang bakso. Kalau berdagang bakso, sudah dilaluinya sejak SMP, jenuh dengan berdagang bakso, ganti sekarang berdagang somay.

Ketika artikel ini diangkat, kebetulan Bang Ali selesai mengikuti latber, dan cucak hijaunya yang diberi nama “Gerandong” meraih juara 1. “Alhamdulillah…”, katanya, dan mulailah perbincangan Kami tentang cucak hijau miliknya. Mulai dari perawatan sampai perlombaan.

Dalam perawatan burung, setiap pagi pukul 06.00 sampai 07.00, burung dikeluarkan / diembunkan, kemudian pukul 13.00 sampai dengan 14.30 wib, burung dikeluarkan lagi dengan cepuk tempat mandi terisi penuh di dalamnya, burung dibiarkan mandi sendiri, setelah itu burung dijemur sekitar 30 menit, kemudian sekitar pukul 16.00 burung dikerodong lagi. Mulai lah Bang Ali dengan profesinya, berdagang somay.

Untuk perawatan ketika burung mau diikutkan dalam kontes, tidak beda dengan perawatan harian biasa, hanya 3 hari sebelumnya, diberi jankgrik setiap paginya 5, sore 5, dan di tempat lomba, diberi ulat hongkong 10 ekor. Cucak hijau rawatan Bang Ali ini memang istimewa, sering bongkar isian burung prenjak, kadang disusul suara tembakan.

Jika ditanya, kemana saja Bang Ali pernah mengikuti kontes burung, “Saya jarang mengiktui lomba jauh, karena sore harus dagang”, demikian katanya. Pernah ditawar berapa burungnya ?, “Pernah ada yang menawar 2 juta, tapi saya masih sayang untuk menjualnya,”. Kenapa Bang Ali ?, “Biar laku mahal, untuk modal kawin,,,,”, jawabnya santai sambil berpamitan pulang, karena memang waktu sudah hampir pukul 16.00, waktunya berdagang. (yus tegal)