Dua Kali Lombanya Terdampak Bencana Selat Sunda, Om Aan Ronggo Pantang Menyerah

87

“Ini kali kedua, setelah sebelumnya di Piala Walikota Bekasi. Tapi alhamdulillah semua bisa dilewati, semua berkat kerja tim dan dukungan dari pemain juga” ujar om Aan Ronggo saat dimintai komentar soal ganguan di Piala Indonesia 3.

Seperti kita ketahui saat digelar Piala Indenesia 3 terjadi pemadaman listrik hampir seluruh wilayah Pulau Jawa, termasuk Bekasi. Kejadian itu karena efek gangguan yang terjadi di pembangkit listrik Suralaya. Kejadian ini benar-benar berdampak sangat luar biasa, tidak hanya listrik tapi juga sangat jalur komunikasi menjadi terganggu.

“Walau dibeberapa media diberitakan ini bukan dampak dari gempa Selat Sunda tapi saya tetap beranggapan demikian. Saat ada berita gempa di hari Jumat saya sudah perfikiran besok minggu ada kejadian apa ni. Soalnya pengalaman di Piala Walikota sehabis gempa dan Tsunnami efek letusan Gunung Krakatau di sana hari minggunya anginnya kenceng. Sampai-sampai terpal gantangan teranggat, banyak padock pemain yang rubuh. Padahal hari Sabtunya saat prepare pasang gantangan cuaca sangat bagus” ujar om Aan

Om Bewok Ronggo – Ketua DPW Jakarta “dulur lanang” yang terus memberi suport.

Saat Piala Walikota Bekasi 2 digelar juga setelah terjadi gempa dan tsunami efek letusan gunung Krakatau. Disekitaran Bekasi angin bertiup sangat kencang, di sesi-sesi terakhir terpat gantangan dilepas untuk menghindari tiupan angin kencang. Banyak pemain yang mengembalikan tiket karenanya. Terutama dikelas kicauan karena burung tidak akan kerja maksimal.

Begitu pula saat Piala Indonesia 3, pemadaman listrik total menyeluruh membuat panitia kesulitan mendapatkan genset karena semua dipakai masing-masing.

“Kita sudah muter cari ke tempat yang biasa menyewakan genset tapi semua dipakai. Jalur komunikasi yang terputus sangat menyulitkan jadi tidak bisa telpon kemana cari info genset yang ada. Akhirnya kita pasrah saja, jam enam sore tepat kita mainkan sesi terakhir. Tersisa enam sesi lagi yang seharusnya juga full gantangan, karena hampir semua tiket sudah terjual. Mirip kejadian di Piala Walikota pemain akhirnya mengembalikan tiket” ujar om Oesman salah selaku ketua pelaksana.

Pengawal-pengawal hebat salah satu kunci sukses Piala Indonesia 3

“Kita ambil sisi positifnya saja, terlihat dari antusias pemain yang selalu stanbay memantau jadwal terlihat bahwa Ronggolawe Nusantara masih di cintai pemain. Juga dari kerja tim, saya salut saling menutupi kekurangan, di lapangan penjuria, di panitia semua rapi. Soal pengembalian tiket di sesi akhir itu wajar karena kondisi sudah gelap. Tapi over all semua yang terlibat di Piala Indonesia 3 hebat” ujar om Hany Faroko yang juga terlibat langsung mengawal jalanya lomba.

Walaupun tampa listrik, tanpa pengeras suara lomba Piala Indonesia 3 tetap berjalan kodusif. Masing-masing pemain terus memantau jadwal yang dimainkan. Dibantu MC yang selalu keliling area lomba untuk mengumumkan jadwal yang akan dimainkan.

“Bisa jadi karena gelar PK – Pendekar Krakatau belum mau dilepas makanya sampai dua kali kejadian seperti ini. PK ngga ikhlas Om Aan main paud kayanya” ujar om Anjar sambil bercanda.

Selalu di cintai kicau mania, dengan antusias terus memantau jadwal supaya tidak tertinggal jadwal main.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang terlibat, om Hany, Bewok Ronggo, rekan-ekan APBN kang Dody Naga & om Ridho Pulungan, juga om Novri Ansah yang sudah mengawal berjalanya lomba sampai selesai. Juga buat juri-juri dan semua panitia yang bertugas, hari ini semua strong” ujar om Aan di akhir gelaran lomba.