7 Merah 1x Tarikan, Diuntul Burung “Emprit” LB Cepot Stabil Dijalur Juara – Om Bambang Bekasi

356

Bekasi (19/05), ada yang menarik di kelas Love Bird. Ketegangan pemain terlihat berbeda, bukan hanya dirasakan oleh pemain yang burungnya tidak bunyi, tapi juga dirasakan oleh pemilikburung juara yang poinya sudah banyak. Batasan poin adalah penyebabnya, mereka berharap supaya burungnya sudah tidak bunyi lagi di saat poinya sudah banyak. LB Cepot milik om Bambang salah satunya. Ditarikan pertama sudah mendapat tujuh poin merah. Dan akhirnya berhasil menjadi juara satu dengan poin 1.600an, batasan poin adalah 1.800. Banyak pemian yang mengaku senang dengan batasan poin ini.

“Tarikan pertama tadi merah tujuh, Cuma tiga kali narik tadi poinya 1.600an, untung digodain bisa respon jadi poinnya tidak bablas. Batasan poin, makanya kita juga mesti pinter-pinter ngerem biar poinya ngga bablas” ujar om Bambang pemilik LB Cepot.

LB Cepot 7tahun (Om Bambang)- untulan nyeleneh tapi tetap bisa juara.

Akan tetapi ada satu yang sangat menarik saat saat kita sambangi tempat nongkrong LB Cepot tempat Om Bambang dan rekanya berkumpul. Akan kita dapati seekor love bird  yang dicampur dengan burung pipit “emprit”. Cepot adalah burung jagoan Om Bambang sudah sejak tujuh tahun lalu, sempat vakum tidak jalan akhirnya di “glodokin”. Baru tiga tuhun terakhir ini di mainkan kembali. Berawal dari iseng dengan memasukkan burung emprit tiga tahun lalu, ternyata bisa membuat Cepot kembali tampil dan stabil juara. Burung emprit akan di kejar-kejar sampai Cepot puas bermain.

“Ngga tiap hari diuntul, pas kalo birahinya udah naik aja. Kalo udah kelihatan nakal, durasi pendek-pendek baru diuntul lagi. Tinggal beli burung emprit yang dijual di sekolah-sekolah. Trus tinggal masukin aja biar puas main. Pakan harian Cuma pake miltih, mandi cepuk semuanya aja” Ujar om Bambang.

Banyak prestasi yang telah diraihnya, untuk kelas latberan sudah pasti. Di event nasional Om Bambang hanya main saat ada event di Bekasi saja, Piala Indonesia dan Piala Walikota. Menjadi Juara 3 di Piala Walikota prestasi terakhir di tingkat nasional.

“Cuacanya waktu itu serem om, anginnya kenceng banget. Kandang goyang-goyang, masih bisa juara tiga juga udah beruntung” kenang Om Bambang saat lomba di Piala Walikota.