Ditengah-tengah Merosotnya Harga LB, Imam Asal tegal Mempunyai Trik-trik Khusus Agar Tetap Eksis

273
?????????????

Mediaronggolawe.id – Topik pembicaraan tentang burung piaraan, khusunya jenis pemakan biji-bijian, lovebird, sepertinya tidak pernah habis. Meskipun beredar kabar mahalnya milet, pakan lovebird, dan murahnya harga jual anakan, namun penggemar burung yang satu ini tetap saja memburu lovebird sebagai burung andalannya.

Adalah Desa Gumayun Kec Dukuh Waru Kab Tegal, jika ditempuh dari Slawi dengan sepeda motor, hanya memakan waktu 10 menit, ke arah barat. Seorang peternak lovebird yang masih mengandalkan pencahariannya dengan menjual hasil ternakan. Imam, demikian akrab dipanggilnya, meski issue harga anakan lovebird menurun (drastis), namun Dia masih tetap bertahan, bahkan mampu menjual hasil ternakannya di atas 250 ribu rupiah untuk tiap ekornya.

Ditengah harga milet yang melambung, mencapai 1 kg  Rp. 24.000, Pemuda yang biasa diapanggil Imam Kyeh ini mempunyai cara tersendiri dalam menjual hasil ternaknya agar tidak merugi. Apa kiat-kiat agar ternakannya tidak jatuh dan tetap menghasilkan ? Berikut Imam memberikan kiat-kiatnya.

Jumlah indukan lovebird yang menghasilkan telur / anakan mencapai 20 pasang. Anakan yang sudah berumur sekitar 2-3 minggu, dipisah dengan induknya, kemudian diloloh sendiri agar induknya produksi lagi. Anakan-anakan yang sudah dipisah, dan sudah bisa makan sendiri dicampur dalam satu kandang besar (ombyok). Dalam kandang besar/koloni, biasanya anakan-anakan tersebut mendapat pasangan-pasangan sendiri. Dari anakan yang sudah berpasangan itu kemudian di pisah dalam kandang tersendiri, sehingga dalam satu kandang hanya terdapat dua ekor burung. Selama burung dalam satu kandang, biasanya terjadi kecocokan satu sama lain, sehingga kalau di pisah dengan lain kandang, mereka saling mencari, ini lah yang kemudaian orang menyebutnya burung ngekek, tak berhenti, yang sebetulnya burung ngekek itu karena mencari pasangannya.

Dari kebiasan di atas , Imam yang kesehariannya memang berada tidak jauh dari kandang, mengetahui mana-mana burung jika dipisah, ngekek mencari pasangannya, dicoba di lapangan untuk mengikuti latber. Dari pengalaman yang dialaminya, burung yang diperlakukan seperti itu, sering menjadi juara. Dari burung yang juara itu lah, imam menjual anakan lovebirdnya dengan harga yang lumayan. “Yang penting ada upah untuk memelihara..” Katanya.

Karena cara yang dilakukan Imam harus selalu membawa hasil ternakannya ke lapangan, maka hampir setiap sore, Dia selalu datang ke tempat-tempat latber, dan Imam termasuk salah seorang militan gantangan Ronggolawe, karena seberapapun jauhnya, Dia pasti datang. Dan burungnya pun sering menyabet juara.

“Jadi kuncinya agar burung tetap dengan harga yang stabil, burung harus punya prestasi di lapangan. Paling tidak menunjukkan kualitasnya di lapangan. Dan untuk selanjutnya perawatan diserahkan kepada pembelinya.” Demikian lanjut Imam Kyeh yang asal Desa Gumayun Tegal.