Dewa Bambu, Modal Jagung Muda Selalu Menguasai Lomba Kelas Kenari

206

Ada yang menarik diramainya perburungan belakangan ini. Yaitu kelas kenari. Di arena latber, keberadaan kelas kenari hampir tidak ada pesertanya. Walaupun dibeberapa tempat masih ramai. Tetapi ketika di kompetisi regional atau nasional, peserta kenari selalu ramai bahkan sering kali penuh pesertanya. Mungkinkah ada pemain kenari yang pindah haluan ke jenis burung lain ?

Bisa jadi karena memang pemain kenari sekarang lebih sering turun dengan membawa komunitas. Tetapi itu tidak terjadi kepada Teguh Budiman. Dia terus konsisten merawat dan menurunkan kenari-kenari andalannya dalam suatu kompetisi. Memang ada beberapa jenis burung yang dibawanya ke arena. Menurut dia, itu hanya sebagai pelengkap saja. Karena lovebird yang dijadikan master untuk koleksi kenari lombanya ada yang bagus juga dan bisa ngekek panjang.

“Dari awal main burung lomba ya saya sudah jatuh cinta dengan kenari. Walaupun pilihan jenis burung di luar kenari cukup banyak. Tetapi saya tetap hanya memainkan kenari. Karena saya sudah hafal dengan karakter kenari. Kalo saya main burung lain, berarti saya harus belajar dari nol lagi untuk bisa memahami karakter burung tersebut. Biarlah saya tetap dijalur kenari. Toh masik banyak sekali penggemarnya dalam arena lomba. Masih sangat menarik”, ucap Teguh Budiman memulai pembicaraan dalam suatu arena kompetisi di bilangan Jakarta Timur.

Konsistensi yang dilakukan Teguh membuahkan hasil yang cemerlang. Sudah cukup banyak kenari-kenari hasil polesannya yang telah menjadi koleksi orang lain dan tetap meramaikan arena kompetisi. Dan belakangan ini ada salah satu kenari polesannya yang terus bisa meraih juara. Dewa Bambu namanya.

Yang menarik adalah bukan namanya. Tetapi kebiasaan Dewa Bambu itu sendiri yang bisa dikatakan sedikit berbeda dengan kenari lainnya. Ternyata Dewa Bambu sangat menyukai jagung muda. Kita tentu sudah tau bahwa kenari sangat menyukai sayuran sebagai ekstra foodingnya. Apel, ketimun, sawi putih itu sudah biasa. Tetapi untuk jagung muda mungkin hanya Dewa Bambu yang sangat menyukainya.

“Memang ada cerita unik tentang jagung muda. Dewa Bambu pakan hariannya biasa aja. Seperti kenari lainnya. Pakan utama hanya menggunakan pakan kenari kotak Ebod Jaya. Kadang saya memberikan juga yang kemasan sachet. Ekstra foodingnya apel. Mandi juga hanya mengandalkan cepuk saja. Jemur hanya pagi hari saja. Dengan rawatan seperti ini Dewa Bambu gacor sekali. Irama lagunya juga luar biasa. Panjang dan nyaris tanpa jeda. Tapi ketika saya bawa ke lomba, Dewa Bambu malah birahi dan cenderung ngejeruji. Pusing saya melihatnya. Gimana mau juara kalo begini adanya”, papar Teguh memulai pembicaraan rahasia Dewa Bambu.

“Suatu ketika saya iseng. Ada temen saya yang main lovebird dan saya minta jagung mudanya untuk saya berikan ke Dewa Bambu. Pada awalnya dia hanya mematuk-matuk. Tetapi setelah saya perhatikan lebih lama, ternyata Dewa Bambu memakannya. Setelah kejadian itu Dewa Bambu selalu saya kasih jagung muda setiap hari. Ketika saya lombakan saya juga heran.Dewa Bambu sudah tidak ngejeruji lagi. Memang tidak langsung juara. Tetapi sekarang beda lagi. Dewa Bambu sering juara satu berkat jagung muda”, tambah Teguh membongkar rahasia Dewa Bambu.

Seperti yang disampaikan Teguh juga. Bahwa kadang ada saja yang hal-hal yang membuat burung kita bisa juara. Karena rawatan burung untuk lomba beda dengan burung rumahan. Apabila untuk lomba kita ga pusing dia gak bunyi di rumah. Tetapi harus mau bunyi atau kerja ketika dilombakan. Semoga apa yang sudah saya lakukan bisa menjadi inspirasi untuk penggemar kenari lainnya. Bahwa kita harus tau betul karakter atau maunya kenari kita. Karena tiap-tiap kenari mempunyai karakter yang berbeda.

Teguh juga sangat senang diskusi. Dan sharing berbagi ilmu atau pengalaman. Untuk rekan-rekan yang ingin berkomunikasi dengan Teguh. Anda bisa menghubunginya di +62 813-1644-1987. (red#1)