Denok Jago Bablas Point, Irvan Patitucci Selalu Bidik Kompetisi Nasional

281

Ada yang sangat menarik dalam kompetisi jenis burung lovebird. Yaitu pembatasan point penilaian. Jadi ketika lovebird anda melampau batasan yang diatur oleh panitia, maka lovebird anda tidak bisa menempati posisi kejuaraan.

Memang ini hanya lazim ketika anda turun dalam latberan atau kompetisi lokal. Sudah banyak EO yang memberlakukan batasan poin dalam kelas lovebird. Misalnya ada batasan poin sebesar 1.200. Maka ketika ada peserta lovebird yang poinnya lebih dari 1.200, maka lovebird tersebut kena diakualifikasi. Dan hal ini sudah menjadi aturan yang sudah diketahui oleh pemain lovebird.

Hal ini dilakukan EO latber atau lokalan bukan tanpa alasan. “Kita tentu paham bahwa lovebird yang biasa turun dalam kompetisi nasional durasi ngekeknya luar biasa. Jadi ketika turun di latber bisa membuat pemain akar rumput enggan turun. Maka keluarlah aturan pembatasan poin ditingkat latberan. Jadi imbang. Burung seperti apapun boleh main tapi harus taat aturan. Tapi dalam kompetisi skala nasional tidak ada aturan seperti ini”, ungkap Jhon salah satu EO di daerah Jakarta Timur.

Hal ini berimbas kepada Denok. Lovebird besutan Irvan Patitucci ini sering kali bablas poin ketika turun dalam kompetisi lokalan. Denok selalu berhasil meraih poin di atas angka 1.500. Karena durasi Denok ketika ngekek memang bisa mencapai 1,5 menit. Bahkan ketika kondisinya sedang vit bisa ngekek sampai 2 menit.

Denok memang luar biasa. Lovebird betina yang satu ini memang punya bakat khusus. Apa lagi perawatnya, Irvan Patitucci atau yang biasa disapa Irvan ini sangat mengerti betul apa yang jadi kebiasaan Denok.

“Sangat beruntung saya bisa merawat Denok. Memang dasarnya burung bagus. Dan saya merawatnya dengan sepenuh hati. Wajat saja Denok menjadi momok ketika turun kompetisi. Cuma memang saya kadang membawa Denok di kompetisi lokalan. Alhasil Denok sering kena diskualifikasi. Itu tidak jadi masalah. Yang penting ketika Denok kerja maksimal bisa membuat hati saya puas”, ucap Irvan, anak muda yang sangat murah senyum dengan rendah hati.

“Denok terakhir turun di Piala Presiden RI, Sentul. Kali ini Denok berhasil mengibarkan Banteng Merah SF dalam kompetisi nasional. Di kelas lovebird fighter Denok berhasil merebut posisi tiga besar. Dan main di sesi berikutnya masih dapat nominasi juara”, ucapnya lagi.

“Banyak yang menanyakan rawatan Denok. Dan saya selalu memberikan informasinya. Ga boleh kita menutupi ilmu yang sudah kita dapat. Denok itu punya masteran. Dari awal Denok saya tempel dengan kenari gacor. Ini tujuannya supaya lovebird kuta ikut terpancing ngekek panjang mengikuti kenari yang gacor. Satu lagi yang tidak kalah penting. Denok sehari-hari selalu diberikan Ebod Vit”, lanjut Irvan yang tinggal di Pondokranggon, Jakarta Timur menambahkan.

Dan untuk penggemar lovebird yang ingin sharing tentang rawatan lovebird, Irvan selalu terbuka. Dan anda bisa menghubunginya lewat telpon atau WA di 0852 8554 5290 (red#1)