Dengan Ebod Breeding, Izunx BF Penuhi Order 40 Pasang Trotol dalam 5 Bulan

245

Mediaronggolawe.id – Sosoknya santai. Umur baru 37 tahun. Bawaannya sederhana. Tapi hobinya luar biasa. Kicau Mania. Hobinya itu dimulai ketika masih duduk di bangku SMP, dan sampai sekarang hobi itu tidak pernah ditinggalkan. Mulai dari memiliki burung ciblek (awal memelihara burung), cucak hijau, sampai murai batu.

Setelah lulus SMA, meskipun masih memelihara burung, tapi kegiatan open-open burung terhenti karena pengin fokus kuliah. Hanya sesekali kalau pas pulang, iseng-iseng ikut latberan. Setelah lulus S1, 2005, kembali ke Brebes dan bekerja di Kospin Jasa. Mulai hobinya berlanjut lagi. Antara kesibukan pekerjaan dan hobi ternyata bisa dikombinasikan. Kebetulan Direktur Kospin Jasa (waktu itu-red) juga mempunyai hobi yang sama, memelihara burung. Siapakah Sosok yang dibicarakan ini ? Ibung Darojatun Luhuri. Pemuda asal Brebes.

Meskipun pekerjaan dan hobi bisa dikombinasikan, namun pada bulan Agustus 2015, Dia mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai karyawan Kospin Jasa, meski pun sudah mempunyai jabatan, memilih fokus dengan hobin barunya. Ternak murai batu.

Di awali dengan sepasang murai batu, mulailah mencoba ternak murai batu. Hanya dengan kandang berukuruan 1  x 1 x 1 m, ternyata berhasil. Murainya bertelur dan menetas. Karena rasa senangnya, trotolan murainya diloloh sendiri. Mulai lah Ibung menambah murai2nya.

Ibung, dengan cikal bakal kandang ternakannya

Untuk menjaga kesehatan dan stamina trotolannya, Ibung selalu menggunakan vitamin produk Ebod jaya, EBOD JOS.  Terbukti, trotolannya banyak yang diminati oleh Kicau Mania, dan setelah dewasa, banyak yang moncer di lapangan.

Tahun 2017, Ibung kembali melamar pekerjaan di Baznas Brebes dan diterima menjadi karyawan Baznas Brebes, Badan Amil Zakat nasional. (tugas Baznas : mengumpulkan dana zakat dari ASN / Dinas-dinas/guru se-kab.brebes serta menyalurkan bantuan kepada 8 ashnaf, fakir,miskin,mualaf,ibnu sabil, fisabilillah, ghorim,riqob – red). Meskipun demikian, ternak murai batunya tetap jalan terus, bahkan Ibung mampu membayar seorang karyawan untuk memlihara ternakannya.

Pada tahun 2018, dengan modal trotolan, Ibung mendaftar menjadi mahasiswa pasca sarjana (S2) di Tegal, dan tidak sia-sia beternak murai, tahun 2020, Dia berhasil lulus Pasca Sarjana, dengan gelar M.M (Magister Management). Karena beaya kuliah S2 ditopang oleh murai batu, banyak teman-temannya memanggilnya Magister Murai.

Bercerita tentang keberhasilan Ibung dengan ternakannya, bagaimanakah cara Dia mengatur waktu dan mengelola ternakannya ? Kembali ke awal cerita, 2015, sepasang murai batu yang dimilikinya, dengan kandang yang hanya berukuran 1 x 1 x 1 m, kemudian menambah lagi sepasang murai batu, menambah sepasang lagi, hingga tahun ke 3, hanya memiliki 3 pasang. Biar cepat produksi, trotolan diloloh oleh Ibung sendiri. “Sejak tahun pertama sampai tahun ke tiga, Saya selalu memakai Ebod Jos sebagai asupan vitamin”. Demikian kata Ibung.

Mulai tahun ke empat, jumlah induk mura batu 10 pasang dan ukuran andang mulai diperlebar, dan pada tahun ke empat ini pula  trotolan diloloh oleh induknya sendiri, dan ternyata, ketika trotolan diloloh oleh induknya, hasilnya, trotolan lebih agresif dan lebih gacor. Hanya burung sedikit agak liar (giras-red). “Mulai diloloh induk, vitamin Saya ganti dengan Ebod Breeding, karena kunci utama ada di induknya”, demikian Ibung menambahkan. Diantara trotolannya yang moncer, oleh pemiliknya diberi nama Jack Sparow, Hercules, Thole, Akso, Si Gundul, Jordan, dan masih banyak yg tidak sempat teridentifikasi.

Berapakah harga trotolan jika Kicau Mania berminat untuk memilikinya ? Ibung yang menjadi anggota APBN Nomor : 332909220283001 menjawab, “Tidak mahal, antara 2 – 4 juta”, jawabnya. Terakhir Ibung menerima pesanan trotolan sejumlah 40 pasang, dan pesanan ini dapat dipenuhi selama 4-5 bulan. Luar Biasaaa !!!.  Jika ditanya gaji dengan penghasilan ternak murai batu, banyak mana ?, Ibung hanya tersenyum, sambil memberikan nomor ponselnya +62 856-0032-9929.