DEKLARASI NASIONAL ASOSIASI PENANGKAR BURUNG NUSANTARA DAN LOMBA BURUNG BERKICAU APBN AWARD (SEMUA KELAS LOSSGAN)

54

Asosiasi Penangkar Burung Nusantara, yang awalnya dibentuk sebagai reaksi penolakan terhadap Permen LHK Nomer 20/2018 tentang satwa dan tumbuhan yang dilindungi. Selain APBN, segala cara penolakan diupayakan, batal demo di Jakarta karena menghormati gelaran ASIAN GAMES, Kang Ebod dari Ebod Jaya dan Ronggolawe menggelar aksi damai di depan Kantor BKSDAE Bandung bersama organisasi perburungan yang lain dan kicau mania Bandung dan sekitarnya, ada juga kicau mania yang terlanjur di jalan yang sedianya akan berangkat ke Jakarta, namun karena dibatalkan akhirnya mereka ke Bandung.

Akhirnya benar-benar digarap secara serius, segala usaha untuk menolak permen dilakukan salah satunya memalui APBN, setelah dilakukan deklarasi dibeberapa tempat, dengan masukan dari para penangkar, Kang Ebod sebagai salah satu inisitor dan yang paling serius menggarapnya melihat perlu ada sebuah wadah yang jelas, yang bisa menjadi mitra pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Jelas disini dalam arti jelas keberadaanya, anggotanya, berbadan hukum,  dan bisa memberi data nyata yang bisa dipetanggung jawabkan. Selain itu Kang Ebod juga melihat perlu adanya wadah yang bisa menyatukan dan mengedukasi para penangkar yang ternyata jumlahnya begitu banyak dan sudah tersebah hampir diseluruh nusantara. Oleh karenanya beliau bertekad untuk terus melanjutkan program APBN, walau saat itu Permen sudah direvisi.

Kang Ebod benar-benar semangat, terbukti disetiap deklarasi daerah beliau selalu hadir. Untuk setiap wilayah pembentukan APBN disebut korwil, sampai saat ini sudah 18 korwil APBN terbentuk. Sebagai contoh, deklarasi Korwil Cilacap, Korwil Kebumen, Korwil Solo semua dilaksakan dalam waktu tiga hari berturut. Dengan penuh semangat Kang Ebod datang menghadiri dan menyapa langsung para penangkar yang hendak menjadi anggota APBN. Awalnya banyak penangkar yang ragu menjadi anggota, banyak yang hadir di deklarasi tapi dengan posisi melihat dulu, apa itu APBN, mau dibawa kemana APBN. Namun dengan pemaparan yang jelas, dan melihat langsung Kang Ebod yang mau berkorban manteri dan tenaga, akhirnya mereka mau bergabung bahkan sangat mendukung terhadap pembentukan APBN.


Seperti selalu disebut oleh Kang Ebod dalam setiap kesempatan deklarasi,

“APBN ini terbuka untuk siapa saja, kalo sekiranya membawa manfaat silahkan bergabung dan sebaliknya kalo tidak ada manfaatnya tidak bergabungpun tidak apa-apa. Dan  APBN juga  mandiri, dari penangkar untuk penangkar. Tidak ada kaitanya dengan RN, kepengurusan  semua ditentukan oleh anggota yang para anggota APBN yang merupakan penangkar. Kalo saat deklarasi diurus oleh RN itu wajar, karena jaringan RN sudah  luas jadi saya lebih mudah kordinasinya. Tapi kedepan setelah semua terbentuk, APBN bisa berjalan sendiri untuk urusan internal APBN”

Banyak yang ragu karena APBN ditakutkan berafiliasi dengan Ronggolawe Nusantara dan hanya akan jadi ajang promosi Ebod Jaya yang nantinya akan meberatkan para anggotanya, serta ketakutan bahwa data mereka nantinya akan masuk ke pemerintah saat awal Permen belum direvisi. Semua terjawab saat mereka hadir dan mendengarkan langsung penjelasan Kang Ebod. APBN sama sekali terpisah dari Ronggolawe Nusantara (RN), semua pengurus APBN adalah orang-orang diluar RN yang dibentuk dan ditunjuk langsung oleh anggota dimasing-masing korwil. Anggota APBN bebas dari mana saja, Kang Sofyan Juandi atau biasa dipanggil Kang Pian adalah Panglima Rajawali Indonesia  yang juga merupakan penangkar murai batu menjadi Pembina Pusat APBN. Kang Pian diangkat saat beliau hadir di Deklarasi Korwil DKI Jakarta. Ada juga M. Khadavi – Lampung yang merupakan ketua BnR, juga menjadi Pembina Pusat APBN, serta Ko Aseng Helmet yang merupakan kicau mania senior dari Tangerang, dulunya juga  merupakan pengurus BNR.

“Akan banyak manfaatnya, dari hal kecil yang paling nyata saja, untuk saling bertukar ilmu, bertukar pengalaman supaya semua bisa menjadi penangkar yang sukses” ungkap Kang Pian

 

Banyak mimpi Kang Ebod memelalui APBN ini, diantaranya soal eksport murai batu. Seperti kita ketahui murai batu mulai diminati di beberapa Negara eropa, diantaranya Belanda. Tapi seperti kabiasaan Kang Ebod, segala sesuatunya akan  digarap dari hal terkecil terlabih dahulu, menguatkan pondasi didalam baru nantinya akan membangun keluar. Seperti menangggapi masukan dari om Giri Prakosa saat Deklarasi Korwil DKI Jakarta. Om Giri menyayangkan kalo organisasi sebesar APBN hanya dijadikan ajang sharing jangkrik dan jual beli trotolan. Masukan yang sangat bagus, tapi semua ada tahapanya jawab Kang Ebod, kuatkan dulu pondasinya, kuatkan kordinasi antar korwil, kalo sudah kuat dan solid dari hal-hal yang terkecil baru nanti beranjak ke hal yang lebih besar.

Korwil yang sudah terbentuk dibebaskan untuk melakukan kegiatan masing-masing, untuk memajukan setiap anggotanya. Berbagi ilmu dan pengalaman dalam menangkarkan, atau berbagi informasi lain. Korwil dan Ketua yang sudah terbentuk diantaranya :

  1. Bandung – Allan Al Rahman
  2. Bogor – Yoen Yuana
  3. Subang – Didin Kumis
  4. Cilacap – AO Sugiarto
  5. Kedu – Sigit Basuki
  6. Jakarta – Moelyono
  7. Solo – Rudi Jenawi
  8. Pati – Sofyan
  9. Salatiga – Faidzin
  10. Banten – Aseng Helmet
  11. Priangan (Tasik, Ciamis Garut) – Deni Darisman
  12. Bekasi Raya – Hasan Pambudi
  13. Manado – Lilik Fadori
  14. Surabaya – Ainul Yakin
  15. Pemalang – Haryanto
  16. Lampung – Abrakadabra
  17. Ciayumajakuning (Cibebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) – Pepeng 63
  18. Sumbar – Noki

Untuk peternak burung endemik Indonesia (Murai Batu, Jalak Suren, Jalak Bali, Anis Merah, Anis Kembang, Cucak Hijau, Ciblek dll) yang ingin masuk menjadi angota APNB dapat menghubungi Ketua Korwil di wilayah masing-masing. Segera menyusul untuk deklarasi Korwil Medan, Yogyakarta, Pekalongan dan terakhir Purbalingga.

Acara puncak dari deklarasi daerah adalah Deklarasi Nasional dengan tuan rumah APBN Korwil Jakarta dan Ronggolawe Nusantara DPW DKI Jakarta, yang sudah dijadwalkan pada Sabtu, 15 November 2018, dilanjutkan dengan Lomba dan Pameran Hasil Penangkar APNB Minggu, 16 November 2018 yang akan dilaksanakan di Taman Bunga Wiladantika Cibubur. Masing-masing korwil diharuskan mengirimkan perwakilanya untuk hadir, semua biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh Kang Ebod. Agenda deklarasi ini adalah pemilihan Ketua Umum yang adak disebut sebagai Perdana Menteri, dan perangkat pengurus pembantunya yang akan disebut Menteri dan agenda terpenting kali ini adalah pembahansan AD/ART APBN, oleh karenanya Kang Ebod sangat berharap bahwa setiap Korwil harus datang masing-masing perwakilanya.

Untuk run down acara deklarasi seperti yang sudah dikonfirmasikan kepada Kang Dody Naga selaku Kornas APBN sebagai berikut. Sabtu, 15 November 2018  peserta sudah bisa mulai registrasi, check in dan beramah tamah antar sesama anggota mulai jam. 12.00 – 15.00. Setiap peresta akan mendapatkan kenang-kenangan menarik berupa jaket sweeter dan helm APBN. Kemudian berkumpul kembali untuk acara inti dilokasi, dimulai awali dengan makan malam dimulai jam. 18.00 sampai dengan selesai. Untuk esok harinya Minggu, 16 November 2018 Lomba dan Pameran Hasil Penangkar APBN Award.

APBN Award digelar sangat special, Murai Batu yang dilombakan semua kelas Ring. Sesuai dengan program APBN untuk memajukan penangkaran, hasil penangkaran bisa dikenali dengan ring. Semua Kelas Murai Ring nominasi juara 11 keatas akan mendapatkan HELM APBN.

Semua kelas lossgantangan, berapapun peserta semua hadiah keluar dari juara satu. Seperti disampaikan om Bewok Ronggo

“Untuk kicau mania jangan takut sepi, jauh-jauh dating ngga keluar hadiah. Semua kelas lossgantangan, berapapun peserta hadiah keluar dari juara satu. Jadi sangat disayangkan kalo yang ngga dateng karena takut hadiah ngga keluar. Jadi ini benar-benar penghargaan untuk para penangka dan pestanya kicau mania. Hadiah Special dan Tropynya juga Spacial”

Untuk pemesanan tiket APBN AWARD dapat menghubungi bagian pemensanan :

Om HINDI RONGGO – Tlp/WA 0856.9212.0779