DEKLARASI APBN KORWIL DKI JAKARTA (Sebagai Organisasi Resmi APBN Harus Dapat Bersinergi Dengan Pemerintah)

10

Cibubur1209, acara deklarasi ini dibuka oleh ketua panitia Bewok Ronggo yang juga merupakan Ketua DPW Ronggolawe Nusantara DKI Jakarta. Dalam sambutanya sebagai ketua pelaksana sangat berterima kasih kepada undangan yang hadir. Menurutnya ini merupakan bukti bahwa APBN sangat dibutuhkan sebagai wadah yang dapat menjadi pemersatu dan alat perjuangan para penangkar.

Selanjutnya acara dipandu langsung oleh Kang Ebod sebagai inisiatornya dengan pemaparan dan penjelasan mengenai Asosiasi Penangkar Burung Nusantara (APBN). Seperti pada setiap deklarasi sebelumnya dijelaskan bahwa asosiasi ini benar-benar mandiri, tidak tergabung dalam organisasi yang sebelumnya sudah ada (Ronggolawe Nusantara). Dapat dilihat dari kepengurusanya, yang semua benar-benar diserahkan kepada para penangkar.

Dihadiri penangkar dari wilayah Jakarta dan sekitarnya serta beberapa tokoh dunia perburungan, Deklarasi APBN Korwil DKI Jakarta semakin meriah. Selain para penangkar tentunya, tokoh-tokoh tersebut datang untuk mensuport kegiatan ini. Salah satunya Kang Sofyan Juandi (Kang Pian) Panglima Rajawali Nusantara yang pada kesempatan kali ini ditunjuk langsung sebagai Pembina APBN Pusat. Kang Pian yang juga adalah seorang penangkar hadir memberi dukungan penuh terhadap kegiatan APBN. Menurutnya APBN ini sangat diperlukan keberadaanya, awal dibentuknya adalah sebagai reaksi terhadap keluarnya Permen LHK P.20/2018, akan tetapi kedepanya APBN ini akan sangat diperlukan sebagai asosiasi penangkar yang bersifat nasional. Oleh karena itu APBN kedepan diharapkan dapat mempunyai fungsi edukasi dan bisa menjadi sarana pemersatu bagi penangkar diseluruh Nusantara. Beliau sebutkan awalnya banyak penangkar yang hanya sekedar coba-coba dan berhasil, tanpa melihat kualitas indukan yang ada. Imbasnya banyak penangkar yang susah menjual anakan dengan kualitas yang seadanya. Maka dengan APBN ini para penangkar bisa saling bertukar ilmu dan pengalaman, atau bahkan bisa menghadirkan pakar secara keilmuan mengenai bagaimana cara beternak yang baik untuk menghasilkan anakan yang berkualitas.

Jadi masih menurut Kang Pian, APBN ini bagus karena bersifat nasional dan netral jadi tak perlu melihat siapa inisiatornya, seperti beliau yang merupakan Panglima Rajawali Indonesia tak ragu atau alergi untuk bengabung.

Hadir pula Om Giri Prakosa wakil dari Organisasi Kicau Mania yang juga sebagai jurnalis senior. Selain sosok yang penuh kotroversi seperti diakuinya, “ini seperti kutukan, alhamdulillah saya banyak mendapat informasi, dan niat saya sebenarnya hanya ingin berbagi kepada semua saudara kicau maniaagar mereka menjadi tahu, namun mungkin cara saya yang salah sehingga ditafsirkan berbeda dan akhirnya jadilah saya seperti ini. saya mohon maaf” tuturnya sambil tak lupa melempar senyum khasnya kepada semua yang hadir.

Namun pada kesempatan ini Om Giri banyak  memberikan infomasi dan masukan yang berharga. Menurutnya APBN akan sangat disayangkan apabila hanya dijadikan sebagai ajang sharing jangkrik dan jual beli anakan, melihat kerja keras, usaha dan pengorbanan  Kang Ebod, serta dengan anggota yang begitu banyak, apa lagi APBN secara resmi telah didaftarkan ke KEMENKUMHAM.

Lebih jauh kedepanya APBN harus bisa menjadi mitra pemerintah, baik sebagai pendukung atau pun sebagai pihak yang bersebrangan, karena mitra disini tidak harus selalu mendukung tapi bisa juga sebagai pihak yang bersebrangan sabagai pembanding, tentunya dengan dikuatkan dulu APBN ini. Masih menurut Om Giri saat ini dunia kicau masih beruntung, karena diselamatkan oleh tahun politik menjelang PEMILU, jadi pemerintah agak melunak soal kebijakan. Oleh karenanya dengan dikeluarkanya Murai Batu, Jalak Suren dan Cucak Rawa dari list burung dilindungi, jangan menjadikan kita jumawa dengan demo atau pengerahan masa seperti aksi yang lalu, peraturan pemerintah bisa kita rubah, karena untuk tahun depan setelah masa-masa politik berlalu bisa jadi pemerintah mengaluarkan aturan yang lebih keras. Pemerintah juga mendapat tekanan dari LSM pecinta lingkungan dan alam dari dalam dan luar negeri.

Untuk bermitra pemerintah APBN tentunya jangan anti pemerintah, segala aturan harus dijalani. Diyakini penangkar yang tadinya takut dan alergi terhadap perijinan karena awam dan belum paham dengan adanya APBN ini akan menjadi paham dan mau mengurus perijinan. Apa lagi dengan adanya wacana untuk bisa mengekspor murai batu keluar negeri. Apabila kita bersinergi dan mengikuti aturan maka kita akan dapat menjalankan hobi dengan tenang.

Dengan APBN ini diharapkan Murai Batu akan bisa menjadi seperti Kenari di Eropa. Keseragaman ring, yang bisa menunjukan umur, dan asal penangkar. Hal ini disampaikan oleh Om Ali salah satu penangkar dari hadir. Ada pula Pa Haji Uban yang sependapat dengan Om Giri, bahwa APBN harus bersinergi dengan pemerintah, agar bisa menyampaikan aspirasi, pendapat dan datanya secara jelas kepada pemerintah, bagaimana kita bisa menyampaikan aspirasi dan beradu data kalo kita saja tidak bisa masuk dan duduk bersama dengan pemerintah.

Di akhir sesi Kang Ebod mengapresiasi semua pendapat dan masukan yang disampaikan, menurut beliau APBN ini memang masih baru, masih merintis, namun beliau yakin kedepanya nanti bisa menjadi seperti yang diharapkan semua anggota, tentunya dengan dukungan dari semua pihak.

Pada kesempatan ini pula Kang Ebod meminta langsung kesediaan Om Giri Prakosa untuk mau menjadi Humas APBN, dan disambut dengan baik olehnya.

NAGARA