Daripada Gonta-ganti Gacoan, Lebih Baik Cari Setelan Yang Pas

1277

 

Karakter Fighter Keras Coba Dengan Setelan Rendah

Karena tak juga moncer dan meraih juara, banyak kicau mania, khususnya pecinta murai batu ekor hitam terpaksa melakukan bongkar pasang gacoan. Permasalahan utama pemilik burung murai batu ekor hitam, sulit menemukan setelan yang pas. Memang tak ada rumusnya, yang pasti untuk seekor murai batu EH, ada yang mau kerja dengan setelan rendah, tapi ada pula yang harus dicor dengan setelan tinggi. Tergantung karakter masing-masing burung.

Banyak yang gagal mengenali karakter murai batu ekor hitamnya. Hingga menempuh jalan pintas. Gacoan lama dijual dan diganti dengan gacoan baru yang dianggap lebih prospek.

Biasanya harus menambah uang. Sebab burung lama, pasti dijual lebih murah dari harga belinya. Apalagi kalau burung tersebut dijual ke toko. Pemilik toko akan memberi dua alasan. Pertama: Tidak mau membeli dengan harga tinggi, karena burung akan dijual lagi kepada konsumen. Kedua: alasan yang sangat klasik, burung belum berprestasi.

Menjual kepada teman sesama kicau mania lebih rumit lagi. Banyak pertanyaan yang harus dijawab sebelum bicara harga. Burung asal mana? Sudah berapa kali ngurak, ekor panjang berapa, bentuk kepala bagaimana? Isiannya apa? Sudah pernah ikut lomba atau belum? Mainnya di lapangan kayak mana? Pertanyan terakhir, berapa duit? Si calon pembeli juga akan menekan harga serendah mungkin, alasannya sama dengan alasan pemilik toko, belum prestasi.

Proses panjang dan rumit ini membuat kicau mania yang ingin mengganti gacoan lebih memilih menjual ke Toko Burung walau dengan resiko harga lebih murah. Kicau mania berkantong tebal yang ingin mengganti gacoan atau menambah gacoan, tidak perlu pusing. Cukup mendatangi arena lomba, tinggal pantau dan mengajukan penawaran kepada para pemilik burung juara. Jika harga cocok, langsung transaksi di lapangan dan burung bawa pulang, berikut setelan rawatannya. Jika setelan rawatan tidak diubah-ubah biasanya burung akan tetap moncer.

Bagaimana dengan kicau mania berkantong pas-pasan? Terpaksa melakukan perburuan panjang. Sasaran utamanya, pemelihara rumahan. Karena si pemelihara rumahan tidak begitu mengetahui perkembangan harga burung lomba, bisa dibeli dengan harga tidak terlalu mahal. Tapi jangan harap burung langsung bisa digantang. Masih perlu rawatan intensif selama beberapa bulan. Kalau berhasil meraih juara, perburuan dihentikan dan bongkar pasang gacoan di stop. Kalau gagal juga, pasti memperpanjang perburuan. Lalu kapan ikut lomba?

Buyung, kicau mania asal Klambir Lima, Kampung Lalang, Medan, pemilik murai batu ekor hitam Macan Kumbang, empat kali melakukan bongkar pasang sebelum menemukan Macan Kumbang. Macan Kumbang adalah salah satu peraih titel juara di Kontes Hammer BC di Lapangan Johor Kicau, Minggu 1 November 2015. Walau tidak masuk dalam 3 besar, dua orang kicau mania Yogyakarta tertarik dan ingin membeli Macan Kumbang. Masuk delapan besar dari 56 pesaingnya sebuah prestasi yang sangat bagus. Buyung mematok harga Rp15 juta. Kicau mania Yogya menganggap terlalu mahal, dan akhirnya transaki pun batal.

Macan Kumbang, menurut Buyung baru sekitar satu tahun dalam rawatannya. Usianya ditaksir sekitar 3 tahun. Ditangannya, satu kali ganti bulu. Dan di tangan pemilik lamanya, dua kali mabung. Rawatan yang pas dengan karkternya membuat Macan Kumbang tetap di jalur juara. Faktor genetis, seperti diungkapkan para ahli perburungan hanya berpengaruh 30 persen. Sisanya, 70 persen lagi adalah faktor rawatan. Artinya semua burung berpeluang menjadi juara jika rawatannya sesuai dengan karakter burung.

Macan Kumbang termasuk murai batu ekor hitam berkarakter fighter keras. Karenanya, setelannya dibuat rendah. Ini untuk menghindari burung tidak terlalu lasak dan birahi saat dilombakan.

  • Jangkrik 7 ekor pagi, 2 ekor siang dan 5 ekor sore.
  • Kroto sama sekali tidak pakai
  • Umbar dan jemurnya juga hanya, 2 kali seminggu.
  • Mandi hanya 3 kali seminggu.
  • Agar bulunya tetap mengkilat dan jauh dari kutu, pake shampoo Jatijajar
  • Dilapangan, 1 jam sebelum digantang diberi 5 ekor ulat hongkong
  • Kalau turun dua kelas, selesai kelas pertama diberi 2 ekor jangkrik.

Sementara burung dengan karakter faighter lembut biasanya harus dicor dengan stelan tinggi. Rawatan harian dengan rawatan lomba harus dibuat berbeda. Setelan rendah untuk harian, dan tiga hari menjelang lomba porsi jangkrik harus dinaikkan. Dan untuk mengontrol agar burung tetap ngeplay, perlu diberi sedikit kroto dua hari sebelum lomba. Dan pemberian Ebod Joss membuat burung tetap tampil prima.

Sebelum membawa burung ke arena lomba, kenali dulu suara suara burung apa yang bisa membuat ia emosi. Jika sudah ketemu, silahkan rekam suara itu, dan ketika hendak digantang, perdengarkan kembali suara itu untuk memancing emosinya. Jika burung murai ekor hitam sedang emosi ekor akan ngeplay dan akan mengeluarkan suara suara tajamnya. Sihotang-1/0812 6312 0000