Cucak Hijau Boomer – Bertahan Selama 15th – Rahasia Stabil dan Panjang Umurnya

223

Boomer, di usia tuanya masih mampu bersaing dengan burung muda lainya. Di rawat oleh H. Noer sejak tahun 2004, dibelinya di kios burung daerah Seroja Bekasi. Tidak terbayang nantinya akan menjadi sahabat dan sekaligus jagoan bersama sang anak (Om Andy) di lapangan sampai sekarang ini. Saat itu om Andi masih berumur enam tahun masih duduk di kelas 1 SD dan saat ini sudah kuliah semester lima.  H. Noer sendiri adalah pemain burung senior, sejak tahun 90an sudah aktif berlomba, salah satu rawatanya adalah Whamei dengan jagoanya yang bernama Cobra. Kenangan yang paling berkesan adalah saat berlomba di wilayah Jakarta Utara saat itu dengan sangkar cungko pinjaman milik Pa Prapto PK berhasil menjadi juara dua dengan lawan beratnya adalah burung milik Om Rudy Choirudin yang dikenal sebagai cheef terkenal.

Si Tua Boomer

“Boomer belinya ngga sengaja, pagi jalan ke kios beli jangkrik pas di lihat kios ada burung enak waktu itu kayanya lepas trotol masih muda banget tapi dasar materinya sudah ada, buanganya ngelagu makanya saya suka. Bayarnya juga dua kali, saat itu uangnya kurang, sorenya baru saya anter kuranganya” ujar H Noer mengenang saat pertama membeli Boomer.

Piagam perdana Boomer, Event PBI Kartini Cup – April 2009 di GOR Bekasi

Dirawat menjadi burung rumahan lumayan lama, saat itu masih banyak Cucak Hijau lain yang dilombakan, ada sembilan ekor. Boomer perdana gantang saat event PBI tahun 2009 di Lapangan Banteng. Waktu itu belum beruntung untuk menjadi juara. Kemudian masih di tahun yang sama main lagi di Kartini Cup yang diadakan oleh PBI di GOR Bekasi Enterprise pada bulan April 2009. Saat itu berhasil menjadi juara empat. Mulai dari Kartini Cup semakin hari Boomer semakin stabil dan terus menorehkan juara dari satu event ke event lainya.

Boomer sudah merasakan kerasnya persaingan di banyak event, mulai dari latberan, regional sampai nasional. Obama milik H Evalino Cirebon, Raja Kipas milik H. Udin dan Mezzo adalah lawan-lawanya saat di event dulu. Ada juga Halimun milik Pakde Halimun, Jabrik milik H. Hendi Cartoon, ada pula Limbad, serta Pitak milik Pa Budi Alken. Saat ini lawan-lawanya dulu sudah tidak stabil, bahkan ada beberapa yang mati, namun Boomer masih bisa bertahan dan juara sampai saat ini. Salah satunya yang juga masih bertahan adalah Pitak milik Pa Budi Alken.

“Kuncinya rawatan kosinten, dulu awalnya papa yang pegang. Sampai saya SMA Boomer saya yang pegang. Papa cuma mantau sambil ngingetin aja kalo misalnya ada perubahan karakter. Dari dulu sampai sekarang ngga berubah pola makanya, paling vitamin saja yang ganti. Soalnya dulu kan vitamin belum banyak kaya sekarang, jadi kita selalu coba yang bagus” ujar om Andi Ryan yang dari kecil sudah ikut merawat Boomer.

Walaupun sudah juara, dulu Boomer sempat jarang dilombakan, karena kesibukan masing-masing. Bahkan sempat mau dijual dengan harga 7juta, namun penawaran hanya sampai diangka 5juta.

“Karena jarang dilobain sempat mau dijual papa, minta 7juta tapi cuma ditawar 5juta. Padahal dulu sempat ditawar 25juta tidak dikasih. Mulai dilombain lagi waktu saya SMA gantang di TBH yang lama, waktu itu juara satu, kebetulan yang nawar juga liat dan mau bayarin. Tapi papa udah berubah pikiran, sayang katanya” ujar Om Andy

Setingan harian Boomer menggunakan jangkrik kalung, pagi sore cukup dua-dua, yang penting pagi harus dua, malam tidak wajib diberi jangkrik. Jangkrik kalung menurut H. Noer membuat birahi lebih stabil, cocok untuk cucak hijau birahinya gampang berubah.  Pisang wajib tidak boleh tertingal, untuk pisang harus pisang kepok putih. Seperti kita ketahui pisang yang di jual baisa ada dua macam. Kepok putih biasanya perseginya lebih jelas dan kecil-kecil dibanding yang kuning biasanya lebih padat berisi. Buah lain papaya, apel juga perlu untuk selingan. Untuk lomba Boomer hanya main seting lapangan saja.

“Cukup dilapangan, yang penting kenyang. Kalo di lapangan pakenya jangkrik alam. Kalo perlu pake UH juga, liat cuaca aja biar lebih ngotot mainya” ujar om Andy.

Vitamin rutin menggunakan Ebod Vit untuk memenuhi asupan vitaminya. Untuk menjaga kondisi nya menggunakan Ebod Solution.

“Vitamin ngga macem-macem, dari dulu pake Ebod Vit seminggu dua kali. Udah lama banget itu vitamin bagus, harganya juga murah. Sekarang tambah juga Ebod Solution setiap habis lomba, bahan dari biojanna makanya saya yakin bagus. Dulu pernah sakit sembuh juga dengan Ebod Solution, Boomer sudah umur maknanya kondisi harus dijaga bener-bener. Untuk vitamin makanya saya pake yang jelas-jelas aja. Biojanna juga bagus buat orang soalnya, saya pernah liat Kang Ebod minum Ebod Solutin campur air putih brati aman juga buat burung” ujar H. Noer

Menurut om Andy, dia banyak belajar mengenai cucak hijau dari ayahnya. Dulu dirumahnya banyak cucak hijau namun tidak ada yang stabil seperti Boomer, setelah Boomer tampil stabil satu-satu mulai berkurang dijual. Saat ini hanya ada tiga cucak ijo dan beberapa burung masteran dirumah.

Boomer ditrek menggunakan kaca, sebelum di gantang

“Harian dirumah tetap sama tidak ada yang berubah dari dulu sampai sekarang. Cuma di lapang saja yang berubah. Awalnya cukup full krodong, trus sempat harus ditrek dulu rame-rame dan sekarang harus ditrek tapi pake untulan sendiri. jadi kalo kelapangan harus bawa dua ekor. Sempat pula hanya cukup di trek pake kaca. Sekarang dilapangan minum saya kasih juga Bio Fighter, bagus juga buat staminanya. Jadi untuk seting lapangan selalu berubah semua saya pelajari dari papa. Kalo skarang dilapangan papa cuma bagian mantau jadwal aja. Setingan Boomer saya yang pegang, makanya kalo ngga ada saya papa repot gantang Boomer” ujar om Andy yang merasa bersyukur bisa belajar banyak dari sang ayah.

Ditrek dengan untulanya khusus sebelum lomba, setiap lomba harus bawa dua ekor.

“Dari kecil sudah saya ajak lomba, mungkin dari situ minatnya tumbuh. Tapi mulai megang burung sepenuhnya waktu mulai SMA, Boomer sudah sepenuhnya dia yang pegang. Waktu itu saya sibuk dan jarang ke gantangan. Tapi sekarang setiap ke gantangan selalu bareng berdua bawa Boomer” ujar H. Noer.

Bio Fighter cocok juga untuk C. Hijau

Sekian lama bersama Boomer sudah seperti keluarga, pernah sakit parah semua repot. Semua silih berganti ikut mengawasinya, setiap ada perkembangan selalu saling mengabari. Sekarang digantang hanya seminggu sekali, dari dulu seminggu digantang paling banyak dua kali. Itu pula yang membuat Boomer masih bisa bertahan sampai saat ini.