Comeback Sempurna Cucak Hijau Begal

Comeback Begal, Nyaris Nyeri di Latpres Spesial Ramadhan Kapasan Kudus

Kudus– Kim Sangkar salah satu sosok kicaumania pantura yang sudah kerap kali hadir di perlombaan burung berkicau tingkat regional maupun nasional. Sudah banyak torehkan prestasi di segala lini jenis burung, setelah gacoan Lovebirdnya laku dengan mahar cukup tinggi kini om Kim sapaan akrabnya mulai ke dunia kaum jamtrok lagi. Gacoan lamanya bernama “Begal” yang sudah moncer diberbagai lomba, yang vacum beberapa bulan akhirnya turun kembali ke gantangan. Begal yang sudah jadi simbol om Kim kini mulai kukuhkan lagi kualitasnya di atas lapangan.

Saat Mabung, Begal diberikan Strong Murai Sebagai Asupan Vitamin Tambahan.

Hasilnya, siang ini Begal tampil apik setelah gunakan bulu barunya. Tampil mewah sejak awal perlonbaan, Begal nyaris raih double winner di kelas Cucak Hijau. Meski dibilang bulu baru, namun pengondisian saat mabung pun sangat berdampak usai bulu tuntas. Perawatan telaten serta asupan vitamin yang lengkap menjadi kunci utama Begal agar cepat kembali topform. “Gunakan Strong Murai produk premium dari Ebod Jaya, alhamdulilah Begal cocok dan langsung mau tancep dari awal sampai akhir penilaian” ungkapnya. Dengan materi kasaran serta ditunjang volume kencang ditambah gaya mewah membuat Begal diganjar koncer A mutlak. Terlihat mewah di atas gantangan membuat om Kim enggan melepas gacoan kesayangannya, meski tawaran cukup menggiurkan sudah pernah diberikan padanya.

Brosur Barokah Cup 1 

Om Kim yang sering bersilaturahmi ke berbagai ajang lomba burung di Pantura maupun nasional, mengajak rekan-rekan semuanya untuk hadir di event garapannya yang bertajuk Barokah Cup bersama juri Ronggolawe Nusantara. Barokah sebagai andalan Lovebirdnya yang sudah dipinang juragan lain, om Kim gelar syukuran berupa lomba burung tingkat nasional. Dengan pakem Ronggolawe Nusantara yang sudah terbukti diberbagai event, gelaran ini dipastikan ramai peserta karena penjurian fairplay serta Tiara BC selaku tempat berlangsungnya Lomba burung pun menjadi barometer di DPC Jepara. Dengan tiket merakyat serta hadiah mewah pun menjadi magnet tersendiri bagi kicuamania, “rugi jika ngga hadir lomba ini” celotehnya.