Cinta Kenari Sampai Mati. Pujo Sabina Dan Wildan Idonk Team TDS 22 SF

98

Latar belakang seseorang tentu saja bisa mempengaruhi seseorang untuk memilih jenis burung sebagai jagoannya untuk berkompetisi. Karena seperti kita ketahui, banyak juga pilihan jenis burung yang di kompetisikan. Itu juga yang terjadi terhadap Pujo Sabina. Lelaki yang berdomisili di Selatan Jakarta ini juga masih semangat turun kompetisi. Dari dulu sampai sekarang yang diandalkannya ya masih jenis burung kenari. Tidak pernah sekalipun terlihat di lapangan menenteng jenis burung lainnya.

“Ga tau juga kenapa saya sangat suka kenari. Mungkin bisa juga dibilang tergila-gila dengan kenari. Memang ada beberapa pengalam pribadi yang bisa jadi alasan kenapa saya jatuh cinta ke kenari. Jadi awalnya saya dulu punya kenari. Iseng saya bawa lomba. Eh akhirnya malah juara. Sejak itu saya selalu turun dengan jagoan kenari”, ujar Pujo Sabina.

“Selain itu menurut saya merawat kenari itu mudah. Hanya mengandalkan biji-bijian dan sayuran sebagai ekstra foodingnya. Apalagi sekarang sudah banyak pakan kenari yang dijual dipasaran. Misalnya Ebod Kenari kotak yang saya gunakan. Itu juga sangat bagus untuk pakan kenari. Untuk kenari rumahan. Maupun untuk kenari lomba”, ucap Pujo lagi.

Dan tidak ketinggalan, Pujo Sabina yang datang bersama Wildan Idonk juga hadir di Ronggolawe Award. Mereka berdua ini bisa dibilang paka-pakar kenari yang jagoannya selalu bisa membuat kejutan dalam kompetisi nasional sekalipun. Dengan mengusung nama Team TDS 22 SF, Pujo dan Wildan siap meramaikan kompetisi nasional. Khususnya untuk jenis burung kenari. (red#1)