Ciblek Mania Tegal : Seduluran, Guyub Rukun

89

Mediaronggolawe.id – Hobi adalah sarana melepas rasa jenuh. Supaya hobi menjadi lebih meriah, lebih ramai,  biasanya muncul ide acara kumpul-kumpul dengan yang memiliki kesamaan hobi. Tidak berbeda dengan kelompok yang satu ini. Hobi memelihara burung ciblek, kemudian membentuk kelompok / komunitas yang sama-sama memelihara burung ciblek.

Seperti diketahui bahwa burung ciblek beberapa tahun silam pernah menjadi burung yang banyak diminati orang. Seiring berjalannya waktu, pamor burung ciblek semakin lama semakin redup, bahkan orang melupakan bahwa pernah ada burung ciblek. Namun ternyata sekarang ada beberapa orang yang masih suka dengan burung ciblek, kemudian mereka membentuk komunitas dan memberikan nama komunitas dengan sebutan Ciblek Mania Tegal disingkat CMT, karena memang kelompok itu berasal dari Tegal.

Ketua Ciblek Mania Tegal

Ciblek Mania Tegal atau lebih dikenal dengan sebutan CMT sebetulnya sudah dirintis beberapa tahun lalu, tetapi kiprahnya baru tampak pada bulan Januari 2018. Kemudian salah satu perintisnya, Om Sugeng, membentuk kepengurusan, dengan tujuan, komunitas ini mendapatkan pengakuan dari komunitas yang lain, yang sejenis.

Kepengurusan CMT,

Ketua                 : Om Sugeng

Sekretaris           : Om Budi

Bendahara          : Om Andi BF

Jumlah anggota yang tergabung dalam komunitas antara 15 s.d 20 orang, dengan profesi yang bermacam-macam, mulai dari pelajar sampai dengan wiraswasata, dan jumlah burung yang dipelihara berkisar 25 s.d 30 ekor.

Dalam bincang-bincang dengan Om Sugeng, ketua CMT, ketika ditanya apa visi CMT ? “Visi CMT adalah membawa nama CMT agar lebih dikenal.”, sedangkan misinya, Om Sugeng menambahkan, “Misi CMT  adalah guyub rukun seduluran selawase. Baik didalam komunitas maupun di luar komunitas.”

Salah satu anggota CMT memberikan Ebod Vit pada jagoannya

Om Sugeng sebagai ketua komunitas telah membuat program, kopi darat / kopdar antar anggota sebulan sekali dengan agenda kegiatan sharing tentang bagaimana cara perawatan, menu makanan yang tepat untuk lomba, sampai dengan bagaimana cara breeding yang menghasilkan. Dan jika ada even / lomba keluar kota, dalam pertemuan itu tak luput dari pembahasan, mulai dari pengumpulan dana, samapi dengan burung siapa yang siap untuk berangkat lomba. Lomba terakhir yang CMT lakukan ketika even di Semarang tahun 2019, dengan meraih predikat juara 3 dan masuk nominasi 5.

Dalam kesempatan ini pula, Pria yang berumur 40 tahun ini juga menyampaikan bahwa, dalam waktu dekat CMT akan mengadakan latpres dengan tajuk Anniversary ke 2 CMT. Untuk kegiatan dimaksud, CMT akan menggandeng Ronggolawe Nusantara. Besar harapan Om Sugeng, semua komunitas di luar CMT turut mendukung pelaksanaan even tersebut.