Cendet Juventus, Burung Juara Andalan Mr. Arif Bunglon BC.

182

Kompetisi di kelas burung Cendet saat ini semakin ramai peserta di tahun 2019, terbukti dengan ditiap Event besar yang di gelar tiap EO, kelas Cendet semakin diminati banyak peserta, perbedannya saat ini sangat terasa, saat ini bisa sampai 40 burung lebih di tiap kelasnya. Padahal dulu di awal tahun 2018, kelas cendet sangat sepi peserta.

Kelas Cendet Semakin Ramai Di Gantangan New LBC Talun Sukodadi.

Adalah Cendet Juventus milik Mas Arif Sirine Bunglon BC, pemain cendet yang berasal dari kota Babat Lamongan. Perjalanan gacoan ini bersama Arif Sirine sudah panjang. Berbagai prestasi dari berbagai kontes pernah diraih. Bahkan cendet yang mengandalkan lagu kasar-kasar dan isian lagu burung-burung kecil membuat Juventus menjadi salah satu nominator burung terbaik di kota lamongan.

Mas Arif Bunglon BC, Bersama Keluarga.

Keberhasilan Juventus tidak terlepas dari kepiawaian sang empu dalam memoles. “Meskipun Juventus burung yang bisa di katakan masih muda tapi penampilannya sangat luar biasa,” ungkap beliau setelah meraih juara pertama dan juara 3 di sebuah event bergengsi di launcing Lembu Djaya BC.

Bagi Mas Arif Sirine, merawat cendet bukan urusan semudah membalikkan telapak tangan. Burung petarung yang habitatnya dari kawasan tropis butuh sentuhan detail dalam menemukan karakter. “Makanya dulu cendet pernah menjadi ikon di blok timur bahkan disebut sebagai kelas partai neraka. Karena peminatnya relatif banyak dan setiap lomba selalu panas dalam kompetisi,” ceritanya.

Sukses Raih Juara.

Sekali tampil, gacoan yang bergaya di satu tangkringan bak angka satu ini, selalu menjadi langganan meraih gelar lebih dari sekali. Gelar juara ganda nyaris menjadi langganan yang diraihnya. “Di setiap lomba, cendet minimal dibuka dua kelas. Juventus pasti mengikuti seluruh sesi yang dibuka panitia. Bila tampilnya maksimal, torehan double winner sering menjadi prestasi diraih. Bila penampilannya kurang maksimal, gelar yang diraih minimal juara berurut yakni satu dan runner up ,” ceritanya.

Koleksi Piala Cendet Juventus.

Menurut mas Arif, habitat cendet dari kawasan tropis yang pola perawatannya juga harus disesuaikan dengan habitat asalnya. Menjemur cendet bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menjemur tanoa kerodong. Atau menjemur pakai kerodong. Untuk cara yang terakhir, sebagian pemain cendet meyakini dapat menjaga stabilitas suhu di dalam sangkar. “Cendet butuh panas agar bisa menaikkan birahinya, jemur pakai kerodong bisa menjadi solusi”.

Ketika tampil di lapangan juga memiliki karakter perawatan yang berbeda-beda. Ada yang cendet minta mandi basah ketika tampil atau tetap dalam kondisi bulu kering. “Makanya merawat cendet relatif ekstra ketelatenan buat menemukan setelan yang pas,” ujarnya.

Dukungan berbagai menu tidak sekadar mengandalkan dari pakan hewani seperti jangkrik dan kroto. Mas Arif Sirine juga menggunakan pakan Voer Ronggolawe dan multivitamin seperti Ebod Vit, yang kualitasnya sudah terbukti membuat penampilan Cendet Juventus semakin mantap di atas gantangan.