Cara Sederhana Mengatasi Murai Batu Nakal/ Nampar Jeruji Versi Om Tri Kalasan

4579

Penggemar murai batu cukup banyak, khususnya di blok tengah, timur, barat serta Sumatera dan Kalimantan. Lomba – lomba di tempat tersebut, bisa dikatakan selalu dipenuhi peserta. Gengsi atau prestise murai memang tetap tinggi dari dulu hingga saat ini.

Namun, murai batu juga menyimpan banyak kendala, yang tidak tiap penghobi, khususnya para pemula atau pendatang baru, paham cara mencari solusinya. Mulai yang begitu digantang diam saja, atau yang sudah kerja bagus, tapi di tengah-tengah atau di belakangan kemudian nampar jeruji/ nabrak ataupun ngepel. Mungkin, masih ada masalah lain lagi yang sering menerpa murai kesayangan Anda.

Berikut penuturan pengorbit murai batu, Om Tri asal Kalasan, Jogja. Sebenarnya Om Tri tergolong murai mania pemula, kendati demikian, Beliau sukses merebut pehatian lantaran beberapa kali berhasil mengantar murai batu Regal, salah satu murai orbitannya stabil di tangga juara.

Menurut Om Tri, Regal awalnya didapat dari peternak asal Purworejo  dengan identitas ring Daffa 04, sekitar 3 tahun yang lalu atau saat burung berusia trotol. “ perawatan sedari trotol biasa dan cenderung standart, pemberian jangkrik 5 ekor pada pagi dan sore, harian full master, jadwal mandi 2 hari sekali pada waktu sore dengan cara keramba“ tuturnya menjelaskan.

Regal merasakan atmosfer pertandingan pada umur 2 tahun, atau selepas 2 kali mabung, dengan setingan biasa atau sama saja seperti perawatan harian, cuma porsi pemberian EF jangkrik mulai digandakan  menjadi 20 ekor perhari, ditambah 3 sendok kroto.  “ pertama di tampikan masih nakal, atau nampar  jeruji, bahkan sesekali ngepel/ turun ke tebok, tidak apa – apa, masih disabari, hehehe “ ujar Om Tri menambahkan.

Di lapangan, sering kita jumpai burung nakal, nabrak jeruji, atau bahkan nebok, padahal sempat nampil bagus, sehingga mengurangi nilai. Mungkin mau koncer, akhirnya tidak jadi, paling – paling cuma  masuk nominasi tambahan.

Penjelasan Om Tri Mengenai Asal – Usul Murai Batu Regal dan Pola Perawatan Sederhana Yang Diterapkan

Menurut pengalaman Om Tri, banyak hal yang menjadi sebab burung nakal/ nabrak ruji, salah satunya mungkin usia burung yang masih relatif muda atau bisa juga burung mempunyai mental tempur tinggi namun disisi lain kurang terkontrol birahinya.

Melihat gaco kesayangan kurang nampil bagus, Om Tri pun mulai mempelajari sedikit demi sedikit penyebabnya, mula – mula untuk setingan lomba, porsi pemberian EF jangkrik dan kroto mulai dipangkas atau dikurangi, sebaliknya untuk menggantikan EF dan tambahan tenaga, Om Tri mulai memberikan asupan pakan Voer Nanjung 105 untuk harian.

“ Voer Nanjung 105 mengandung ekstrak serangga, buah – buahan dan herbal. Produk keluaran Ebod Jaya ini juga bisa digunakan sebagai pengganti EF kroto ataupun Jangkrik, sehingga burung tetap berstamina “

Dengan setingan sederhana seperti itu, kini Om Tri tak risau lagi menggelandang momonganya tersebut ke berbagai arena lomba, “ Setingan sederhana yang saya terapkan ternyata membuahkan hasil lumayan, kini Regal tampilannya lebih tenang tanpa kuatir nakal “ ujar Om Tri menutup pembicaraan Kami.