Cara Om Galuh Tingkatkan Stamina

“ Tetap tenang dan mengikuti alur pergerakan Kicau Mania, Breeding merupakan sesuatu hal yang mengasikkan baginya, sebelum trend Breeding bergelora di Kota Semarang, bahkan Nasional, sebelum turunnya LHK tentang perlindungan burung endemic. Sebagai seorang Penanggung Jawab dalam susunan Organisasi APBN Korwil Semarang, yang anggotanya di wajib mengisi biodata diri, dan mengirimkan foto KTP serta Sangkar Breeding, yang setidaknya Breeder sudah dua kali memproduksi , harus memberikan contoh kepada para Anggota dan Calon Anggota APBN, dengan semakin giat melakukan proses penangkaran “.

Memproduksi anakan Murai Batu secara masal, memang belum pernah dilakukannya, karena memang hanya sekedar hobi baginya, untuk mengisi kejenuhan, tetapi tanpa disangka, ternyata tokoh muda yang menjadi Penanggung Jawab APBN Korwil Semarang ini, yang juga sebagai Ketua DPW Ronggolawe Jateng III ini, telah beberapa kali menghasilkan anakan dari sepasang indukan,  yang di peranak – pinakkan menjadi tiga pasang indukan, bahkan dari anak-anak  indukan yang pertama, juga telah berhasil memproduksi anakan, dengan menggunakan Ring  “ Semarang 33 “.

Namun kesuksesannya dalam melakukan breeding, tidak semulus dengan perkiraan, karena dalam satu tahun belakangan ini, semua indukannya kurang bersemangat untuk melakukan perkawinan, selain karena ada yang lagi mabung, ada juga yang kurang fit untuk melanjutkan regenasi. Alhasil kebingungan Om. Galuh Pemilik Ring Semarang 33, mencari solusi dari lesunya indukan Murai Batunya untuk melakukan proses perkawinan memuncak, beberapa produk ternama sudah dicobanya berulang kali, namun hasilnyapun nihil, sampai akhirnya Om Galuh menemukan solusinya, dengan meneteskan Ebod Breeding ditempat minum Indukan Murai Batu miliknya, setiap hari, serta beberapa tetes Ebodre  satu minggu dua kali, dan yang paling mengejutkan bagi pewarta, Om. Galuh memberikan Voor Nanjung 105, sebagai makanan harian Indukan Murai Batunya, dengan alasan “ Dicuaca Extreme seperti ini, untuk mendapatkan pakan hewani sangatlah sulit, dari pada bingung-bingung cari Kroto, Jangkrik, Ulat Kandang dan Ulat Hongkong,  sebagai pengganti Extra Fooding, saya konsumsikan Voor Nanjung 105 pada ketiga Indukan, karena Voor Nanjung 105 sudah lebih dari cukup, untuk memenuhi kebutuhan Protein, Karbohidrat, Nustrisi serta Sari Buah Segar. Untuk anakan, selain menggunakan kroto segar, saya coba tambahkan Pakan Lolohan Merk Trotol Produksi Ebod Jaya, dalam dua bulan terakhir ini , “, ungkap Om Galuh.

Hasil yang didapatkannya dalam proses 2 bulan ini, sangat menakjubkan, indukannyapun mau kembali melakukan perkawinan, meskipun belum sesering biasanya, “ Tapi bagi saya, ini sangatlah menakjubkan, Voor Nanjung 105, selain untuk dongkrak stamina burung, juga bisa juga untuk meningkatkan birahi burung “, tutur Om Galuh menambahkan .