Cara Merawat Burung Kolibri Wulung

12740

Kolibri wulung atau ada juga yang menyebutnya kolibri muncang (Anthreptes singalensis) ini adalah termasuk jenis burung yang suka makan sari bunga/nektar juga serangga-seranga kecil, laba-laba, buah dan ulat. Burung bertubuh mungil dan mempunyai variasi warna yang cantik ini juga mempunyai suara yang sangat bagus, bahkan kalau kita memeliharanya dari usia anakan atau remaja muda hutan yang masih berwarna hijau (Bulu anak) dan belum berganti bulu menjadi warna metalik (Bulu dewasa), lalu kita master dengan suara burung lain, burung ini akan bisa berkicau dengan banyak variasi meniru burung masterannya.

Burung ini juga mempunyai sifat petarung / fighter yang kuat, jangankan melihat burung sesama jenisnya, jika kita tempelkan cermin kecil saja di sangkarnya maka dengan serta merta burung ini akan langsung berbunyi sambil bergaya dengan menaik turunkan ekor dan juga mengepak-ngepakkan sayapnya. Di tahun 1999-2003-an penulis sering menjumpai burung ini diperjual belikan di PB. Sukahaji Bandung dengan sebutan kolibri cungkwo, waktu itu harganya dikisaran Rp.50.000- diatas Rp.100.000-an.

Sekarang burung ini banyak dipelihara selain sebagai burung master, juga sudah mulai dilombakan di kelas khusus kolibri, dan otomatis harganyapun berangsur naik dari mulai harga ratusan ribu sampai jutaan. Memang untuk burung yang satu ini banyak orang yang suka sekali untuk memeliharanya, akan tetapi banyak sekali orang yang bingung untuk memelihara burung kolibri dikarenakan tidak seperti burung lainnya yang mudah sekali untuk makan dan perawatannya, tetapi kolibri harus dilakukan perawatan khusus. Untuk makannya juga tidak boleh sembarangan karena kalau salah dalam perawatan bisa-bisa burung kolibri ini akan mati, itulah kekawatiran banyak orang yang masi awam.

Oleh sebab itulah penulis akan berbagi tips perawatan burung kolibri agar cepat mau bunyi setiap harinya, berikut ini cara perawatan kolibri wulung yang biasa diterapkan pada kolibri koleksi penulis sendiri :

Cara merawat kolibri wulung agar cepat gacor

  • Setiap pagi hari burung dikeluarkan dari rumah sekitar pukul 06.00 pagi supaya burung mendapatkan udara segar dan juga embun pagi.
  • Sekitar pukul 07.00 burung dimandikan dengan cara disemprot menggunakan sprayer dengan stelan lembut jangan lupa campurkan shampoo JATI JAJAR yang mampu membunuh kutu dan kuman juga sekaligus menghaluskan bulu burung. Lalu jemur sekitar 2 jam-an karena kolibri termasuk burung yang suka suhu panas.
  • EF rutin harian untuk kolibri wulung bisa diberikan berupa ulat hongkong 3 ekor (usahakan berikan ulat hongkong yang berwarna putih, yaitu ulat hongkong yang sedang ganti kulit / molting) berikan ulat hongkong tersebut 3 ekor di pagi hari dan 3 ekor lagi pada waktu sore hari, kroto juga bisa diberikan dengan takaran cukup secuil saja. Buah pisang kepok atau pepaya juga bisa kita berikan sebagai EF.
  • Setelah selesai dijemur air minumnya kita ganti dengan yang baru dan berikan vitamin merk Ebod Vit setiap hari dan seminggu sekali kita berikan suplemen penggacor merk EBOD-JOSS.
  • Berikan NANJUNG NECTAR di cepuk kecil.
  • Untuk kolibri wulung ada sedikit perbedaan dalam hal makanan jika dibandingkan dengan jenis kolibri lainnya yang kebanyakan hanya mau makan madu atau air gula saja, untuk kolibri wulung akan mau juga memakan voor bubuk kalau kita memberinya, untuk itu kita bisa memberikan vour serbuk kasar NANJUNG 105, untuk lebih jelasnya tentang bahasan Vour NANJUNG 105 silahkan klik tautan berikut ini: https://mediaronggolawe.id/pakan-premium-vour-nanjung-105/
  • Pada malam hari burung dikerodong dan kita bisa memasternya dengan suara masteran dari MP3.

Dengan cara perawatan seperti yang ada diatas maka burung kolibri kita bisa cepat sekali gacor, semoga tips yang kami sampaikan diatas tentang Cara Merawat Burung Kolibri Wulung bisa bermanfaat buat rekan Ronggolawers semua. (Ali Kenari)

Nama lengkap saya Muhamad Ali intan,lahir di kota Garut 30 Oktober 1974. Ali Kenari adalah nama di Media sosial Facebook, niat pertama kali saya menggunakan media sosial Facebook adalah untuk mencoba berjualan burung kenari secara Online, itupun atas saran dari salah seorang sahabat saya. Sejak kecil saya mempunya hobi memelihara binatang (burung,ikan dan hewan lainnya, serta bercocok tanam) sampai sekarang, sehingga saya mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan tentang cara perawatan, cara beternak, cara menanggulangi penyakit dan cara perawatan untuk burung yang akan di ikut sertakan dalam festival dan kontes burung berkicau. Pada usia 11 tahun saya juga mulai belajar cara menggunakan kamera. Pada tahun 2013 saya mulai belajar menulis artikel, menjadi pengasuh sebuah rubrik dan bekerja sebagai wartawan di Tabloid Ronggolawe yang kantor pusatnya berada di Bandung. Kemudian sekitar awal tahun 2014 saya mulai menulis artikel di sebuah website hingga sekarang. Dari dasar hobi yang saya tekuni semenjak kecil, kemudian saya mencoba untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang sudah saya dapatkan dengan cara menulis Artikel dan juga rekaman video, Alhamdulillah artikel-artikel hasil tulisan saya sudah banyak di apresiasi, begitupun foto-foto hasil pemotretan saya. Sampai saat ini, saya masih aktif menjalankan profesi wartawan dan juga penulis untuk media Online yang berkutat di bidang hobi ini. Pada tahun 1993 saya pernah kuliah di Universitas Winaya Mukti dan mengambil jurusan Tehnik Arsitektur, tetapi dikarenakan sesuatu hal, Saya hanya bertahan sekitar 1 semester dan kemudian melanjutkan kuliah di STT Garut dengan mengambil jurusan tehnik Arsitektur. Di STT Garut saya kuliah sampai menempuh persiapan Tugas Akhir, akan tetapi dikarenakan pas mau sidang tidak ada teman yang sanggup menempuh proses sidang tersebut(Rata-rata mentok di persentasi), akhirnya siding tugas akhir saya di tunda, dank arena kesibukan berbisnis, akhirnya saya tidak bisa menyelesaikan tugas akhir saya, walaupun sudah beberapa kali di berikan kesempatan oleh pihak majemen kampus. Sekitar tahun 2000, saya juga aktif sebagai anggota dan merupakan salah satu pendiri organisasi mahasiswa pecinta alam MAPALA STT Garut,yang sampai sekarang masih tetap berdiri berkat dukungan dan kinerja para junior junior saya. Garut , 3 April 2018