Buser Team Trenggalek, Gudangnya Amunisi Berkualitas jempolan

86

Buser team Tulungagung, namanya sudah tidak asing lagi ditelinga kicau mania kususnya blok timur. Buser team yang didalamnya ada seorang Hendry Buser, kerap kali kehadirannya dilapangan menjadi pusat perhatian. Bukan hanya jago- jagonya yang berkualitas, namun kekompakan Buser team layak dijadikan teladan bagi kicau mania. Hendry Buser sendiri merupakan sosok yang ramah. Gaul sama siapa saja oke. Sempat rehat dalam kurun waktu yang cukup lama karena kesibukan pekerjaan, kini Buser team kembali siap melanglang buana. ” Sekali kami turun gunung, kami telah siapkan jago-jago berkualitas “, tandas Hendry Buser.

Dan pernyataan itu bukanlah sekedar isapan jempol. Preman, Murai Batu bermateri milik KWX sukses diorbitkan. Meluruk event Dian Lestari Cup garapan Armada BC Tulungagung, Preman sukses nongkrong diurutan 1 dan 2. Team juri jelas saja suka sama Preman. Penampilannya anteng sambil sesekali main ekor, isian kecilannya dibawakan ngerol, senjata gereja tarung, cililin, kenari, habis dimuntahkan. Tak hanya disitu, kualitas dapur suaranya sangat keras hingga tembus ke pojok- pojok gantangan. Melihat penampilan Preman yang terus stabil, Buser team semakin yakin untuk terus meramaikan event- event besar mendatang.

Jenis Murai Batu bukanlah hal baru bagi Buser KWX team. Beberapa waktu silam, team ini telah sukses mengorbitkan Euro yang mengambil posisi nyeri dalam gelaran RRKM Ponorogo. Sayangnya, kini Euro telah berpindah tangan kepada salah satu sahabat baiknya. Kehandalan Buser team rupannya juga melebar dalam jenis burung Cucak Hijau. Andalan team ini adalah Godzila. Nama Godzila bahkan telah banyak dikenal hingga lintas blok. Dalam awal debunya, Godzila sukses meretas prestasi posisi ketiga, dalam event Surabaya Cell feat Dewa 99. Sebuah prestasi yang ciamik, mengingat dalam event ini dihadiri burung-burung jawara lintas blok. Melacak keberadaan Godzila digantangan cukup mudah. Kendati dikepung oleh banyak lawan, isian serta show nya paling menonjol. Besetannya kasar, nembaknya kesetanan, apalagi volume nya garing. Bisa dibilang, satu putaran saja, team juri bakal mudah menemukan sang pemenang.

Ditemui saat santai disela- sela lomba, mediaronggolawe mendapatkan bocoran, bahwa Buser team juga merambah pada kelas Love bird. Yang mengagetkan, hasil breeding Buser BF telah mampu angkat bicara dalam berbagai event. Awalnya kami hanya iseng saja breeding love bird. Hanya dengan perawatan yang tlaten dengan menggunakan bubur ” Trotol ” produk Ebod Jaya, Alhamdulillah lancar dan menghasilkan anakan berkualitas lomba. Sekedar menambahkan saja, dibelakang ternyata masih banyak amunisi Buser team yang layak diandalkan diantaranya love bird Jhony yang nyeri dalam event latpres Ngranti BC, kemudian ada love bird Dollar milik Hendry Buser, yang dalam event Sentyaki Cup kelas utama nongkrong diurutan ketiga. Bahkan, Cucak Ijo Hard Rock milik Surji Titantech, dalam event yang sama sukses nongkrong dipodium dua pada kelas utama, serta podium ketiga pada sesi berikutnya.

Ada yang menarik dalam perawatan seluruh gacoan milik Buser team. Semua jago love bird miliknya, hanya mau mengkonsumsi milet Miltih dari Ebod Jaya. Gak tau kenapa, bila diberikan Miltih lahap sekali. Dan juga penampilannya dilapangan tidak mengecewakan. Untuk Murai Batu Preman kini juga makin stabil dengan voor andalan nya Najung 105. Racikannya pas dan tidak bikin Preman Over Birahi. Semoga Buser team bisa menginspirasi kicau mania nusantara.

( Mediaronggolawe/ ebod jaya group )