BREEDING LOVEBIRD – PUGUH LIONTIN, Boyolali

972

Dari Indukan Jawara, Lahir Anakan Jawara

Banyak rekan-rekannya mengaku heran. Puguh Dwi Arimbawan, yang kini tinggal di kediaman barunya di Teras, Boyolali, sudah sangat jarang mengikuti lomba. Tapi, anakan lovebirdnya laris manis. Apa rahasianya?

Nama Puguh Liontin, begitu biasa dipanggil, sekarang cukup dikenal sebagai breeder lovebird trah jawara. Sesungguhnya, Puguh termasuk orang baru di dunia lovebird. Banyak sekali khususnya di Solo yang jauh lebih awal berkecimpung di dunia lovebird, namun tak setenar Puguh. Burung yang bisa dikatakan pertama ia beli, yaitu Liontin, sering moncer atau jawara.

Burung itu kemudian sempat berpindah-pindah tangan. Mulanya dibeli Itok dengan harga yang cukup fantastis, kemudian pindah ke tangah Hani Faroko Brothers SF, dan sekarang masih sering prestasi di tangan pemilik barunya di Tangerang.

Bermula dari Liontin, kecintaan Puguh terhadap lovebird pun semakin menjadi. Puguh kemudian terus belajar tentang lovebird, termasuk breedingnya. Puguh yang kemudian akrab dan sering beriringan bersama Itok, bahkan sekarang ikut bersama-sama mengurus dan membesarkan bursa lovebird, semakin banyak menyerap ilmu lovebird dari belajar langsung dengan para pemain lovebird di Solo, yang kini menjelma menjadi ibu kota lovebird.

Meskipun Liontin sudah tidak lagi di tangannya, namun namanya tetap lekat di belakang nama Puguh. Liontin kemudian memang menempel di belakang namanya, menjadi brand bagi Puguh yang kini juga sukses mengembangkan breeding, tetap dengan nama Liontin BF. Maka menyebut nama Puguh, akan ingat Liontin. Dan bicara Liontin, tentunya harus membicarakan Puguh juga. Anakannya pun sudah tersebar ke banyak kota, hingga jauh ke luar-luar pulau, hingga ke Kalimantan, Mataram, Sumatera, bahkan ke Sulawesi tepatnya di kota Makasar.

“Setiap hari Minggu saya dapat kiriman gambar piagam kejuaraan dari mereka yang membeli anakan saya. Tentu saya senang karena anakan dari kandang saya, setelah sampai ke tangan yang baru, akhirnya tetap bisa nampil dan meraih juara.”

Puguh saat ini memang mengaku jarang turun ke lomba secara langsung. Waktunya memang bisa dikatakan habis tersita melayani para pelangganannya, mulai aktivitas mengirim, hingga berbagi resep merawat burung.
“Saya mencoba melayani setiap ada yang bertanya maupun bertukar pikiran tentang lovebird. Walau pun hanya tanya-tanya tidak beli, tetap saya layani sama baiknya dengan mereka yang akan membeli.”

INDUK TRAH JAWARA
Puguh memang rajin berburu lovebird lapangan. Bila ketemu yang benar-benar disukainya, kemudian disiapkan untuk materi indukan. Kini, Puguh juga banyak mendapatkan bahan dari bursa yang ia kelola bersama Itok, Warjo IKPBS, dan kawan-kawan di pasar burung Depok Solo.

“Ada kalanya konsumen yang meminta dicarikan bahan yang sudah siap ke lapangan. Kalau pas dapat yang menurut saya bagus, ya saya kirim. Jadi, saya akan ngomong apa adanya, apakah itu anakan dari kandang saya, atau materi dari luar tapi secara kualitas memang sesuai dengan spek yang diminta.”

Untuk jumlah indukan, menurut Puguh memang tidak banyak. “Saya sengaja membatasi jumlah indukan, karena mengedepankan materi yang benar-benar berkualitas. Anakan juga saya biar kan diloloh oleh indukan, sampai keluar glodok atau mulai bisa makan sendiri.” Begitu anakan dipanen, tak berapa lama biasanya akan segera kawin, dan bertelur kembali. Produktivitas indukan memang bisa dibilang bagus, karena Puguh memberikan asupan pakan yang bagus dan terpilih.

Vitamin Ebod Breeding diberikan kepada indukan, beberapa hari setelah anakan dipanen, supaya birahi indukan bisa bersamaan, telur lebih ngisi, sehingga juga peluang netasnya jauh lebih besar. Setelah anakan dipanen, secara teratur juga ditambah ebod vit setiap hari supaya sehat, tidak gampang sakit, serta pertumbuhan bisa normal dan cepat bongsor.

Anakan-anakan itu kemudian dia masukkan dalam kandang ombyok atau umbaran. Bila mulai kelihatan prospek, barulah dipisah dalam sangkar soliter. Karena anakan diasuh indukan, maka aslinya akan giras atau kurang jinak.

TIPS MENJINAKAN LOVEBIRD
Sebagai burung yang mau ditampilkan untuk lomba, tentunya lovebird itu tidak boleh terlalu giras. Padahal, bawaan untuk anakan lovebird yang diasuh oleh indukan sampai keluar gelodok, pasti giras.

Puguh pun membagikan ilmu cara menjinakkan lovebird yang giras. “Kalau anakan dari saya, dari genetika insya Allah sudah bagus. Maka kunci atau rahasia menampilkan adalah soal perawatannya.”

Langkah awal perawatan, adalah menjinakkan anakan yang masih giras. Caranya, ya dengan rajin memandikan, kemudian menjemur, dan setelah itu digantung di tempat rendah supaya sering berinteraksi dengan orang.

Untuk memandikannya, pakailah air yang diberi tambahan shampor jati jajar. Selain lebih bersih, juga sudah mengandung anti kutu. Ingat, bulu burung bisa banyak mengandung kutu, dan itu sangat mengganggu burung sehingga membuatnya kurang nampil. Jadi mau sebaik apa pun materi burung, kalau misalnya kena kutu dan tidak tertangani, pasti juga tidak bisa maksimal.

Karena itu, memandikan burung juga akan lebih baik sekaligus membasmi kutu, tapi tetap aman bagi si burung. Mandi bisa dengan cara disemprot, sebagaimana umumnya lovebird. Namun, ada kalanya juga ada lovebird yang mau mandi sendiri dalam cepuk atau semacam keramba kecil dari plastik.

Anakan yang sudah mulai jadi, dipisahkan di tempat yang jauh.”Saya taruh di rumah perawat saya. Kalau di sini, sering bunyi nembak panjang, mengganggu indukan yang lagi ngeram jadi kurang tenang.”

TIPS MENAMPILKAN LOVEBIRD
Bila kita suah memiliki lovebird yang memilik materi baik, dalam arti burung rajin, ngekeknya juga panjang-panjang, dan fighter, maka kemudian adalah bagaimana seting lomba supaya bisa pas.

“Menampilan burung lovebird sejatinya adalah bagaimana kita bisa memacu dan mengendalikan birahinya. Syarat supaya nampil, ya harus birahi, tapi tidak boleh berlebihan atau terlalu kenceng. Kalau kurang birahi burung banyak diam atau ngetem, kalau berlebih biasanya akan ngeruji mengejar musuh di sampingnya.”

Mengendalikan birahi beragam caranya, mulai mengatur asupan pangan. Bila birahi tampak berlebih, bisa memberikan kayu yang lunak seperti jenis kayu sengon atau albasia, supaya digigit-gigit. Pemberian kangkung di hari Sabtu, juga dipercaya untuk mengurangi birahi berlebih. Bisa pula dengan cara memandikan atau membasahi beberapa saat sebelum digantangkan, waktunya harus pas, supaya pas digantang bulu sudah kering, kalau masih basah nanti bisa didis.

Stelan yang pas tiap individu burung bisa berbeda-beda, dan asal telaten dan dirawat dengan kasih sayang, pasti akan ketemu sesuai karakter masing-masing burung.

“Liontin misalnya, sekarang kalau mau lomba malah main jangkrik. Stelan yang dulu tidak ada, memang baru ketemu di tangan pemilik yang sekarang,” imbuh Puguh.

Untuk harian supaya burung tetap dalam kondisi, Puguh memberikan vitamin Ebod Vit. Sementara sebelum lomba, hari Jumat dan Sabtu diberikan Ebod Joss sebagai penggacor. Ebod Joss terbukti sangat mendukung penampilan burung supaya semakin bergairah di lapangan, juga tidak gampang loyo, volume tetap tembus dan stabil. Hal ini pulalah yang juga coba dibagikan oleh Puguh kepada para konsumennya.

Puguh mengaku selalu berusaha memberikan waktu yang cukup untuk melayani konsultasi baik kepada para konsumennya atau mereka yang mengenal Puguh dan sekadar bertanya-tanya. “Jadi misal ada pertanyaan kok burung ndak mau nampil, akan saya coba tanya bagaimana kondisi burung. Apakah burung cukup birahi, coba saya jelaskan mengenal ciri-ciri burung cukup birahi dan kondisinya siap untuk lomba.

Kapan burung kita anggap tidak kondisi sehingga jangan dipaksakan untuk lomba. Kapan burung birahi berlebih dan perlu dicari cara untuk menurunkannya. Kalau memang segala cara sudah dilakukan dan burung tidak nampil, maka saya memberikan garansi. Burung dikirim balik dan saya ganti materi baru, atau kalau memang diinginkan, bisa saya kembalikan utuh uangnya. [jeprix]

SEBAGIAN PEMILIK LOVEBIRD DARI PUGUH YANG MELAPORKAN BURUNGNYA JUARA

  • Yudi Pekalongan
  • Dafit Indramayu
  • Mr. Aji Pekalongan
  • Mr. Edvan Jakarta
  • Ariansyah EW
  • Mr. Baim Semarang
  • Mr. Wedar Ungaran
  • Mr. Wely Klaten
  • Mr. Anda Sembako, Padang
  • Mr. Agung Palangkaraya
  • Mr. Bagya Kendal
  • Mr. Omez Cilacap
  • Mr. Henry Magelang
  • Mr. Yudi Jakarta
  • Mr. Richard Sidoarjo
  • Mr. Dewa Mataram
  • Mr. Gema Makasar

Nah, bagi yang ingin bertanya-tanya pada Puguh tentang apa saja terkait love bird, bisa kontak di pin bb 522C299D, hp 0815.6531.190, 0818.0660.6935