Mediaronggolawe.id, Pekanbaru – Bagi kicaumania dewasa ini memang tidak terlepas perhatiannya terhadap bagaimana seorang juri dalam bertugas. Juri yang bertugas harus memang menunjukkan profesionalannya terhadap amanah yang diletakkan ke pundaknya. Amanah kicaumania tidak bisa terlepas dari jujurnya seorang juri dalam menerapkan pakem penilaian yang telah ditetapkan oleh organisasi dimana juri ini bernaung.

Kisah kepribadian seorang juri memang tidak habis-habisnya untuk diulas dan dibahas, kali ini ada seorang juri muda yang berbakat kedepannya, dalam menjuri selalu konsisten dan menerapkan pakem penilaian yang telah dipelajari. Sosok juri ini adalah Andi Aneko atau andi kitink beliau akrab disapa. Andi memang menjadi juri setelah mengikuti diklat yang diadakan oleh Ronggolawe Nusantara Riau pada tahun 2016. Dari pemahaman tentang burung dan telah mengikuti diklat tersebut, beliau memberanikan diri menjadi juri sampai dengan sekarang.

Andi Aneko lahir bertempat di Duri-Riau dan telah menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) disalah satu Universitas swasta di Pekanbaru-Riau. Dengan pendidikan yang tinggi bukan halangan bagi beliau untuk menjadi juri dan berkembang dalam dunia hobinya. Awalnya berawal dari hobi, Andi terus ikut dalam perlombaan burung kicau dan tertarik menjadi juri dengan alasan untuk memahami dan agar lebih tahu tentang burung dan penilaian suatu lomba.

Akhirnya berkat dukungan teman-teman dan keluarga bergabunglah beliau dalam team penjurian nasional yakni Ronggolawe Nusantara. Andi mengikuti diklat selama dua hari dan satu hari lansung diterjunkan menjadi juri sambil terus diawasi oleh tentor diklat yang lansung terjun mengikuti lomba burung berkicau. Banyak ilmu yang didapatkan dari dua hari mengikuti diklat tersebut, dari pakem penilaian sampai dengan etika juri dalam bertugas dan berinteraksi dengan para peserta lomba yakni kicaumania.

Alasan beliau bergabung dengan Ronggolawe Nusantara karena organisasi ini merupakan salah satu organisasi terbesar yang ada di Indonesia dan sudah banyak tersebar sampai ke seluruh pelosok negeri. Suka dan duka beliau dalam menjadi juri kurang lebih 3 tahun sudah banyak sekali. Sukanya beliau menjadi juri adalah mendapatkan keluarga baru yang solid dalam kekeluargaan yang tinggi. Susah senang dihadapi bersama, walau banyak krikil dan badai tetapi selalu tampil strong. Dukanya menjadi juri adalah sering dianggap main mata dengan pemain, dicaci maki, bahkan dimusuhi, tetapi beliau tetap konsisten dengan pendiriannya dalam bertugas. (efn)