Beli Ombyokan Rp 200 ribu, Kini Konin “Kolonel” Ditawar Rp 15 Juta

3454

 

PALEMBANG – Burung kolibri ninja (konin) bernama Kolonel tampil perkasa dalam acara Lomba Burung Berkicau dan Launching Lapangan Ronggolawe Sriwalk Palembang, Minggu (17/2/2019). Dua kali gantang, burung milik S Tian (33) ini berhasil raih double winner.

“Ini memang burung sering ikut lomba dan senang sekali bisa juara dua kali di acara ini (Launching Lapangan Ronggolawe Sriwalk Palembang),” kata Tian saat dibincangi MediaRonggolawe.id

Tian mengungkapkan bahwa konin miliknya dibeli secara ombyokan dua tahun yang lalu. Saat itu ia beli harus merogih kocek sebesar Rp 200 ribu saja. Karena burung sering juara dan pernah ikut lomba nasional di Lampung, burung konin miliknya harganya sudah berpuluh kali lipat.

“Tawaran terakhir itu ada yang nawar Rp 15 juta. Tapi tidak saya lepas, karena masih sayang,” jelasnya.

 

Burung konin yang notabene awalnya hanya untuk masteran burung kicau lain, kini sudah bisa naik kelas dengan adanya kelas khusus konin.

“Dulu juga saya main murai batu. Lalu malah jatuh cinta sama konin. Karena perawatannya boleh dibilang susah gampang. Kata orang ribet, tapi ternyata gak juga,” jelasnya.

Untuk perawatan Kolonel, dimulai sejak pagi hari. Dari embun pagi, dijemur pagi dan mandi. Untuk mandi, Kolonel kata Tian mandi sendiri. “Kalau di rumah sistem koloni. Jadi ramai burungnya digantung berjejer dalam kandang,” ujarnya.

Menurut Tian, konin boleh dibilang burung pintar. Pasalnya burung ini mudah sekali diisi dengan suara burung lain. Kolonel saja isiannya lumayan banyak, ada suara cililin, jangkrik, rambatan gunung, ciblek gunung dan belalang emas.

 

Burung konin ini menurut Tian, tidak perlu ngurak dulu agar bisa diisi dengan masteran. Beda sekali dengan murai batu dan kacer. “Makanya disebut burung pintar karena banyak isiannya. Dulu jadi burung masteran, sekarang bisa dilombakan,” ujarnya.

Untuk perawatan lomba, Tian hanya melakukan setingan birahi saja. “Kalau cuaca panas, setingannya diturunin. Kalau cuaca dingin dinaikin setingannya. Jadi harus pintar maini birahinya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pakan harian, Tian menggunakan nektar racikannya sendiri. “Saya bikin sendiri dan saya jual juga secara online. Namanya nektar biotik. Kalau pemain kolibri di Palembang sudah tahu semua,” jelasnya.

Saat ini menurut Tian, pecinta konin di Palembang khususnya di Sumsel sudah cukup banyak. Namun masih kalah dengan daerah di Pulau Jawa.

“Harapan saya kedepannya masih banyak lagi yang main konin dan lomba seperti inilah yang jadi wadah bagi kami untuk tampil unjuk gigi. Di Palembang lomba untuk kelas konin ada terus, bisa dua sampai tiga kali dalam seminggu,” ungkap anggota Kolibri Ninja Sriwijaya ini.

Ke depannya, Tian akan mencoba peruntungannya membawa Kolonel ke Pulau Jawa. “Rencana mau ikut Piala Pasundan. Siapa tahu Kolonel bisa tampil lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ketua DPW Ronggolawe Sumsel, Novriansyah mengatakan, lapangan baru ini diharapkan bisa lebih memajukan dunia burung berkicau di Palembang. “Tiap tahun penggemar burung berkicau di Sumsel, khusunya di Palembang itu terus bertambah. Jadi lapangan baru ini diharapkan bisa jadi fasilitastor bagi penggemar kicau mania,” katanya disela acara.

Adanya lapangan Ronggolawe Sriwalk ini menambah jumlah lapangan Ronggolawe di Sumsel sebanyak 24 lapangan. “Acara ini targetnya 500 peserta. Tapi nyatanya yang ikut ada 900 hampir seribu,” ungkapnya.

Ketua Penyelenggara, Regen Nusantara, menambahkan, untuk lapangan Sriwalk sudah berjalan hampir 2 bulan. “Latberan rutin tiap Kamis, lalu hari ini (kemarin) kami adakan launching. Ya tujuannya sekalian promosi dan mengenalkan produk properti ruko ,cafe & resto, yang lagi tahap pembangunan,” jelasnya.

Regen menuturkan, kemungkinan akan diadakan even akbar kembali.  “Apalagi acara ktadi (kemarin), dari peserta alhamdulilah mereka puas, baik dari pelayanan maupun dari penjurian, fairplay, & sponsor yang ikut mensupport juga merasa puas. Next mereka mau support lagi kalau ada even burung di Sriwalk,” urainya.

Selain itu, Regen menambahkan mega latber rasa latpres tersebut khusus di kelas murai batu, kacer dan lovebird hampir full gantangan.

Pada lomba ini, peraih predikat SF diraih Bintang SF. Sedangkan predikat BC diraih Plaju BC.