Be eM Te, Branjangan Mania Tegal- Seduluran Sing Paling Penting

337

Mediaronggolawe.id – Sudah menjadi hal yang biasa jika suatu kelompok tertentu terbentuk karena terdapat kesamaan hobi. Bahkan tidak jarang kesamaan hobi ini memunculkan fanatisme yang tinggi. Kesukaan yang sangat menggebu sehingga kehilangan kontrol. Namun tidak demikian dengan kelompok yang akan ditampilkan dalam artikel ini. Kelompok yang menamakan dirinya BMT, Branjangan Mania Tegal ini bahkan menunjukkan rasa sosial yang tinggi terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi bahkan di luar komunitasnya.

Branjangan Mania Tegal adalah suatu komunitas kicau mania pecinta burung branjangan dari Tegal.  Komunitas yang mempunyai motto Seduluran sing paling penting ini terbentuk karena rasa keprihatinan terhadap burung branjangan yang hampir punah. Oleh beberapa orang, antara lain : Om Thomas, Om Yahya, Om Syafei, Om Reza, dan Om Minto, tepat tanggal 13 Agustus 2014, terbentuklah BMT. Nama-nama itu lah yang sekarang disebut sebagai pendiri Branjangan Mania Tegal. Meskipun menggunakan nama Tegal namun anggota-anggotanya berasal dari Tegal, Slawi, Pemalang, dan Brebes. Berdirinya komunitas ini tidak bertentangan dengan komunitas sebelunya, karena memang BMT menginduk pada KKBI, Keluarga Kicau Mania Branjangan Indonesia, yang lebih dahulu ada.

Om Haris Chirno, penerima Penghargaan Penggerak Komunitas Branjangan

Meskipun BMT terbentuk tahun 2014, baru pada tahun 2015 terdapat susunan organisasi. Periode 2015 – 2016, Ketua BMT Om Harris Chirno, 2016 – 2017 kembali Om Harris Chirno terpilih menjadi ketua, 2017 -2018 Om Hasan terpilih menjadi ketua, 2018-2019 Om Awang menjadi ketua, Bendahara Om Roy, Sekretaris 1 Om Fatah, sekr 2 Om Aef Jr. Sebagai Pembina, Bang Jae Nara Kusuma, Om Yahya, Pak H. Ahmad, Om Sophan Setiawan, Om Tohari, dan Om Harris Chirno. Jumlah crew BMT 40 orang. Secara keseluruhan, anggota aktif BMT mencapai 100 orang.

Bentuk implementasi BMT sebagai pecinta sekaligus pelestari burung branjangan, pada bulan Agustus 2015 di Tanjung Brebes, mengadakan kegiatan Silaturachmi antar anggota branjangan. Kegiatan yang diisi dengan ajang pertemuan para anggota, juga ajang menampilkan burung branjangan masing-masing / kontes. Sukses mengadakan kegiatan Silaturachmi, pada tahun berikutnya, Aguastus 2016, BMT kembali mengadakan kegiatan dengan tajuk KOPDAR 1, bertempat di lapanngan burung Rita Mall Tegal. Inilah Kopdar Nasional pertama yang diadakan. Selanjutnya pada bulan Agustus 2017, di tempat yang sama diadakan KOPDAR ke 2, dan pada Agustus 2018 KOPDAR ke 3 juga bertempat di Rita Mall Tegal. Dari semua kegiatan yang dilaksanakan, semuanya sukses dilaksanakan dan anggaran diperoleh dari anggota BMT tanpa ada sponship yang mendanai.

Sebagai bukti bahwa BMT adalah komunitas yang aktif sebagai penggerak sekaligus pelestari burung branjangan, pada tanggal 31 Maret 2019 pada even Piala Presiden 2019, Mr. Toni Utomo, Pembesar KKBI sebagai induk Keluarga Kicau Mania Branjangan Indonesia, telah menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Om Haris Chirno, sebagai Penggerak Komunitas Branjangan.

Untuk kegiatan didalam komunitas sendiri, seminggu 1 x, BMT selalu mengadakan kopdar setiap hari Minggu, di Desa Sidapurna, lapangan Sampurna BC. Kopdar dilaksanakan pukul 14.00 wib s.d selesai. Pada kegiatan itu juga sekaligus dilaksanakan rembug antar anggota. Sesuai dengan motto komunitas, keputusan bersama merupakan keputusan akhir yang diambil. Rata-rata peserta yang hadir dalam kopdar mencapai 40 orang.

Selain sebagai peserta lomba dan sebagai pelestari, banyak anggota BMT yang sudah berhasil mengembiakkan branjangan dan selaras dengan tujuan APBN, Asosiasi Peternak Burung Nasional, sebagai pelestari hewan-hewan yang dilindungi, BMT sangat mendukung dengan adanya APBN.