Awas! Burung Ocehan Milik Kita Pun Bisa Cacingan

[doptg id=”2729″]

 

Hewan yang satu ini bisa dikenal sebagi hewan pembawa bibit penyakit, baik bagi manusia dan hewan piaraan yang mengunungkan bagi manusia. Seperti, sapi, kambing, bebek, dan babi. Hewan tersebut adalah cacing. Pada dasarnya cacing yang sering kita gunakan sebagai umpan sewaktu memancing ikan, ternyata juga membawa manfaat baik untuk burung ocehan andalan kita. Biasanya cacing diberikan untuk extrafooding burung Anis (merah dan kembang) serta burung kacer. Tapi yang kam maksud disin adalah cacing tanah.

Tetapi, ada beberapa jenis-jenis cacing yang masuk katagori cacing yang merugikan manusia dan hewan lainnya termasuk pada burung ocehan milik kita. Berbagai jenis cacing sering kali ditemukan di dalam tubuh burung. Di antaranya adalah: cacing tenggorokan (Syngamus trachea), cacing rambut (Capillaria sp.), cacing gelang (Ascaridia sp.), dan cacing pita (Cestoda).

Diulasan kami kali ini, kami akan memberi informasi seputar cacing yang membawa dampak buruk bagi burung ocehan milik kita. Jenis cacing apa sajakah itu? Dampak buruk apa yang disebabkan cacing tersebut? Dan penebabnya.

Mari kita simak bersama-sama ulasan artikel berikut ini.

Cacing Tenggorokan (Syngamus trachea)

cacing tenggorokan
Tanda gejala: Burung akan batuk-batuk, bersin, dan menggoyang-goyangkan kepala untuk menghilangkan lendir yang keluar dari lubang hidungnya.
Penyebab: Penyakit ini disebabkan parasit cacing tenggorokan. Cacing ini hidup di daerah tenggorokan yang dapat menyumbat saluran pernapasan sehingga dapat menyebabkan kematian.

Cacing Rambut (Capillaria sp.)

cacing rambut
Tanda gejala: Tidak ada gejala yang khas dari dampak buruk cacing jenis ini. Gejala yang tampak hanyalah burung menderita diare. Namun, jika seekor burung terkena cacing rambut, maka akan menjalar dengan cepat keburung penghuni sangkar tersebut sampai akhirnya dapat membunuh penghuni sangkar tersebut. Cacing rambut harus diwaspadai oleh para peternak burung, sebab cacing ini bisa pula menjalar keseluruh burung penghuni sangkar, apa bila peternak tersebut mengunakan pola penangkaran koloni atau sistem koloni.
Penyebab: cacing dapat menginfeksi melalui pakan, minuman, dan tanah yang tercemar oleh telur cacing. Oleh burung makanan dan minuman tersebut dikonsumsinya, lantas terbawa masuk dalam tubuh burung. Di dalam tubuh burung, cacing hidup pada selaput mukosa usus yang menyerap sari makan melalui darah.

Cacing gelang (Ascaridia sp.)

cacing gelang
Tanda gejala: Serangan cacing ini tidak menimbulkan gejala yang khas. Akibat serangan cacing ini dapat menimbulkan penyakit kurang darah atau anemia dan keracunan pada burung oleh ekskresi buangan dari parasit. Kebiasaan cacing jenis ini menggerombol pada satu tempat di dalam usus, sehingga menyebabkan tersumbatnya usus, akibat dari penyumbatan burung bisa mati.
Penyebab: Cacing gelang menjadi penyebab sakitnya berbagai jenis burung. Mulai burung jenis paruh bengkok, merpati, dan unggas lainnya.Tanah yang terinfeksi cacing ini dapat dikeduk bagian atasnya kemudian diberikan kapur pertanian serta disemprot dengan larutan desinfektan, seperti SHAMPO JATI JAJAR produk unggulan EBOD JAYA GROUP.

Cacing Pita (Cestoda)

cacing pita
Tanda gejala: Cestodiosis dapat disebabkan oleh berbagai jenis cacing pita, se-perti Davainea proglottina, Raillietina sp., Amoebotaenia sphenoides, dan Choanotaenia infundibulum. Gejala umum pada burung yang terserang cestodiosis adalah lesu, pucat, kurus, tidak mau makan, sedikit diare. Cestodiosis davainea dapat menyebabkan burung akan selalu membuka paruhnya seperti kehausan, sedangkan cestodiosis raillietina dapat menyebabkan bulu burung menjadi kasar.
Penyebab: Penyakit ini adalah cacing pita. Cacing pita yang terpendek adalah Davainea proglottina dengan ukuran panjang tubuh antara 0,5 mm -3 mm, sedangkan jenis cacing pita yang terpanjang yaitu Raillietina tetragona dan Raillietina echinobothrida dengan ukuran panjang tubuhnya mencapai 25 cm.

Selain pengobatan terhadap cacing, upaya pencegahan juga perlu dilakukan. Hewan perantaranya yaitu lalat dan siput darat perlu dibasmi. Hewan ini dapat menularkan telur-telur cacing yang dimakan pada inangnya, yaitu unggas dan burung.
Berbagai Sumber.
DennySby_48.