Asmara, Dulang Poin Ribuan Hingga Dijuluki Penebar Petaka Bagi Lawan

197

Sekilas saja membaca namanya, Asmara milik Berta merupakan jago penebar asmara. Tapi siapa sangka, dibalik namanya yang indah, sekaligus menebar petaka bagi lawan- lawannya. Kenapa bisa dijuluki sesadis itu, mari kita bongkar kronologinya. Bukankah nama Asmara terkesan penuh cinta. Berta sang pemilik pun awalnya juga ingin sekedar memberikan sebuah nama yang indah dan mudah diingat.

Semua berubah tatkala melihat penampilan Asmara digantangan. Ngekek panjang dengan volume yang keras, tak ada sedikitpun waktu dibuang percuma, membuat Asmara menjadi lumbung poin. Mengumpulkan ribuan poin adalah hal biasa bagi Asmara. Kendati dimainkan hampir setiap minggu, penampilannya tak pernah loyo. Bahkan kian sering digantangkan, Asmara kian panas.

Pernah suatu ketika, kondisi Asmara dirumah tampak lesu dan tidak bergairah. Rasanya enggan bawa jalan- jalan sang jagoan istimewa ini. Kurang semangat saja melihatnya drop gini. Dasar sang pemilik telah terlanjur mania gantang burung, ya sudahlah akhirnya Asrama tetap ditenteng kelapangan. Luar biasa, tak pernah terlintas dibenak Berta, ternyata Asmara langsung merespon suasana lapangan dan merasa terganggu dengan keberadaan lawan- lawannya disekitarnya.

Narik- narik kemudian langsung ngekek saat mencium lokasi lomba, membuat Berta gatal juga untuk menggantangkan Asmara. Diantara perasaan penasaran dan tak yakin mau nampil, akhirnya tak dihiraukannya. Pokoknya gantang saja, soal hasil apa kata burung ajalah, kenang Berta mengingat saat itu. Diluar prediksi, Asmara langsung menghajar lawan- lawannya dengan tensi tinggi. Mental fighternya terlihat sangat menonjol. Nyaris tanpa jeda dan tak mau melewatkan sedetikpun tanpa ngekek. Melihat sang jagoan memiliki prospek yang cerah, Berta kini bisa bernafas lega. Bila Asmara bisa tampil stabil seperti hari ini, saya yakin Asmara mampu bersaing dalam event-event besar mendatang.

Disinggung soal apa sih rahasianya, hingga Asmara bisa tampil trengginas seperti ini? Dengan santai, Berta membocorkan rahasianya. Asmara dasarnya memang sudah sangat fighter. Namun, namanya burung tentu saja mengalami pasang surut kondisinya.

Lantas, apa sih yang dilakukan Berta selama ini? Ternyata Asmara diperlukan seperti layaknya burung- burung lainnya. Untuk pakan, Asmara mengkonsumsi Miltih, produk sejuta umat dari Ebod Jaya. Selain bersih, kandungan gizinya tidak perlu dibahas, karena telah banyak paruh bengkok mania yang membuktikannya.

Nah, ada satu lagi rahasianya. Kendati Asmara telah memiliki mental Fighter, untuk menjaga mental tarungnya, Berta kini memberikan Bio Fighter, produk hebat dari Ebod Jaya yang kusus diriset untuk menambah daya gedor Love bird jawara.

“Mau percaya atau tidak, saya telah membuktikannya sendiri, tandas Berta. Kalau penasaran, boleh dicoba deh. Satu catatan lagi, Bio Fighter harganya murah berkisar di angka Rp. 35.000. Capek lomba pulang dengan tangan hampa? Pengalaman saya mungkin bisa dijadikan referensi. Selamat mencoba,” pungkas Berta.

( Mediaronggolawe/ Ebod Jaya )