Asen Helmet Siapkan Kejutan Untuk Kenari Mania

307

Seperti apa ke depannya dunia perburungan Indonesia ? Mungkin pertanyaan seperti ini pernah terlintas di kepala kita sebagai penghobi burung berkicau. Dan kenyataannya dunia perburungan semakin ramai. Ini tentu berkat orang-orang yang peduli dengan dunia perburungan. Dari mereka yang membuat tempat latber, para penangkar burung, pencetus organisasi dan tentu saja para penghoby yang selalu meramaikan arena kompetisi.

Tidak mau ketinggalan juga Asen Helmet. Dunia kompetisi maupun dunia perburungan secara umum sudah bukan hal yang asing untuknya. Arena kompetisi nasional sudah menjadi makanannya.

Asen juga sangat memperhatikan komunitas yang terus berkembang. Khususnya komunitas penggemar Kenari. Walaupun kenari bukan burung asli Indonesia, tetapi pada kenyataannya kenari banyak penggemarnya. Lalu apa yang akan dilakukan Asen ?

“Seperti kita lihat bersama. Kondisi jenis burung kenari belakangan ini mulai memprihatinkan. Pemain kenari yang datang ke tempat latber sudah jauh berkurang. Belum lagi anakan hasil dari para penangkar juga harganya turun drastis. Ini tentu perlu solusinya. Dan harus kita lakukan bersama-sama untuk kembali mengangkat jenis burung kenari”, ucap Asen memulai pembicaraan ketika dihubungi lewat telepon.

“Untuk itu saya akan segera membuat organisasi sebagai wadah para penangkar maupun pemain kenari. Ini sangat penting. Karena dengan satu wadah kita dapat menyatukan pemikiran dengan tujuan yang sama. Tentu saja wadah atau organisasi ini akan kita buat skala nasional. Bukan tidak mungkin juga yang biasanya kita import kenari kondisinya berbalik. Maksudnya adalah kita yang eksport”, ucap Asen menambahkan.

Apa yang akan dilakukan oleh Asen tentu tidak mudah. Tapi dia sangat yakin apa yang dia lakukan akan banyak memberikan dampak positif dalam dunia perburungan. Sudah menjadi keharusan untuk kicau mania mendukung semua hal yang dilakukan orang-orang yang peduli dengan dunia perburungan. Begitu juga apa yang akan dilakukan oleh Asen Helmet. (red#1)