Mediaronggolawe.id, Pekanbaru – Bermula dari iseng-iseng melihat murai batu kepunyaan temannya, om Sugiono akhirnya tertarik ingin memiliki murai batu. Murai batu memang mempunyai nilai magis terhadap orang yang melihatnya, ini terlihat yang dialami oleh om Sugiono. Dengan pengetahuan yang minim dan pengalaman yang hampir tidak ada, om Sugiono membeli murai batu. Alhasil murai yang didapatkannya adalah murai batu gembung dari yang rencananya ingin memiliki murai batu medan.

Dari situlah, om Sugiono merasa tertantang untuk harus banyak belajar dari penghobi yang sudah berpengalaman dibidangnya. Dengan pengetahuan yang terus bertambah, membuat om Sugiono berniat untuk menangkar murai batu. Niat yang kuat untuk belajar dan terus belajar, akhirnya om Sugiono membuka penangkar yang bernama ARLUSA BF.

ARLUSA BF yang merupakan singkatan dari AREK LUBUK SAKAI ini, mempunyai 3 pasang murai batu. Tiga pasang tersebut adalah murai penjantan dari jenis murai Nias Raja, murai marike dan murai bahorok. Dengan bermodal tiga pasang murai, om Sugiono ingin anakkannya bisa berkualitas dan juara kedepannya.

Om Sugiono sempat panik dengan keluarnya peraturan pemerintah nomor 20 tahun 2018 tentang habitat dan satwa yang dilindungi, ini dikarenakan beliau baru memulai untuk menangkar murai batu. Om Sugiono sempat berpikir untuk menjual kembali murainya karena akan sangat merugikan baginya dengan keluar peraturan tersebut. Niat untuk menjual murai akhirnya dibatalkannya, ini dikarenakan peraturan tersebut direvisi kembali. Jenis murai batu yang awalnya adalah jenis burung yang dilindungi, akhirnya direvisi dengan pengecualian.

Setelah peraturan tersebut direvisi, penangkaran yang baru dibangunnya mulai menunjukkan hasilnya. Dengan pengetahuan yang otodidak dan awam tentang cara menangkar, akhirnya murainya bisa menghasilkan. Perawatan yang selama ini diterapkan kepada murainya adalah dengan pakan yang berlimbah, seperti jangkrik, kroto, ulat, dan cacing. Kunci keberhasilannya adalah pakan dan jangan sampai putus, itu akan berpengaruh kepada murai. Untuk vitamin, om Sugiono menggunakan ebod breeding yang ditambahkan beberapa tetes di wadah minumannya dan setiap harinya diganti. Ebod Breeding sangat berpengaruh terhadap hasil anakkan yang berkualitas dengan kandungan mineral yang tinggi membuat telor yang dihasilkan tidak kosong dan menetas dengan sempurna.

Telor yang telah menetas dan menghasilkan anakkan, om Sugiono pun tidak sembarangan memberikan pakan untuk anakkannya. Pakan yang bernutrisi tinggi harus diberikan, supaya anakkan kelak menjadi burung dewasa yang sehat. Pakan yang diberikan om Sugiono adalah campuran pakan yang berkualitas yang lansung diraciknya sendiri. Salah satu tambahan racikan dari om Sugiono adalah Ebod Trotol yang tidak kalah penting khasiatnya. Banyak sekali keguanaan dari Ebod Trotol salah satunya meningkatkan daya tahan tubuh trotol supaya tidak ngedrop dengan cuaca yang sering berubah-ubah.

Dengan konsistensi beliau belajar dan terus belajar, membuat om Sugiono berhasil mencetak anakkan yang berkualitas. Tubuh trotol yang terus berkembang, menghasilkan murai dewasa yang sehat. Bila teman-teman berminat ingin memiliki ternakan dari ARLUSA BF bisa menghubungi : ARLUSA BF, Lokasi Desa Lubuk Sakai Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar-Riau. Contak person WA dan SMS 085664422880. (efn).