APBN KORWIL PRIANGAN TIMUR – “Tanah Legenda Dengan Berjuta Cerita”

116
DEKLARASI APBN KORWIL PRIANGAN TIMUR

APBN Korwil Priangan Timur (Garut, Ciamis, Tasik), tanah legenda dengan berjuta cerita. Banyak nasehat yang bisa kita ambil untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari cerita yang ada. Prilaku santun dan bersabahat tercermin orang-orangnya. Wilayah geografis bergunung, berbukit dengan hawa dingin dan udara segarnya sangat mendukung untuk usaha penangkaran.

APBN Korwil Priangan Timur dideklarasikan dengan ketua korwil Om Deni Darisman, seorang kapten kapal yang masih aktif berlayar. Pekerjaanya sebagai pelaut tidak menyulitkanya untuk tetap menjalankan hobi, walau kadang harus menahan rindu untuk bisa merawat dan melombakan jagoanya karena harus berbulan-bulan melaut. Namun saat libur panjang semua kerinduan itu akan terbalaskan, dengan ikut aktif merawat sendiri penangkaran dan burung jagoanya untuk berlomba dilapangan.

Pelaut (Kapten Kapal) sejati yang hoby burung – Om Deni Darisman

Aktif lomba burung sudah sejak lama, manun baru pada tahun 2015 mulai menangkarkan burung murai batu. Seperti yang lain, belajar secara otodidak dengan referensi yang minim membuat Om Deni jadi banyak tau masalah yang dihadapi seorang penangkar. Mulai dari telur tidak menetas, setelah menetas dibuang oleh induknya, sampai mati saat belajar nangkring. Semua solusi dicari sendiri, dengan referensi dari buku dan internet.

Saat mengawal salah satu janoanya berlomba menjadi sebuah kepuasan tersendiri – Om Deni Darisman

Saat ini ada 10 pasang indukan, semua indukan adalah burung-burung juara. Ada murai batu Rocky juara latberan sekitar Ciamis – Tasik, sampai murai batu Poseidon juara Piala Raja, Solo Vaganza dan Gempar Pajajaran Bandung. Semua indukan diseleksi untuk dapat menghasilkan anakan yang berkualitas.

DENZO 145 BF – ada 10 pasang indukan murai juara.

“Biaya perawatan sama, pakan, lolohan tapi kalo indukan kita berkualitas, indukan kita berasa dari burung juara hasilnya pun pasti berbeda dengan indukan yang biasa dan untuk penjualanya juga lebih mudah. Memang lebih mahal diawal tapi kedepanya akan lebih memuaskan hasilnya, atau bisa kita akali beli burung bekas juara yang sudah tidak jalan pasti lebih murah atau kita mainkan burung sendiri agar jadi juara untuk mengangkat penangkaran kita. Dari burung mapan yang nantinya akan dijadikan indukan, atau dari trotolan untuk membuktikan bahwa indukan kita bisa menghsilkan anakan berkualitas” jelas Om Deni soal cara untuk meningkatkan kualitas dan nama penangkaranya.

Untuk saat ini Om Deni sendiri hanya focus pada penangkaran, karena kesibukan, juga karena belum ada jagoan yang siap lapangan.

“Saya lebih puas merawat dan melombakan sendiri kelapangan, walau untuk beberapa hal tetap dibantu orang lain. Maka dari itu untuk saat ini sedang vakum dulu kelapangan”

Salah satu indukan DENSO 145 BF milik Om Deni Darisman

Denzo 145 BF nama ring untuk penangkaran Om Deni, Gempa salah satu anakan dari indukan Rocky yang sudah menjadi juara dibeberapa event.

“Kalo kita tidak bisa melombakan anakan dari penangkaran kita, minimal kita jangan lepas kontak dengan para pembeli anakan kita. Tetap kita monitor, biar tau perkambangan anakan kita, itulah salah satu penting pemakaian ring yang masih banyak diabaikan oleh para penangkar kita. Dengan adanya APBN ini semoga bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik” kata Om Deni menjelaskan dengan semangat.

Om Wisnu, seorang wiraswasta sukses yang perduli dengan dunia perburungan, bercita-cita membuat Mini Zoo, untuk ajang edukasi dan rekreasi. Sudah mulai di jalankan dengan menangkarkan banyak jenis burung, karena om Wisni ingin Mini Zoo yang akan dibuatnya berasal dari hasil penangkaranya sendiri. Tidak hanya memajang dan mengekploitasi, tapi ia juga aktif merawat dan menangkarkanya. Murai Batu, Cucak Rawa, Kaka Tua (berbagai jenis), Poksay, Makaw, Merak, Ayam Phesant dan masih banyak lagi, yang semua kalo di total bisa sampai 100pasang lebih.

Salah satu koleksi Om Wisnu dalam usahanya untuk membuat Mini Zoo

Untuk semua burung yang ada ijin kepemilikanya menurut Om Wisnu sudah lengkap, hanya perijinan untuk membuat Mini Zoo ini yang menurutnya agak terkendala. Namun semua sedang diusahakanya mulai dari  ijin tangkar sampai ijin peragaan, dengan adanya APBN ini om Wisnu berharap usahanya bisa terbantu. Om Wisnu berharap banyak bahwa APBN dapat membantu semua penangkar.

Dibuat seasri mungkin untuk kenyamanan burung yang di tangkarkan, sambil belajar untuk design Mini Zoo yang sedang dirancang. – Om Wisnu

“Semoga APBN dapat menbantu semua penangkar, khususnya saya dalam mewujudkan pembuatan Mini Zoo, sebagai ajang edukasi dan rekreasi untuk semua. Terutama untuk perijinan yang agak sulit. Saya juga antusias untuk produk ebod jaya, untuk nanti dapat digunakan dari pakan, vitamin dan obat-boatanya” jelas Om Wisnu.

Meski hanya aktif ternak, untuk indukan murai batu Om Wisnu mengambil indukan juara. Murai Begal, Neo Zero dan Mahadewa adalah nama-nama indukanya, semua pernah menjadi juara. Ring WBF dan RBF menjadi nama ring penangkaran Om Wisnu.

Pa Yaya, purnabakti Dinas Kesehatan ini adalah pemilik Kharisma Bird Farm mulai menangkarkan pada tahun 2015, sampai sekarang sudah memiliki 27 pasang murai di kandang penangkaran yang aktif. Kharisma BF juga mencoba untuk menangkarkan ciblek. Kharisma BF sudah banyak dikenal oleh pemain, karena hasil penangkaranya yang berkualias. Ada beberapa indukan unggulan yang sudah terbukti anakanya adalah pasangan Beton, Terminator dan Purba. Pa Yaya sendiri lebih fokus ke penangkaran.

“Ke lomba paling nonton saja, sedang focus untuk menikmati merawat burung. Kalo ada yang mau kemari,  datang untuk main saya sangat senang sekali, ngobrol sharing penangkaran, tukar informasi. Biar ngga bengong sendirin, kalo sendiri saya pasti akan pangil teman-teman siapa saja yang bisa datang untuk ngumpul” kata Pa Yaya.

KHARISMA BF – Disediakan tempat untuk diskusi, sharing sambil melihat burung dijemur.

Kharisma BF beralamat di Cikangkung, desa Cikembulan RT. 03/03 (pinggir jalan raya arah Cijulang) nomor telepon 081323879879 (Pa Yaya).

KHARISMA BIRD FARM