APBN KORWIL BEKASI RAYA – TIDAK ADA KATA “ISTIRAHAT” UNTUK BURUNG DI KOTA INI

93

Bekasi, kota dengan segala kesibukanya, sebuah kota yang tidak pernah beristirahat. Selalu terjaga sebagai penyangga ibu kota, atau pun untuk dirinya sendiri. Begitu juga untuk dunia perburungan, pagi siang malam, setiap EO memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk dapat menarik kicau mania. Perburungan di Bekasi sejak dulu sudah ramai, kota industri mayoritas adalah pekerja, dengan penghasilanya memungkinkan mereka dapat membiayai hobinya sebagai kicau mania, terutama untuk lomba kelapangan. Semakin ramai dunia perburungan memacu para pelakunya untuk berfikir kreatif, bahkan banyak diluar penghoby yang ikut memanfaatkan peluang tersebut. Menciptakan lahan pekerjaan baru, yang awalnya sekedar hoby akhirnya bisa menjadi pekerjaan utama, atau minimal sebagai kegiatan yang mendatangkan penghasilan tambahan.

Salah satu kreatifitas dalam perburungan adalah adanya para penangkar burung. Melihat potensi yang besar dari sisi ekonomi meraka mulai menangkarkan burung. Untuk penangkar sendiri banyak ragam latar belakangnya, ada yang berawal dari pemian dengan burung jagoanya yang kemudian di tangkarkan ada pula yang benar-benar memulainya langsung sebagai penangkar.

Asosiasi Penangkar Burung Nusantara (APBN) Korwil Bekasi Raya telah terdeklarasi untuk mewadahi segala kegiatan para penangkar wilayah Bekasi Raya. Walaupun sebelumnya sudah ada perkumpulan penangkar untuk wilayah Cikarang – Bekasi namun mereka tetap antusias untuk bergabung dengan APBN karena melihat jangkauanya yang lebih luas. Didukung pula dengan melihat Kang Ebod yang dengan semangat hadir langusng saat Deklarasi APBN Bekasi. Banyak diantara mereka yang awalnya hadir hanya ingin mengetahui seperti apa APBN itu.

Deklarasi dihadiri kurang lebih oleh 90 orang, ini belum semua hadir karena kendala jadwal, terbentur pekerjaan atau kegiatan lain. Hadir diantaranya Om Hasan Pambudi yang akhirnya dipilih sebagai Ketua Korwil.

Om Hasan Pambudi, seorang ahli mesin robotic, mengaku seorang specialis, tak terbiasa kerja dalam team. Om Hasan memngaku tidak pernah betah bekerja dalam suatu perusahaan, dan akhirnya membuka usaha sendiri dalam bidang jasa maintenance spesialis mesin robotic. Namun demi APBN dan demi penangkar, om Hasan yang juga seorang rocker ini akhirnya bersedia ditunjuk untuk menjadi ketua.

Om Hasan Pambudi mantan Rocker Sejati

Terjun kedunia burung dari tahun 2010, segala jenis burung coba dimainkan walau akhirnya fokus merawat Kenari. Baru pada akhir tahun 2014 beralih fokus merawat Murai Batu. Ada beberapa jagoan yang sering dilombakan dan sering naik podium, Lemah Ireng dan Simalungun. Lemah Ireng yang skarang sedang on fire, juara tiga besar di Piala Indonesia, juara satu di kelas utama Piala Wibawa Mukti, nominasi sepuluh besar Prescup V. Bermodal burung jangoan tersebut om Hasan nantinya akan dijadikan indukan untuk ternakanya, karena dengan kualitas burung juara diharapkan dapat menghasilkan yang berkualitas juga.

Mulai bergelut dengan kandang ternak pada tahun 2016 awalnya belajar secara otodidak, baru setelah berkenalan dan bergabung dengan perkumpulan penangkar cikarang om Hasan mulai belajar secara serius. Dan tidak murah belajarnya, teman menyarankan untuk membongkar kandang ternakanya, karena sirkulasi udara, dan pencahayaan yang kurang baik. Sesuai saran dari seorang teman, Om Mohamad Dewam akhirnya semua dibongkar dan diperbaiki. Walaupun sampai saat ini belum ada satupun yang berhasil om Hasan tidak menyerah. Selama ini om Hasa telah menyiapkan 10 pasang indukan, termasuk 3 pasang indukan ekor panjang.

“Sebagai pemain mungkin boleh saya sudah sering juara, tapi sebagai penangkar masih jadi specialis, specialis gagal. Itu yang membuat saya heran kenapa temen-temen semua memilih saya menjadi ketua APBN, yang semua para pengakar-penangkar hebat” kata Om Hasan saat di deklarasi.

Sebagai specialis gagal, rela bongkar kandang ternak. Hasil konsiltasi dan saran dari seorang teman.

Om Muhamad Dewam, salah satu penangkar sukses dibekasi. Ring RWS (RajaWali Sakti) menjadi identitas ternakanya. Tahun 2014 bermodal tiga pasang indukan, memulai ternakan dengan modal nekat, tanpa latar belakang hoby burung. Belajar secara sendiri, bermodal literatur dari sumber internet semua dijalani. Sempat berhenti, semua indukan dijual, namun akhirnya dimulai lagi karena rasa penasaran.

“Gagal diawal menbuat saya jadi tau, segala kendala dan pemecahanya. Berbeda dengan sekarang banyak teman yang bisa diajak sharing. Dulu awal-awal saya semua beajar dari internet, dan beberapa teman sama-sama belajar ternak.” Kata om Dewam.

Dari sini trotolan berkualitas Ring RWS dihasilkan.

Saat ini ternakan ada sepuluh pasang, dengan beberapa kandang poligami, dengan materi indukan dominan ekor panjang. Namun Om Dewan juga sadar, potensi pasar terbesar tetap didunia lomba. Oleh karenanya om Dewam tetap mempunyai materi ternakan untuk lomba. Om Dewam juga ingin menciptakan ekor panjang (EP) yang fighter, dapat digunakan untuk lomba. Selama ini banyak pemain yang enggan menurunkan EP untuk lomba yang dinilai kurang fighter.

Om Dewam biasa mengambil anakan murai setelah umur 4-5 minggu, setelah keluar sangkar dan dapat makan sendiri. Ini karena kesibukanya yang tak memungkinkannya meloloh anakan murai dari kecil. Untuk urusan harga bervariasi tergantung kualitas indukan dan track record dari anakannya. Informasi selengkapnya untuk trotolan atau sekedar diskusi soal penangkaran dapat kontak langsung Om Muhamad Dewam 08118776040 atau FB dengan akun Mohamad Dewam.

Om Imam “YAQISA” Iswahyudi, bukan pengobi burung pada awalnya. Menangkarkan burung hanya sekedar mengisi waktu luang di sela pekerjaanya sebagai seorang PNS. Tahun 2006 memulai dengan menangkarkan Cucak Rawa yang saat itu sendang tren. Namun banyak kendala dihadapi, dengan rumahnya yang di Harapan Indah Bekasi, setiap tahun baru dijadikan setiap tahun baru area Harapan Indah selalu dijadikan pusat pesta kembang api pergantian tahun. Akibatnya penangkaran Cucak Rawanya kurang berhasil karena gangguan tersebut.

Sesuai tag line – Breeder Safe Population, itulah salah satu tujuan Yaqisa BF

Tahun 2008, mulai beralih ke murai batu dengan burung pemberian sang kakak. Mulai digarap serius setelah berkonsultasi dengan beberapa teman pemain, yang menyarankan untuk menangkarkan dengan meteri indukan eks lomba.  Betina pun dicari dari trah juara, seperti betina ring Jatayu Depok. Sempat terjun lomba kelapangan dengan anakan trah sendiri, namun tak bertahan lama karena pekerjaanya yang semakin sibuk. Kaisar, Leonidas, Yaqisa Orok (anak Leonidas), dan Black Duck untuk materi indukan sekarang. Om Imam mempunyai cara sendiri untuk mendapat indukan juara, ada beberapa burung anakanya yang dia rawat dan setelah mapan diusai lomba, dititipkanya keteman yang biasa lomba atau dengan tetap memantau anakan hasil ternaknya. Anakan dengan juara yang stabil akan dia beli kembali untuk materi indukan, oleh karenanya silaturahmi untuk pelanggan Yaqisa BF bisanya lebih terjaga. Saat ini om Imam sedang memantau anakan Kaisar, James Bond yang dibeli pemain dari Garut, om Imam ingin membelinya kembali untuk dijadikan indukan.

Om Dimas – Dermayon Bird Farm, mempunyai dua tempat penangkaran Indramayu (2013) dan Bekasi (2016). Berawal hanya iseng, dengan basic sebagai pemain biasa atau hanya di sekitar latberan. Namun beberapa tahun terakhir baru disadari, bahwa sebagai seorang penangkar harus terkenal karena sangat penting untuk pemasaran. Event dua tahunan Presiden Cup, Murai Batu Bromocora dari Dermayon  berhasil menembus tiga besar.

“Terkenal karena kualitas burung dan terkenal baik sebagai pribadi dengan pergaulan yang luas, sangat penting untuk pemasaran hasil ternakan kita. Karena itulah satu tahun belakangan ini mulai main di lomba-lomba besar, untuk membuktikan kualitas ternakan saya bisa bersaing dengan burung-burung juara lainya dan memperluas pergaulan sesama kicau mania. Banyak silaturahmi banyak rejeki” ungkap om Dimas

Dermayon BF, ada di Indramayu dan Bekasi

Namun om Dimas mengngkapkan satu kendala yang sering dihadapi, yang sampai sekarang masih belum ditemukan solusinya, yaitu mati mendadak. Burung sehat tanpa gejala sakit namun mendadak mati.

DERMAYON BF – BEKASI

Dermayon Bird Farm terbililang produktif, menurut om Dimas kuncinya hanya perawatan konsisten dan setiap akhir tahun semua indukan di istirahatkan. Masuk sangkar perawatan untuk pemberian vitamin, pakan, mandi dan penjemuran teratur.

“Dengan senang hati, sekalian sharing soal indukan yang mati mendadak. Saling bertukar ilmu dan informasi” kata om Dimas. Informasi dan konsultasi Dermayon Bird Farm – Om Dimas 081384930949.

Om Fajar Gober, 15 tahun bekerja di sebuah perusahaan swasta tidak membuatnya terlena, akhirnya memutuskan resign dan untuk membuka usaha sendiri. Salah satunya penangkaran murai batu, dengan alasan waktu untuk keluarga, om Fajar memilih usaha sendri, dengan demikian ia dapat mengatur waktu sendiri. Tidak seperti saat masih bekerja, sebagian waktu habis di pabrik.

Tahun 2017  memulai usaha ternakanya dengan modal pas-pasan, namun itu tidak membuat nya menyerah. Tetap berusaha, sekarang telah memiliki empat pasang indukan produktif. Diantaranya Bayonet, Kaliber, Viking, semua indukan diambil dari burung eks lapangan atau lomba, kualitas anakan sudah tidak diragukan lagi. Ring Gober FBF telah disiap kan untuk meramaikan lomba kelas ring ditahun yang akan datang.

Om Fajar Gober – Siap meramaikan kelas ring di tahun yang akan datang

“Dana terbatas untuk menambah kandang ternak, sebenar nya calon indukan udah ada. Tapi pelan pelan nanti pasti tercapai. Tetap yakin kaya yang udah-udah” om Fajar tetap optimis.

Tamuan Leonard Manurung, seorang staff pabrik otomotif. Seorang penangkar yang rajin datang ke lomba, ditetiap lomba pasti hadir. Tahun 2014 mulai terpikir untuk menangkarkan burung.

“Saya senang kumpul-kumpul, jadi hoby burung buat sarana silaturahmi saja awalnya. Tapi ternyata sepertinya bisa menghasilkan, saya lihat kawan lain dari penangkaran lumayan hasilnya. Terutama yang senang kelapangan,jadi banyak kenal orang. Itu salah satu poin penting untuk bisa menjual anakan kita dengan harga bagus kalo menurut saya” om Leo menerangkan

Om Leonard – Rajin datang kesetiap lomba untuk silaturahmi

Total mempunyai delapan pasang indukan, namun saat baru tiga pasang yang masuk kedalam kandang ternak, selebihnya masih dikondisikan. Sebenarnya semua pernah masuk kandang ternak namun dicabut lagi,

“Sudah lama jodoh tapi ngga nelor-nelor, secara asupan pakan, vitamin, sudah saya penuhi semua. Nah…..maka dari itu kmaren diajak ikut APBN saya mau sekali, siapa tahu bisa sharing dengan penangkar lain diluar Bekasi yang mempunyai pengalaman seperti saya” Om Leo menceritakan masalah utama di penangkaranya.

Monster – Indukan Kartika Farm SKF milik Om Leonard

MB Jantan Samudra dan betita RRBF 136 adalah indukan unggulanya, ada juga Monster dan beberapa jantan eks prestasi dari daerah Jawa Tengah. Sebagai seorang pemain om Leo benar-benar mempersiapkan indukanya dengan matang, untuk menghasilkan anakan yang berkualitas.

“Silahkan kontak saya di FB maupun telepon, kita sharing ilmu, berbagi pengalaman” kata om Leonard

#SalamKonservasi  #Bekasi28122018 #Nagara