APBN Korwil Bekasi Raya : Bersama Berusaha Menjadi Korwil Mandiri

205

“Berawal dari masalah tiket event Anniversary APBN, saat banyak anggota yang ingin membeli ternyata kuota untuk masing-masing korwil dibatasi. Beli memalui jalur biasa terbentur aturan paket yang memberatkan kami karena harus pula membeli tiket murai kelas 500rb” ujar om Hasan Pambudi ketua APBN Korwil Bekasi Raya.

Akan tetapi kekecewaan tersebut malah berdampak positif, menimbulkan ide baru untuk bisa membuat kegiatan yang mensejahterakan penangkar APBN Korwil Bekasi khususnya. Dikomandoi om Hasan Pambudi selaku ketua, Pakde Joko salah satu pengerak yang aktif mendorong kemajuan para penangkar, om Muhammad Dawam yang dikenal sebagai penangkar murai ekor panjang, om Warnen salahsatu penangkar sukses yang juga sangat aktif dalam setiap lomba, om Fanto Candra yang juga sangat aktif dan bersemangat untuk kemajuan penangkar serta masih banyak penangkar lainya, APBN Korwil Bekasi adalah yang pertama kali membuka kelas Murai Batu Wajib Ring APBN di event nasional. Bekerja sama dengan panitia Piala Wibawamukti dibuka kelas dengan tiket 100rb hadiah 1,5jt dengan bonus 10jt untuk juara 1.

Kang Doddy menjadi saksi kelas perdana Murai Batu wajib ring APBN di Piala Wibawa 3 Bekasi

“Bonus murni hasil patungan dari para penangkar, karena kita lihat ternyata antusias kelas pastol Ring APBN sangat bagus. Saat dikordinir untuk event Cibubur sudah sampai 40tiket. Oleh karenanya untuk mengobati rasa kecewa takut tidak kebagian tiket kita buka kelas di Piala Wibawamukti. Alhamdulillah sukses bisa full 77 gantangan” kenang pakde Budhi.

Om Muh. Dawam – Salah satu pengerak yang aktif mendorong kemajuan korwil Bekasi

Dalam setiap kesempatan diskusi om Dede Oesman selalu mengemukakan bahwa sebenarnya tugas Pa Haji Ebod sebenarnya sudah selesai, tinggal masing-masing korwil terus menjaga kesinambungan dan saling berkordinasi antar anggota bagaimana memajukan wilayahnya masing-masing. Kecuali untuk kebijakan yang bersifat nasional itu harus tetap dikordinasikan dengan beliau. Hal itu juga diamini oleh om Hasan Pambudi, menurutnya sudah terlalu banyak pengorbanannya. Tidak bisa dipungkiri keluarnya Murai Batu dari daftar hewan dilindungi adalah salah satunya juga atas usaha beliau. Sampai disitu saja sebenarnya sudah cukup menurut om Hasan Pambudi.

“Jadi tidak mungkin Kang Ebod memikirkan semua korwil dengan semua masalahnya, walau dibantu oleh Kang Doddy sekalipun. Yang tau masalah detailnya adalah korwil masing-masing jadi seharusnya korwil yang harus kreatif. Salah satu masalah utama penangkar adalah penjualan trotol, dari pusat sudah diberi ide lomba tretek, tapi saya lihat kalo bukan dari Kang Ebod sendiri tidak ada yang membuka, sekalinya dibuka antusiasnya juga sangat kurang. Seperti saat di Piala Anny Bakery Karawang saya merasa gagal meramaikan lomba tretek dan merasa tidak enak dengan Kang Ebod” kenang om Hasan Pambudi.

Lomba tretek adalah salah satu ide yang sangat bagus untuk mempromosikan hasil penangkaran. Karena akan dilihat langusung oleh para pemain bagaimana mental dan kualitas trotolan diatas. Tapi memang tidak mudah untuk mengajak dan mengerakanya, sehingga dari beberapa event yang diadakan peminatnya sangat sedikit.

Pakde Bambang – Sesepuh APBN Korwil Bekasi Raya.

Program APBN Korwil Bekasi yang saat ini di lakukan untuk mendongkrak permintaan trotol terutama untuk ring penangkar korwil Bekasi adalah dengan pemberian bonus untuk murai ring APBN yang terdaftar sebagai anggota korwil Bekasi. Bonus yang diberikan adalah hasil patungan sukarela dari semua penangkar APBN Korwil Bekasi.

“Event terdekat adalah Piala Ronggo tanggal 29 Desember di gantangan Babon Bekasi, Murai Batu Wajib Ring APBN tiket 100rb hadiah 2jt bonus 3jt apabila ring terdaftar sebagai anggota korwil Bekasi. Idenya sederhana tapi dampaknya sangat luar biasa, karena semua anggota jadi ikut aktif mempromosikan lombanya dan juga trotolanya masing-masing” ujar om Fanto Candra.