APBN KORWIL BANYUMAS “Pengorbanan Kang Ebod Yang Menginspirasi Kami Untuk Bergabung”

340
DEKLARASI APBN KORWIL BANYUMAS

Owabong (05/12/2018), Deklarasi APBN Korwil Banyumas dihadiri kurang lebih oleh 130 orang penangkar. Korwil ini sebenarnya telah dirintis sejak lama, jauh sebelum korwil lain dideklarasikan. Om Margono (Purbalingga) bersama Pa Haji Taufik (Banjarnegara) bersama meyakinkan para peternak yang pada awalnya masih engan untuk bergabung.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan saat ini, melihat semangat Kang Ebod bersama Team APBN Pusat yang bersedia hadir saat deklarasi menjadi kunci penyemangat bagi para penangkar. “Berarti benar-benar digarap secara serius, korban materi dan tenaga, seminggu marathon tiga tempat dijalani. Pekalongan, Jogja, Purbalingga. Sangat menginspirasi, kita tinggal ikut bergabung berjuang bersama meramaikan dunia burung melalui penangkaran masa iya tidak mau” ungkap Haji Taufik. Mengenal lebih dalam beberapa pengurus dan penangkar yang ada di Korwil Banyumas.

Haji Taufik, berlatar belakang peternak ayam yang sukses. Tangan dingin terus berlanjut di dunia penangkaran burung, terutama murai batu Ar Rodja  Bagoes Bird Farm. Dikenal juga sebagai pemain dengan jagoanya yang sering juara, Sarodja indukan unggulan yang pernah tembus di event Piala Raja. Selain itu masih ada beberapa indukan lain yang juga Petir, Suliwa, dan Jampang. Pernah memiliki jagoan Ar-Rodja yang membuat seorang Edy PLN tertarik untuk meminangnya. Masih aktif dilomba sampai saat ini, menurutnya lomba dijadikanya sebagai ajang silaturahmi memperbanyak teman dan relasi, teritama untuk pennagkar sepertinya. Jagoannya yang masih aktif untuk saat ini adalah Laskar Perayu, Stivie Wonder dan ada beberapa jagoan lainya.

H. Taufik saat Juara Piala Cobra (20/01/2019)

Beralamat di Desa Adipasir, Rakit, Banjarnegara, 17 sangkar pasang indukan murainya aktif berproduksi. Bagi yang ingin sekedar main sambil melihat penangkaranya Haji Taufik sangat terbuka. “Dasarnya saya seneng kumpul-kumpul, jadi saya seneng kalo ada yang dateng main ngobrol ngalor ngidul, menghilangkan stress sambil saling bertukar pikiran, ilmu dan pengalaman” kata Haji Taufik.  Telepon/WA 087848347799

ARBF – BBF, Tempat biasa berkumpul santai untuk silaturahmi.

“Alhamdulillah APBN Banjarnegara sudah mendapat perhatian dari pemerintah, kemaren Kamis (03/01) mendapat undangan bersama beberapa perwakilan kicau mania lainya perihal pelaksanaan kegiatan ulang tahun kota Banjarnegara. Kami dipercaya untuk untuk ikut meramaikan dan bersama dengan yang lain menggarap lomba burung berkicau Piala Bupati” kata Pahaji Taufik.

Aktif di APBN dengan membentuk Korcab Banjarnegara, yang untuk saat ini sudah beranggotakan lebih dari seratus orang. Korcab Banjarnegara berada dibawah korwil Purbalingga – Banjarnegara. Dasar pembetukan ini adalah hanya untuk mempermudah kordinasi antar peternak. Karena pengalaman dan ilmunya pula jadi dituakan oleh penangkar lain. Untuk korcab Banjarnegara sendiri Pa haji Taufik mengagendakan sebulan sekali untuk pertemuan rutin dan selalu akan berkordinasi dengan korwil.

Agenda rutin, permenuan bulanan Korcab Banjar Negara.

Om Margono, ketua korwil. Kicau mania yang lebih dikenal sebagai pengorbit kenari. Bekerja sama dengan Koh Momo terjun kedunia penangkran sejak lama. Diawali dengan ternak love bird warna, walau tidak sukses tidak menjadikanya surut. Diawal tahun 2018 mulai beralih ke murai batu. “Dulu ditaro di rumah saya ada empat pasang, sekarang semua dipindah ke rumah Bos Momo. Alhamdulillah sukses, disana lebih terawat dan lingkunganya lebih mendukung” jelas om Margono.

Saat ini menggunakan ring Moris BF, namun kedepan dengan keluarnya ring APBN semua akan dipasang ring APBN untuk penyeragaman ring. Om Margono salah satu penganut paham bahwa untuk pemasaran hasil penangkaran tetap ada di tangan kita sendiri, APBN adalah hanya untuk menambah jaringan dan pengetahuan mnegenai seluk beluk penangkaran. Oleh kerenanya om Margono selalu berusaha untuk berangkat ke lomba.

“Ring APBN bukan sekedar identitas tapi juga sebagai pendataan populasi murai batu yang ada. Kita dukung kita sukseskan program APBN untuk kedepan penangkar sejahtera, lomba burung semakin ramai dan yang penting stop burung tangkapan hutan” tambah om Margono menyikapi tentang pro dan kontra ring APBN.

Wilayah Korwil Banyumas yang begitu luas membuat kordinasi antar angota sedikit terhambat. Namun tidak menjadi halangan untuk tetap bersatu dalam APBN. Saat ini telah dibetuk dua korcab, Banjarnegara dan Purbalinga. Untuk kedepanya akan dibetuk satu korcab lagi yaitu Purwokerto. Semua masih masih dalam wadah korwil Banyumas, program masing-masing korcab adalah pertemuan rutin bulanan untuk membahas segala macam mengenai penangkaran, ajang sharing dan berbagi pengalaman. Penangkar di korwil ini sangat antusias pembentukan APBN, membuka wawasan dan jaringan infomasi yang semakin luas tentunya.

Om Warnen, WRN BF yang beralamat di Kejobong Purbalingga. Berawal dari tahun 2013 Om Warnen yang juga pengusaha onderdil sukses di Bekasi mencoba menangkarkan dua ekor murai jagoanya karena keprihatinanya

“Prihatin om, karena udah sayang juga. Burung jagoan beli mahal, begitu sudah tidak kondisi harganya jauh banget jatohnya. Awalnya coba iseng di ternakin, karena suskes, Alhamdulillah tidak ada kendala berarti soal penangkaranya makanya terus lanjut tambah-tambah tidak terasa sekarang sudah ada 35 pasangan  produkti” tutur Om Warnen menceritakan awal mula penangkarannya.

Masalah utama sekarang yang dihadapi adalah soal penjualan murai batunya, saat stok melimpah seperti saat ini (20/01) ada kurang lebih 40 trotolan siap jual. Oleh karenanya om Warnen sangat berharap denga adanya APBN ini dapat membuka jaringan untuk dapat menjual hasil penangkarangan, saling informasi mengenai kebutuhan trotolan di masing-masing penangkar.

Kandang Luar, khusus untuk indukan prestasi – WRN BF

Ada beberapa pasang murai unggulan yang besasal dari burung jagoanya, Parikesit, Lingga, Sapu Jagad dan Krisna. “Untuk bisa mendapat anakan pasangan tersebut selalu inden, tapi untuk pasangan yang lain kita masih kesulitan. Sebenarnya bisa saja kita nakal anakan mana saja kita kasih. Modal utama kita sebagai penangkar adalah kejujuran. Sekali konsumen kecewa susah kita perbaiki nama baik” jelas Om Warnen soal pemasaran trotolanya.

Salah satu lokasi kandang WRN BF dari total 35 kandang yang ada.

Om Warnen sangat antusias mengenai Ring APBN menurutnya sangat membantu peternak, apalagi kedepan akan diwajibkan lomba wajib ring untuk EO Ronggolawe jadi semua saling berafiliasi saling bersinergi. Menurutny didaerahnya saja masih ada beberapa peternak yang belum menggunakan ring, jadi dengan adanya APBN minimal bisa mendorong mereka untuk mulai menggunakan ring, minimal sebagai tanda bahwa burung tersebut adalah hasil penangkaran.

“Soal ring awalnya banyak yang menyepelekan, mereka ternak yang penting anakanya laku dijual. Banyak yang belum berpikir soal pemasaran secara luas, bahwa ring itu adalah identitas kita, disaat burung itu juara dan menggunakan ring tentu yang ditanya ringnya. Dulu ada beberapa anakan saya yang sudah juara, tapi karena tidak menggunakan ring orang jadi tidak tau itu hasil penangkaran saya. Ada Raja Mas anakan trah Banaspati skarang sudah sering juara di event-event besar.  Selain itukan juga sebagai tanda bahwa itu adalah burung hasil penangkaran” jelas Om Warnen bercerita tentang pengalamannya menangkarkan murai.

Untuk yang ingin datang dan melihat bagaimana WRN BF, alamatnya di desa Kejobong, Purbalingga. Warnen – Telpon/WA 082247321721