APBN KORWIL BANDUNG – KORWIL PERTAMA “KOTA YANG BANYAK MENCETAK PENYOHOR NEGERI”

226

Bandung, banyak penyohor di negeri ini berasal dari sana. Dari dahulu sampai sekarang, dunia hiburan, politik sampai perburungan. Termasuk inisiator Asosiasi Penangkar Burung Nusantara (APBN) Kang Ebod. Walaupun lahir di Kebumen, tapi beliau berkembang dan bermetamorfosis menjadi seorang “bakul” sangkar sukses di Bandung. Begitu pula dalam dunia perburungan, nama besar pemain, nama burung banyak berasal dari bandung.

APBN Korwil Bandung, korwil pertama yang di deklarasikan pada 25 Agustus 2018. Terpilih sebagai ketua korwil Kang Alan.  Sudah terlebih dahulu dikenal sebagai pemain, banyak prestasi yang telah diraihnya. Dari juara latberan sampai lomba tingkat nasional telah dirasakan. Bekerja dibidang marketing membuatnya banyak waktu untuk menjalankan hobi. Mulai menangkarkan burung pada tahun, 2009. Awal menangkarkan burung karena burung jagoanya birahi, sebagai terapi untuk menghilangkan birahi dengan cara dikawinkan. Yang awalnya hanya untuk terapi agar jagoanya dapat tampil stabil, namun ternyata berhasil menghasilkan anakan. Sampai sekarang 15 kandang ternak telah dimilikinya dengan indukan prestasi dari burung jagoanya.

Kang Alan – Salah satu jagoan dan juga indukan Lan’z MBF

Murai Shakti, Ninja, Kelana, Gendeng, Zeb, Black Mamba, Arjuna semua burung prestasi, Bandung Lautan Api, Piala Sultan Cirebon sampai Piala Raja pernah diraihnya. Hasil penangkaran dari Lan’z MBF, nama ring penagkaran om Alan sudah banyak yang berprestasi, baik di tingkat latberan atau nasional.

Kang Alan – Shakti saat menjadi juara juara Piala UNPAD
Kang Alan – Raja Kelana masuk sepuluh besar di event akbar dua tahunan

Om Rozan, berawal dari seorang petani sukses dan memiliki banyak cabang usaha laundry mulai awal tahun 2017 mulai serius menggarap penangkaran. Awalnya adalah milik sang adik yang sudah memulainya sejak tahun 2009, namun karena kesibukan akhirnya ditingalkan dan diteruskan olah om Rozan. Untuk saat skarang Zhaf BF dikelola secara modern. Melalui CCTV Om Rozan sendiri betah berlama-lama untuk mengamati dan mempelajari penangkaranya secara serius, tingkah laku burung di kandang penangkaran dari awal penjodohan sampai dengan proses pengeraman. Burung di penangkaran kenapa bisa produksi sepanjang tahun, karena ketersediaan pakan. Instingnya akan mendorong si burung untuk berkembang biak, selama pakannya selalu tercukupi.

Zhaf BF – kandang penangkaran dibuat senyaman mungkin, dengan pengawasan CCTV
Zhaf BF – Om Rozan betah berlama -lama mengawasi prilaku burung melalui CCTV.

Murai Ekor Panjang, Murai Lokal, Jalak Hongkong, Wambi, Branjangan dan beberapa jenis burung lokal lainya sedang diusahakan untuk ditangkarkan. Om Rozan sangat memperhatikan soal perijinan.

“Saya ingin mencari burung-burung yang dilindungi dan langka  untuk ditangkarkan, kalo bukan kita yang aktif melestarikan siapa lagi. Soal ijin saya sedang mengusahakan, untuk bisa keluar ijin tangkar dari burung F0. Kalau kita mengikuti aturan bahwa burung F2 yang bisa kita edarkan dan di jual kita bisa dapat dari mana burung-burung itu, nanti burung-burung itu mungkin tetap milik negara, hanya dititipkan ke lembaga konservasi seperti Zhf BF ini” kata om Rozan

Zhaf BF dipersiapkan secara matang, ukuran kandang penangkaran, sampai habitat didalamnya dibikin semirip mungkin dengan aslinya, semua diharapkan dapat menjadi peratian pemerintah, dan mempermudah untuk pengurusan perijinan.

“Hasil penangkaran saya belum ada yang prestasi untuk murai, karena baru mulai tahun 2017, baru mau dua tahun. Tapi insya allah kedepan saya sedang mengusahakan indukan yang berkualitas” tambah om Rozan.

Zhaf BF – bagi yang ingin bersilaturahmi, menambah pertemanan om Rozan sangan terbuka

Kang Asep, karena memiliki bengkel Protechnic Enginering akhirnya lebih dikenal sebagai Kang Asep Pro. Dilapangan lebih dikenal sebagai pemain Kacer dan Anis Kembang (AK). Pernah mendapat penghargaan sebagai bapak Anis Kembang dari Kang Ebod di tahun 2015.

Kang Asep Pro – Penghargaan Bapak Anis Kembang dari Kang Ebod th.2015

Kang Asep Pro hanya menangkarkan burung jagoangya, dua pasang anis kembang, dua pasang kacer dan ada beberapa pasang love bird. Menangkarkan burung sejak tahun 2015, indukan jagoanya AK Samurai, kurang lebih sudah berumur 10 tahun, burung jagoan milik kang Asep sudah menjuarai banyak lomba. Kendala utama menangkarkan AK adalah pasokan cacing. Pasokan caccing di wilayahnya terbilang kurang, kang Asep Pro harus mencari pasokan dari wilayah lain. Untuk kacer indukan Walet unggulanya, yang juga merupakan burung jagoan  lamanya. Kang Asep yang merupakan ketua Kacer Mania Bandung lebih dikenal sebagai penggiat lomba. Rutin menbuat acara Kopdar (lomba) khusus kacer di Bandung dan rajin hadir disetiap gelaran lomba, baik di bandung maupun di luar kota.  Beralamat di Komp. Margawati Estate – Buah Batu, penangkaranya diberi nama Valens BF (VBF) sesuai dengan nama anak pertamanya.

“Anis Kembang kapan bisa ramai lagi, pernah menjual AK Ninja seharga 35jt ke Mojokerto, saya kangen bisa gantang AK full gantangan lagi seperti dulu. Tapi terhibur sama Kacer yang sekarang sudah ramai” kata Kang Asep.

Kang Asep – Masih aktif di lomba sampai sekarang, giat meramaikan Kacer
Trotolan AK ring Valens BF trah Samurai

Om Beben, om yang satu ini lebih focus kepada Anis Kembang. Semua indukanya adalah burung juara. Pedal Gas, RPM, Altis dan Starlet adalah nama-nama indukanya. Juara dari tingkat latber sampai lomba nasional. Kenangan lomba paling berkesan adalah saat membawa Pedal Gas main di Piala Raja dan menjadi juara, selain itu prestasi bergengsi lainya adalah saat main di Valentin Cup RPM menjadi juara 1 dan 2.

Prestasi indukan penangkaran Om Beben.

Kendala utama dalam penangkaranya adalahindukan yang kanibal, anakan sering mati karena di indukanya. Oleh karenanya dengan APBN ini Om Beben berharap dapat mendapat ilmu baru untuk bisa menanggulangi semua masalah tersebut.

“Sayang anakan trah juara tapi susah berhasilnya, telat angkat mati dihajar indukan. Diangkat lebih cepet resiko mati juga, anakan masih terlalu muda” kang Beben menceritakan masalah ternakanya.

Sesuai saran dari rekan APBN Om Beben berencana mengganti indukan betinanya. Betina yang digukan adalah betina hasil penangkaran, menurut kang Beben lebih mudah beradaptasi. Mungkin karena karakter atau merasa terganggu oleh karenanya menjadi kanibal ujar kang Beben menambakan.  Ring S’nukali Kompak Bandung menjadi identitas anakanya.

Menambah pertemanan, untuk sharing pengalaman kaya Om Beben