Anis Merah MARQUEZ Tak Terbendung Di Piala Gubernur Jatim Khofifah Cup 1

Marquez Catatkan Sejarah Baru Di Piala Gubernur Jatim Khofifah Cup 1

Piala Gubernur Khofifah cup 1 sudah berlalu, tapi masih meninggalkan banyak cerita.
Salah satunya di kelas burung Anis merah.

Dimana kelas yang menjadi ajang adu gengsi, serta perang adu kwalitas. Pasalnya di kelas ini beda dari yang lain cara penilaian nya. Karena di awali sesi penyisihan dahulu sebelum masuk ke final. Setiap kelas di ambil 15 burung terbaik dan nanti akan di finalkan.

Banyak Anis merah terbaik hadir memeriahkan. Dari berbagai daerah rela datang demi bisa merasakan atmosfir pertarungan di kelas Anis merah.

Owen Crew Sukses Hantarkan Marquez Ke Puncak Jawara

Salah satunya penggemar Anis merah sejati bernama Ronald Owen yang sengaja datang dari Tangerang . Datang bersama team kebanggannya Owen Crew yang juga tak ingin ketinggalan moment  even akbar blok timur.

Datang dengan membawa 4 amunisi anis merah terbaiknya. Seakan menjadi isyarat akan membawa oleh – oleh dari Khofifah Cup 1. Secara teknis dan persiapan, Owen Crew sudah sampai di kota Surabaya pada hari Jum’at sore. Dengan harapan burung – burung bisa istirahat dengan cukup sekaligus beradaptasi dengan cuaca terlebih dahulu.

Marquez Tak Terbendung Di Final Punglor Merah Khofifah

” Marquez memang si Burung Ajaib, tau kapan dia kerja maximal dan kapan dia main santai, Tapi saya juga panik gara – gara Marquez tidak mau tampil maximal di penyisihan pertama ” ungkap Ronald

Usut punya usut, ternyata penyebab tidak mau maximal karena kandang monyet crown besar membuat si burung takut. Langsung saja spekulasi kita ganti dan harap – harap cemas sambil berdo’a semoga mau kerja.

Tampil di penentuan puncaknya, penampilan Marquez sendiri tidak terduga. Jadi ronald sendiri malah meneriaki Am Sadis milik om Ade Irawan dan setelah juri minggir lapangan baru menghampiri crewnya yang sedang mensuport Marquez.

Di final tak di sangka Marquez langsung jalan dari awal sampe akhir dengan volume yang tembus,super rapet dan di tunjang dengan gaya yang FENOMENAL DOYONG MENTOK – MENTOK. Membuat juri terpikat oleh aksinya. Sehingga koncer merahpun mutlak bersarang di kursi gantangan 18.