Aan Ronggo, Ketua DPW RN Raja Losgan

80

Persaingan EO (Event Organizer) perburungan sudah sangat ketat. Entah itu didaerah ataupun di pusat kota-kota besar di Indonesia. Khusus di Jabodetabek sendiri lebih dahsyat lagi. Ini bukan lagi menjadi isyu. Tapi nyata terjadi di lapangan.

Tapi anehnya, bukan tambah surut, malah tambah banyak EO baru yang bermunculan. Istilah mati satu tumbuh seribu benar adanya. Ini menandakan bahwa dunia kompetisi perburungan semakin semarak dan ramai.

Tetapi apakah tumbuhnya EO baru yang menggelar latber rutin mingguin diimbangi dengan tumbuhnya pemain baru yang hoby kompetisi juga ? Secara nyata, munculnya pemain baru itu ada. Karena ini juga menjadi perhatian para EO yang baru. Karena tiap daerah perkembangannya tidak merata. Harus punya perhitungan matang dan cara yang tepat. Jangan sampai karena hanya semangat sesaat, setelah itu hilang.

“Untuk wilayah Kota Bekasi sendiri perkembangan EO sangat cepat. Kita harus membuat kemasan yang bisa menarik pessrta untuk datang. Kebetulan untuk lapangan yang saya kelola, RBS sudah sangat mapan. Itu juga harus tetap kita jaga kekompakan tim kita dan semangat para peserta. Supaya tetap datang ke lapangan kita. Butuh perjuangan juga sich”, ujar Aan Ronggo sambil tersenyum.

Keberadaan lapangan RBS (Ronggolawe Bekasi Strong) memang membuat warna tersendiri di Kota Bekasi khususnya. Belokasi di Jalan Raya By Pass Bintara yang strategis bisa membuat peserta mudah menjangkau lokasi ini. Dan yang paling menarik adalah kemasan latbernya yang selalu loss gantangan. Artinya, berapapun peserta yang hadir tidak akan mempangaruhi hadiah yang diberikan ke pemenang. Tetap sesuai brosur tanpa potongan. (red#1)